Kamis, 22 Okt 2026
Trending Tags

Koperasi Merah Putih di Magetan: Antara Harapan dan Ketidakpastian

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
  • visibility 274
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Salah satu Program Koperasi Merah Putih di Desa Magental, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Di atas kertas, Program Koperasi Merah Putih (KMP) digadang-gadang menjadi lokomotif ekonomi desa. Tapi di lapangan, program ini justru terhenti sebelum benar-benar berjalan. Di Kabupaten Magetan, hanya satu dari 235 koperasi yang aktif, dan itu pun berdiri tanpa sepeser pun bantuan dari pemerintah.

Di tengah ambisi besar memberdayakan ekonomi rakyat melalui koperasi, Desa Mategal di Kecamatan Parang justru diam-diam bergerak. Satu koperasi di sana telah beroperasi secara mandiri, hanya bermodal semangat dan iuran dari masyarakat. Bukan karena program berjalan sempurna, tapi karena mereka tak mau terus menunggu yang belum pasti.

“Sekarang masih pakai dana dari anggota. Tapi dukungan masyarakat cukup bagus,” kata Pj. Sekda Magetan, Muchtar Wahid, Selasa (05/08/2025).

Dari ratusan koperasi yang terdaftar, sebagian besar masih ‘mati suri’. Penyebabnya bukan kurangnya minat atau kemampuan, tetapi ketiadaan regulasi yang membuat perangkat desa enggan bergerak. “Yang sudah ngurus izin baru sekitar 60-an koperasi. Tapi yang benar-benar berani jalan baru satu. Sisanya menunggu juklak dan juknis dari pusat,” ungkap Muchtar.

Penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) untuk permodalan koperasi menjadi isu sensitif. Tanpa dasar hukum yang jelas, kepala desa takut disalahkan jika terjadi kesalahan administrasi. “Mereka takut pakai dana desa. Kalau belum ada juknis, nanti malah jadi temuan,” tambahnya.

Desa Mategal menunjukkan bahwa program bisa dijalankan tanpa harus menunggu. Tapi di sisi lain, ketidakpastian dari pemerintah pusat justru berpotensi mematikan semangat desa-desa lain yang masih menanti kepastian hukum. Padahal, semangat dan harapan masyarakat sudah mulai tumbuh. Jika terus dibiarkan menggantung, bukan tidak mungkin program ini akan dilabeli sebagai proyek gagal.

“Kalau masyarakat sudah semangat tapi pusatnya lambat, ya percuma. Harusnya ada sinergi,” pungkas Muchtar.

Kini, nasib Program Koperasi Merah Putih di Magetan berada di persimpangan. Di satu sisi, desa-desa penuh harap akan hadirnya solusi ekonomi berbasis koperasi. Di sisi lain, regulasi yang tak kunjung turun membuat semua itu sekadar wacana.

Jika pemerintah pusat tak segera menuntaskan aturan mainnya, KMP hanya akan menjadi mimpi kolektif yang perlahan dilupakan. Sementara itu, Desa Mategal tetap berjalan—pelan, mandiri, dan penuh tekad.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Blangko E-KTP di Ponorogo Menipis, Masyarakat Diminta Aktifkan IKD

    Blangko E-KTP di Ponorogo Menipis, Masyarakat Diminta Aktifkan IKD

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Sinergia – Kab Ponorogo| Ketersediaan blangko E-KTP di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Ponorogo dilaporkan semakin terbatas di awal tahun 2025 Ini. Stok yang ada diperkirakan hanya mencukupi untuk dua hari ke depan. Seperti yang diungkapkan oleh Sekretaris Dispendukcapil Ponorogo, Heroe Purwanto di ruang kerjanya Senin (13/01/2025). “Keterbatasan ini sudah terjadi cukup lama, […]

    Bagikan
  • Sugiri Sancoko Divonis 6 Tahun 6 Bulan Penjara dalam Kasus Suap dan Jual Beli Jabatan

    Sugiri Sancoko Divonis 6 Tahun 6 Bulan Penjara dalam Kasus Suap dan Jual Beli Jabatan

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Sinergia | Surabaya — Terdakwa dugaan kasus suap, gratifikasi, serta jual beli jabatan dan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Sugiri Sancoko, divonis 6 tahun 6 bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jumat (14/8/2026). Sidang pembacaan putusan berlangsung di Ruang Sidang Cakra. Vonis tersebut lebih ringan dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum […]

    Bagikan
  • Sahur Bareng di Pos Exit Tol Madiun, Danrem Tekankan Komitmen TNI-Polri Selama Libur Lebaran

    Sahur Bareng di Pos Exit Tol Madiun, Danrem Tekankan Komitmen TNI-Polri Selama Libur Lebaran

    • calendar_month Sabtu, 29 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Danrem 081/DSJ, Kolonel Arm Untoro Hariyanto sahur bareng dengan personel TNI-Polri dan petugas lainnya di pos pengamanan exit tol Dumpil, Madiun, Sabtu (29/03/2025). Ia menyebut, hal itu merupakan bentuk kebersamaan di antara mereka. “Kegiatan yang sudah diprakarsai oleh pak Dandim dan pak Kapolres ini sangat bagus, walaupun hanya makan sahur […]

    Bagikan
  • Demo di DPRD Kota Madiun Ricuh, Massa Rusak Pagar dan Polisi Semprotkan Water Cannon

    Demo di DPRD Kota Madiun Ricuh, Massa Rusak Pagar dan Polisi Semprotkan Water Cannon

    • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Demonstrasi ribuan massa dari berbagai elemen—mahasiswa, pengemudi ojek online, hingga warga umum—di depan Gedung DPRD Kota Madiun berujung ricuh pada Sabtu (30/08/2025). Massa melemparkan batu hingga botol air kearah gedung wakil rakyat. Pihak kepolisian yang berjaga dan koordinator aksi berusaha meredam aksi anarkis massa. Usai kericuhan meredam, perwakilan massa melakukan […]

    Bagikan
  • Disdukcapil Kab. Madiun Luncurkan Program “Senopati”, Permudah Layanan Kependudukan Digital

    Disdukcapil Kab. Madiun Luncurkan Program “Senopati”, Permudah Layanan Kependudukan Digital

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Sinegia | Kab. Madiun – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Madiun meluncurkan program inovatif bernama SENOPATI (Sistem Online Pelayanan Kependudukan Terintegrasi) pada Senin (02/06/2025). Peluncuran tersebut digelar di Pendopo Graha Muda dan dihadiri langsung oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto, bersama Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi dan jajaran camat serta kepala desa se-Kabupaten […]

    Bagikan
  • Mengejutkan, Kepala Desa Taji Magetan Mengajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya

    Mengejutkan, Kepala Desa Taji Magetan Mengajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 305
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Menjelang tutup tahun 2025, Pemerintahan Desa Taji, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, diguncang kabar mengejutkan. Kepala Desa Taji, Sigit Supriyadi, diketahui mengajukan pengunduran diri secara resmi melalui surat yang ditandatangani pada 19 Desember 2025 di atas materai. Dalam dokumen tersebut, Sigit menyampaikan permohonan izin mengundurkan diri tanpa paksaan pihak mana pun. Ia […]

    Bagikan
expand_less