Berita Terkini
Trending Tags

Koperasi Desa Merah Putih Belum Bisa Ajukan Pinjaman, Terkendala Dokumen Kelembagaan

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
  • visibility 23
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Jajaran Pemerintah Kabupaten Madiun Bersama Ratusan Kepala Desa Mengikuti seremonial peresmian Koperasi Desa / Kelurahan Merah Putih, Foto : Tova – Sinergia

Sinergia | Kab. Madiun – Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih di Kabupaten Madiun belum dapat mengakses fasilitas pinjaman dari bank pemerintah karena terkendala kelengkapan dokumen kelembagaan. Padahal, sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 49 Tahun 2025 tentang Tata Cara Pinjaman dalam Rangka Pendanaan Kopdeskel Merah Putih, koperasi ini berhak mengajukan pinjaman hingga Rp3 miliar.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disdagkop UM) Kabupaten Madiun, Indra Setyawan, mengatakan hingga awal Agustus 2025 belum ada satu pun Kopdeskel di wilayahnya yang mengajukan pinjaman. Pasalnya, sejumlah dokumen administratif yang menjadi syarat utama masih dalam proses penyusunan.

“Belum ada yang mengajukan karena syaratnya belum lengkap, terutama dokumen seperti NPWP, NIB, hingga anggaran rumah tangga Kopdeskel,” ujar Indra saat ditemui, Jumat (01/08/2025).

Selain kelengkapan administrasi, pengajuan pinjaman juga harus didukung hasil musyawarah desa atau kelurahan, serta mendapat persetujuan dari kepala desa atau Bupati Madiun. Indra menambahkan bahwa pihaknya siap memfasilitasi proses pengurusan izin ke kepala daerah, namun tidak berwenang memberikan rekomendasi terkait pencairan pinjaman.

“Untuk perizinan ke bupati bisa kami bantu. Tapi keputusan akhir tetap pada pihak bank pemerintah yang ditunjuk,” jelasnya.

Kepala Bidang Koperasi Disdagkop UM Kabupaten Madiun, Dwi Sulistyorini, menjelaskan bahwa besaran pinjaman akan disesuaikan dengan kapasitas usaha dan potensi masing-masing Kopdeskel. Artinya, tidak semua koperasi akan mendapat jumlah pinjaman yang sama.

“Untuk saat ini, bank yang ditunjuk sebagai penyalur adalah BRI dan BNI. Namun, sebelum itu, kami harus menyelesaikan semua dokumen kelembagaan terlebih dahulu,” ungkap Dwi.

Ia juga menegaskan bahwa meski seluruh dokumen telah rampung, Kopdeskel tetap harus mengikuti regulasi yang ditetapkan pemerintah pusat. Hal ini karena program Kopdeskel Merah Putih merupakan program lintas kementerian yang memerlukan koordinasi dan penyesuaian kebijakan.

“Program ini terintegrasi secara nasional, jadi tidak bisa langsung jalan begitu saja. Ada proses yang harus ditempuh sesuai arahan pusat,” tandasnya.

Tova Pradana – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puluhan Relawan Bersihkan Sampah dan Bambrongan Bambu Sungai Brangkal untuk Cegah Banjir 

    Puluhan Relawan Bersihkan Sampah dan Bambrongan Bambu Sungai Brangkal untuk Cegah Banjir 

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 1.098
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Puluhan relawan lintas sektor melakukan aksi bersih-bersih di aliran Sungai Brangkal, Desa Dagangan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Rabu (10/09/2025). Kegiatan difokuskan pada pembersihan bambu dan sampah yang menyangkut di tiang jembatan guna mencegah penyumbatan aliran air saat musim hujan. Aksi gotong royong ini melibatkan Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Madiun, […]

    Bagikan
  • Anggaran Pembangunan di Magetan Hanya 9,67 Persen, DPRD Kritik Keras

    Anggaran Pembangunan di Magetan Hanya 9,67 Persen, DPRD Kritik Keras

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Alokasi anggaran pembangunan atau belanja modal dalam Rancangan Perubahan APBD (P-APBD) 2025 Kabupaten Magetan kembali menuai kritik tajam. Dari delapan fraksi yang menyampaikan pandangan umum, mayoritas menyoroti porsi belanja modal yang hanya 9,67 persen dari total anggaran. DPRD menilai angka tersebut terlalu kecil untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur. Sebagai perbandingan, pada […]

    Bagikan
  • Banyak Permasalahan Aset di Bumi Kampung Pesilat, Komisi C bakal panggil BPKAD

    Banyak Permasalahan Aset di Bumi Kampung Pesilat, Komisi C bakal panggil BPKAD

    • calendar_month Rabu, 8 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Polemik Permasalahan tukar guling aset Pemerintah Kabupaten Madiun dengan Pemerintah Desa Purwosari kian panjang. Komisi C DPRD Kabupaten Madiun bakal menginventarisir permasalahan aset yang kian menahun menjadi catatan dalam audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Ketua komisi C DPRD Kabupaten Madiun  Rudi Triswahono menjelaskan pihaknya akan membahas bersama internal komisi. Serta […]

    Bagikan
  • Antusias Warga Serbu Gerakan Pasar Murah di Bakorwil Madiun

    Antusias Warga Serbu Gerakan Pasar Murah di Bakorwil Madiun

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Antusiasme warga tampak tinggi dalam gelaran Gerakan Pangan Murah yang berlangsung di halaman Bakorwil Madiun, Selasa (14/10/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur yang digelar serentak di berbagai wilayah. Kabid Pembangunan Ekonomi Bakorwil I Madiun, Cicilia Satyarini Yuliarsi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut terselenggara […]

    Bagikan
  • Harlah Pancasila, Danrem 081/DSJ : Perbedaan Adalah Kekuatan, Bukan Pemecah Belah

    Harlah Pancasila, Danrem 081/DSJ : Perbedaan Adalah Kekuatan, Bukan Pemecah Belah

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Sinergia | Blitar – Sebagai bangsa yang besar dan kaya akan keberagaman, bangsa Indonesia Indonesia memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang memiliki arti berbeda-beda tetapi tetap satu. Keberagaman suku, agama, bahasa, budaya, dan adat istiadat yang dimiliki hendaknya bukanlah menjadi perbedaan dan pengahalang, namun hendaknya dijadikan sebagai kekayaan bangsa dan modal utama untuk terus memperkuat […]

    Bagikan
  • Warga Terdampak Relokasi Pasar Hewan Pahingan Merasa Diabaikan

    Warga Terdampak Relokasi Pasar Hewan Pahingan Merasa Diabaikan

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan — Kekecewaan mendalam dirasakan warga lingkungan Totog, Kecamatan Maospati, Magetan, yang terdampak relokasi pembangunan pasar hewan Pahingan. Dalam kunjungan lapangan yang dilakukan Komisi B DPRD Magetan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), warga menilai tidak ada itikad untuk berdialog langsung dengan mereka. Sidak yang digadang-gadang sebagai bentuk pengawasan justru berlangsung eksklusif, […]

    Bagikan
expand_less