Berita Terkini
Trending Tags

13 Ribu Pengangguran Menanti Pekerjaan, Pemkab Magetan Genjot Sistem Digital Ketenagakerjaan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
  • visibility 107
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
13 Ribu Pengangguran Menanti Pekerjaan, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Kab. Magetan – Sebuah ironi terjadi di Kabupaten Magetan. Belasan ribu kursi kerja kosong, namun ribuan pencari kerja masih belum terserap. Data terbaru mencatat, 16.000 lowongan kerja tersedia, tetapi 13.000 warga tercatat masih menganggur.

Kondisi ini membuka mata Pemerintah Kabupaten Magetan untuk segera membenahi sistem penyaluran tenaga kerja. Salah satu langkah nyata dilakukan lewat peluncuran Magetan Job Fair (MJF) 2025 yang digelar di GOR Ki Mageti sejak Selasa (10/06/2025) lalu.

Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, yang membuka gelaran tersebut menyoroti akar persoalan. Yakni buruknya koneksi antara dunia usaha dan pencari kerja.

“Lowongan ada, pengangguran juga ada, tapi tidak ketemu. Ini karena tidak ada sistem yang menghubungkan secara akurat,” tegasnya.

Menurut Suyatni, tanpa data terintegrasi, perusahaan dan pencari kerja seolah berjalan di jalur yang berbeda. Alhasil, ribuan posisi kerja tetap kosong meskipun banyak warga mencari pekerjaan.

Untuk menjawab tantangan itu, Suyatni memerintahkan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Magetan membangun sistem digital ketenagakerjaan terpadu. Sistem ini dirancang agar mampu mencatat lowongan dan jumlah pengangguran secara real-time, memadankan kualifikasi pelamar dengan kebutuhan perusahaan, dan menjangkau area yang lebih luas, melebihi metode konvensional.

“Kalau tidak ada sistem terpadu, ya begini terus. Harus ada perubahan cara kerja,” tegas Wabup.

Menanggapi arahan tersebut, Kepala Disnaker Magetan, Arif Ridwan, menyatakan siap berbenah. Ia menyebut sistem baru nanti bukan hanya database, tetapi jembatan aktif antara dua pihak yang selama ini tak terkoneksi secara efisien.

“Job fair ke depan bukan sekadar kumpul-kumpul, tapi benar-benar menyerap tenaga kerja,” ujarnya.

Arif memastikan bahwa transformasi digital dalam layanan ketenagakerjaan akan mempercepat proses rekrutmen, menyederhanakan birokrasi, dan memperluas akses informasi hingga ke pelosok desa.

Langkah ini juga diharapkan mampu mengubah paradigma rekrutmen di Magetan, dari cara-cara manual dan terbatas menjadi sistem yang berbasis teknologi dan inklusif

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tipu Janda Lewat TikTok, Pria 55 Tahun asal Madiun Nyaru Anggota TNI

    Tipu Janda Lewat TikTok, Pria 55 Tahun asal Madiun Nyaru Anggota TNI

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Seorang pria berinisial P (55), warga Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, ditangkap aparat Kepolisian Sektor Maospati karena diduga melakukan penipuan terhadap seorang janda dengan modus menyamar sebagai anggota TNI. Kanit Reskrim Polsek Maospati, Iptu Sardi, menyatakan bahwa pelaku diamankan pada Senin (16/06/2025) di rumahnya di wilayah Kabupaten Madiun. Penangkapan ini merupakan […]

    Bagikan
  • Polres Ngawi Amankan Truk Bermuatan 3 Ton Pupuk Subsidi Tanpa Dokumen Resmi

    Polres Ngawi Amankan Truk Bermuatan 3 Ton Pupuk Subsidi Tanpa Dokumen Resmi

    • calendar_month Sabtu, 5 Apr 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Satreskrim Polres Ngawi mengungkap kasus penyalahgunaan pupuk bersubsidi jenis Urea dan Phonska, yang dilakukan oleh pelaku berinisial R bin R (58) dan AR bin NF (25). Keduanya, beralamat di Desa Karanganyar Kecamatan Reban Kabupaten Batang Provinsi Jawa Tengah. Kasus ini bermula, pada Selasa (04/03/2025) sekira pukul 19.00 WIB, Tim Tiger […]

    Bagikan
  • Warga Terdampak Relokasi Pasar Hewan Pahingan Merasa Diabaikan

    Warga Terdampak Relokasi Pasar Hewan Pahingan Merasa Diabaikan

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan — Kekecewaan mendalam dirasakan warga lingkungan Totog, Kecamatan Maospati, Magetan, yang terdampak relokasi pembangunan pasar hewan Pahingan. Dalam kunjungan lapangan yang dilakukan Komisi B DPRD Magetan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), warga menilai tidak ada itikad untuk berdialog langsung dengan mereka. Sidak yang digadang-gadang sebagai bentuk pengawasan justru berlangsung eksklusif, […]

    Bagikan
  • Produksi Beduk di Magetan Anjlok 90 Persen, Pengrajin Terpaksa Turunkan Harga

    Produksi Beduk di Magetan Anjlok 90 Persen, Pengrajin Terpaksa Turunkan Harga

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Sinergia Magetan – Usaha pembuatan beduk di Kabupaten Magetan tengah menghadapi masa paling berat dalam hampir tiga dekade terakhir. Produksi beduk yang biasanya meningkat menjelang bulan Ramadan, justru anjlok hingga 90 persen dibanding tahun sebelumnya. Seperti yang dialami Apung, pengrajin beduk asal Desa Sugihwaras, Kecamatan Maospati, yang sudah menekuni kerajinan tersebut sejak 1997. Ia menyebut […]

    Bagikan
  • Polemik TK Islam Masyitoh, Pemkot Madiun Sarankan Cari Lokasi Alternatif

    Polemik TK Islam Masyitoh, Pemkot Madiun Sarankan Cari Lokasi Alternatif

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun angkat bicara terkait polemik penggunaan fasilitas pendidikan oleh TK Islam Masyitoh di atas aset milik PCNU Kota Madiun di Jalan Alun-Alun Barat. Melalui Asisten Administrasi Pembangunan dan Umum Sekretariat Daerah Kota Madiun, Totok Sugiarto, Pemkot menegaskan telah mengambil langkah koordinatif untuk mencari solusi terbaik. Totok menjelaskan, […]

    Bagikan
  • Perempuan Paruh Baya Diduga Hanyut Saat Buang Hajat di Sungai

    Perempuan Paruh Baya Diduga Hanyut Saat Buang Hajat di Sungai

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Warga Desa Cantel, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, digemparkan dengan hilangnya seorang perempuan bernama Sri Wahyuni (53) pada Rabu (22/10/2025) sore. Ia dilaporkan tak kembali ke rumah setelah pamit buang hajat ke sungai yang berjarak sekitar 80 meter dari tempat tinggalnya. Hingga malam hari, keberadaan Sri Wahyuni belum juga diketahui. […]

    Bagikan
expand_less