Berita Terkini
Trending Tags

Ratusan Umat Kampung Budha Khusyuk, Tangis Haru Iringi Momen Saling Memaafkan

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
  • visibility 27
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Tangis haru mengiringi perayaan Waisak di kampung budha, Foto : Ega Patria – Sinergia

Sinergia | Kab. Ponorogo – Siapa sangka, di ujung barat Kabupaten Ponorogo terdapat sebuah kampung yang mayoritas warganya memeluk agama Budha. Dusun Sodong, yang berada di Desa Gelang Kulon, Kecamatan Sampung, kerap disebut sebagai “Kampung Budha” karena jumlah umat Budha di kawasan ini cukup besar.

Di dusun ini berdiri satu vihara yang menjadi pusat ibadah dan kegiatan keagamaan, yakni Vihara Dharma Dwipa. Letaknya cukup terpencil, sekitar 20 kilometer dari pusat kota Ponorogo. Meski demikian, semangat warga untuk menjalankan ibadah tetap tinggi, terutama di momen suci Hari Raya Waisak.

Pada Selasa (13/05/2025), sekitar pukul 09.00 WIB, setidaknya 150 umat Budha dari berbagai penjuru dusun berkumpul di vihara tersebut untuk merayakan Waisak. Perayaan dimulai dengan ritual sembahyang, lalu dilanjutkan dengan prosesi saling memaafkan antar umat.

Tangis haru pecah saat momen memaafkan berlangsung. Warga saling berpelukan, meluapkan perasaan, dan menyatu dalam suasana penuh kedamaian.

“Kami merasa sangat bahagia dan terharu bisa berkumpul dan saling memaafkan di hari suci ini,” ujar Sukarti, salah satu umat Budha yang hadir.

Menariknya, kampung ini tak hanya dihuni umat Budha, namun sebagian warga Dusun Sodong memeluk agama Islam. Meski berbeda keyakinan, kehidupan di kampung ini sangat rukun dan penuh toleransi.

“Kerukunan itu sudah jadi bagian dari kehidupan kami. Perbedaan agama tidak pernah menjadi penghalang,” kata Suwandi, Kepala Vihara Dharma Dwipa Sodong.

Sebagai penutup perayaan, panitia melakukan pelepasan sepuluh ekor burung ke alam bebas. Ritual ini melambangkan pelepasan sifat-sifat buruk dan harapan akan kehidupan yang lebih damai dan harmonis.

Waisak di Kampung Budha Ponorogo menjadi bukti nyata bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah, tetapi justru bisa menjadi kekuatan untuk saling menghargai dan hidup berdampingan dalam kedamaian.

Ega Patria – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puncak Arus Mudik Nataru, 900 Unit Bus Masuk di Terminal Purboyo Madiun

    Puncak Arus Mudik Nataru, 900 Unit Bus Masuk di Terminal Purboyo Madiun

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Ribuan penumpang turun dan berangkat dari Terminal Tipe A Purboyo Madiun dalam masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Sesuai data, puncak kedatangan penumpang tercatat pada Kamis (25/12/2025) atau hari H Natal dengan jumlah armada bus masuk terminal sekitar 900 unit. Angka tersebut melonjak dibandingkan momentum Natal tahun […]

    Bagikan
  • Tegas, Ini Arahan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy kepada Prajuritnya

    Tegas, Ini Arahan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy kepada Prajuritnya

    • calendar_month Selasa, 27 Mei 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Sinergia | Tulungagung – Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin menekankan agar seluruh prajurit dan PNS di jajarannya tidak berbuat pelanggaran sekecil apapun. Baik itu judi online, narkoba, dan jenis-jenis pelanggaran lainnya.  “Kita bukan tentara, bukan PNS kemarin sore, sudah bertahun-tahun kita jadi tentara, jadi PNS, aturan dari dulu sampai sekarang di lingkungan kita (TNI) […]

    Bagikan
  • Jumlah Kasus PMK Terus Meningkat, 91 Ekor Ternak Mati di Ngawi

    Jumlah Kasus PMK Terus Meningkat, 91 Ekor Ternak Mati di Ngawi

    • calendar_month Selasa, 14 Jan 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Jumlah kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di Ngawi terus mengalami peningkatan. Hingga Senin (13/1/2025) tercatat sudah ada 714 kasus PMK dengan 91 ekor ternak yang mati akibat wabah tersebut. Meskipun demikian, 381 ekor ternak dilaporkan sudah sembuh dari penyakit ini. “Wabah PMK memang sudah meluas tidak […]

    Bagikan
  • Safari Ramadan Pangdam V/Brawijaya dengan Prajurit, ASN dan Persit Korem 081/DSJ

    Safari Ramadan Pangdam V/Brawijaya dengan Prajurit, ASN dan Persit Korem 081/DSJ

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Safari Ramadan Pangdam V/Brawijaya bersama dengan prajurit, ASN dan Persit Korem 081/DSJ digelar di Pahlawan Business Center (PBC) Kota Madiun, Senin (17/3/2025). Pangdam, Mayjen TNI Rudy Saladin dalam sambutan tertulisnya menyinggung makna dari menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadan. “Sebagaimana kita ketahui, puasa di samping sebagai ibadah juga dapat melatih […]

    Bagikan
  • Optimalisasi Lahan Terbatas, DKPP Kota Madiun Dorong Pertanian Terpadu

    Optimalisasi Lahan Terbatas, DKPP Kota Madiun Dorong Pertanian Terpadu

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun terus berinovasi dalam mewujudkan ketahanan pangan daerah meski dengan keterbatasan lahan. Melalui konsep integrated farming atau pertanian terpadu, DKPP berupaya memaksimalkan pemanfaatan lahan yang ada agar tetap produktif. Kepala DKPP Kota Madiun, Totok Sugiarto, menjelaskan bahwa wilayah Kota Madiun tergolong kecil dengan […]

    Bagikan
  • Kondisi Jembatan Ngaglek Magetan Mengkhawatirkan, Akses Vital Warga Butuh Perbaikan Segera

    Kondisi Jembatan Ngaglek Magetan Mengkhawatirkan, Akses Vital Warga Butuh Perbaikan Segera

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kondisi Jembatan Ngaglek di Desa Ngaglek, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, kian memprihatinkan. Jembatan berbahan kayu yang dibangun pada 2007 itu mengalami kerusakan parah akibat termakan usia dan dinilai tidak lagi layak dilalui karena membahayakan keselamatan warga. Sejumlah papan kayu jembatan tampak lapuk dan licin. Kondisi tersebut bahkan pernah menyebabkan insiden nyaris […]

    Bagikan
expand_less