Berita Terkini
Trending Tags

Puluhan Warga Desa Balaigono Magetan Terserang Chikungunya

  • account_circle Sinergia Mediatama
  • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
  • visibility 150
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Nyamuk Chikungunya, Foto : Istimewa

Sinergia | Kab. Magetan – Peralihan musim hujan ke kemarau bisa meningkatkan populasi nyamuk karena cuaca yang tidak stabil dan banyaknya genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Hal itu harus diwaspadai oleh masyarakat. Apalagi, jika nyamuk yang berkembang biak yakni chikungunya atau demam berdarah dengue.

Seperti yang terjadi dalam dua minggu terakhir, puluhan warga di Desa Balaigondo Kecamatan Ngariboyo Kabupaten Magetan terserang penyakit chikungunya. Puluhan warga pun mengalami kelumpuhan dan muntah-muntah akibat gigitan nyamuk chikungunya. Tidak hanya menyerang anak-anak, gigitan nyamuk cikungunya juga menyerang orang dewasa hingga lansia. 

“Khawatir karena disini sudah banyak warganya yang terserang ya. Sudah banyak yang kena. Mungkin hampir semua. Puluhan (warga-red) lebih,” ujar Putri, warga Desa Balaigondo.

Putri juga mengaku dirinya juga sempat sakit akibat chikungunya. Gejalanya seperti panas dan diare hingga badan kaku-kaku.”Yang kena anak-anak, dewasa juga ada. Ini ada fogging dari pemerintah desa untuk antisipasi dan mudah-mudahan chikungunya menghilang ya,” pungkasnya.

Image Not Found
Petugas sedang melakukan voging, Foto : Istimewa

Sementara itu, Pemerintah Desa Balaigondo melakukan upaya fogging di sekitar rumah-rumah yang terdampak chikungunya. Sebelumnya, bersama pihak puskesma juga sudah melakukan peninjauan di lingkungan warga untuk melakukan penyelidikan epidemiologi. Upaya fogging ini sebagai langkah untuk memberantas nyamuk dewasa.

“Kita lakukan pendataan dan pengecekan ternyata ditemukan jentik-jentik nyamuk. Kita minta ke Ketua RT untuk melakukan kerja bakti lingkungan bersama warga juga. Ini kita juga tindak lanjuti dengan fogging,” terang Nur Hasan, Perangkat Desa Balaigondo.

Meski sudah dilakukan fogging, warga Desa Balaigondo diminta untuk menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, juga diharapkan untuk melakukan upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan menerapkan 3 m plus. “Harus dijaga lingkungan rumahnya. Jangan sampai ada tempat-tempat untuk berkembang biak nyamuk,” pungkas Nur Hasan.

Tim Liputan – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Sinergia Mediatama

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dindik Tindaklanjuti 36 Siswa SMP dan 24 Siswa SD yang Belum Daftar Ulang

    Dindik Tindaklanjuti 36 Siswa SMP dan 24 Siswa SD yang Belum Daftar Ulang

    • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dinas Pendidikan Kota Madiun terus memantau proses daftar ulang peserta didik baru tahun ajaran 2025/2026. Hingga hari ini, diketahui masih ada sejumlah siswa yang belum melakukan daftar ulang di jenjang SD dan SMP, khususnya siswa yang berdomisili di dalam Kota Madiun. Kabid Kurikulum, Pembinaan Bahasa, dan Sastra Dinas Pendidikan Kota […]

    Bagikan
  • Kampanye Hidup Sehat pada Hari Tanpa Tembakau Sedunia 

    Kampanye Hidup Sehat pada Hari Tanpa Tembakau Sedunia 

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Upaya mengedukasi masyarakat tentang gaya hidup sehat terus digalakkan. Salah satunya melalui peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) yang digelar pada Minggu (01/06/2026) di Jalan Taman Praja Kota Madiun. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Madiun ini bersama mahasiswa kesehatan […]

    Bagikan
  • Sukar Dinyatakan Alami Skizofrenia Paranoida, Penyidikan Dihentikan

    Sukar Dinyatakan Alami Skizofrenia Paranoida, Penyidikan Dihentikan

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Polisi memastikan terduga pelaku pembunuhan pasangan suami istri di Desa Pomahan, Kecamatan Pulung, Ponorogo, mengalami gangguan jiwa berat. Hal itu disampaikan Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali, usai menerima hasil pemeriksaan medis dari rumah sakit jiwa. Menurut Imam Mujali, hasil pemeriksaan kejiwaan menyimpulkan bahwa pelaku, Sukar (35), mengalami skizofrenia paranoida, yang […]

    Bagikan
  • Satu Mobil dan Dua Sepeda Motor Terlibat Kecelakaan Beruntun di Ngawi, 6 Orang Luka

    Satu Mobil dan Dua Sepeda Motor Terlibat Kecelakaan Beruntun di Ngawi, 6 Orang Luka

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 297
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kecelakaan beruntun yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda motor terjadi di jalan raya wilayah Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Selasa (5/5/2026) sekitar pukul 15.45 WIB. Peristiwa ini mengakibatkan enam orang mengalami luka, termasuk dua anak-anak yang merupakan penumpang mobil. Sejumlah korban terlihat tergeletak di lokasi kejadian […]

    Bagikan
  • Kejanggalan Mayat Pria di Bengawan Madiun, Masih Berpakaian Lengkap

    Kejanggalan Mayat Pria di Bengawan Madiun, Masih Berpakaian Lengkap

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat mister x di aliran Bengawan Madiun, Kamis (14/08/2025) petang. Korban berjenis kelamin laki laki dan sampai saat ini masih belum diketahui identitasnya. Peristiwa itu pertama kali dilaporkan warga sekitar pukul 17.00 WIB. Petugas Polsek Sawahan bersama Unit Reskrim […]

    Bagikan
  • Jumlah Kasus PMK Terus Meningkat, 91 Ekor Ternak Mati di Ngawi

    Jumlah Kasus PMK Terus Meningkat, 91 Ekor Ternak Mati di Ngawi

    • calendar_month Selasa, 14 Jan 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Jumlah kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di Ngawi terus mengalami peningkatan. Hingga Senin (13/1/2025) tercatat sudah ada 714 kasus PMK dengan 91 ekor ternak yang mati akibat wabah tersebut. Meskipun demikian, 381 ekor ternak dilaporkan sudah sembuh dari penyakit ini. “Wabah PMK memang sudah meluas tidak […]

    Bagikan
expand_less