Berita Terkini
Trending Tags

Arah RKPD 2027 Dipaparkan, Pemkab Magetan Fokus Perkuat SDM, Infrastruktur, dan Ekonomi Berbasis Potensi Lokal

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
  • visibility 211
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Musrenbang RKPD 2027 di Pendopo Surya Graha Magetan, (26/3), Foto : Kusnanto

Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan membeberkan arah kebijakan dan prioritas pembangunan dalam Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027 melalui forum Musrenbang yang digelar di Pendopo Surya Graha, Kamis (26/3/2026). Rancangan tersebut mencerminkan keseriusan pemerintah untuk mempercepat pembangunan daerah dengan menitikberatkan pada peningkatan sumber daya manusia (SDM), pemerataan infrastruktur, serta penguatan sektor ekonomi berbasis potensi lokal.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Magetan, Eko Murianto, mengungkapkan bahwa penyusunan RKPD tahun 2027 didasarkan pada evaluasi kinerja pembangunan periode sebelumnya yang menunjukkan sejumlah perkembangan positif.

Pertumbuhan ekonomi Magetan pada 2025 mencapai 5,41 persen, tertinggi sejak 2018, dengan struktur ekonomi yang tetap didominasi sektor pertanian sebesar 27,52 persen, perdagangan 16,09 persen, industri pengolahan 12,48 persen, dan konstruksi sebesar 7,69 persen.

Menurut Eko, tren tersebut membuktikan bahwa Magetan memiliki daya tahan ekonomi yang baik, terutama pada sektor-sektor tradisional. Namun ia menegaskan bahwa Magetan tidak boleh berhenti pada capaian tersebut.

“Pertumbuhan ekonomi kita baik, tetapi belum cukup kuat jika tidak dibarengi hilirisasi yang memberikan nilai tambah. Ke depan, kami ingin memastikan hasil pertanian kita tidak hanya dijual mentah, tetapi dapat diolah sehingga memberikan manfaat ekonomi lebih besar,” jelasnya.

Eko menambahkan bahwa peningkatan indikator sosial juga menjadi catatan penting dalam perencanaan 2027. Tingkat kemiskinan turun menjadi 9,14 persen pada 2025, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik hingga 77,58. 

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa masih terdapat kesenjangan dalam layanan dasar pendidikan dan kesehatan, serta persoalan stunting dan TBC yang perlu mendapatkan perhatian khusus. 

“IPM naik, kemiskinan turun, tapi masih banyak warga yang belum mendapatkan akses pendidikan dan kesehatan optimal. Ini yang akan kami perbaiki dalam perencanaan 2027,” ujarnya.

Dalam RKPD 2027, pemerintah menargetkan IPM meningkat menjadi 78,09, kemiskinan turun hingga 8,24 persen, dan tingkat pengangguran terbuka ditekan menjadi 2,98 persen. Pemerintah juga menargetkan pertumbuhan sektor akomodasi dan makanan-minuman mencapai 7,37 persen, seiring strategi penguatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Tidak hanya pada sisi ekonomi dan SDM, pemerintah juga menegaskan pentingnya pemerataan infrastruktur untuk membuka akses ekonomi baru. Pembangunan dan peningkatan ruas jalan, penguatan layanan air minum dan sanitasi, rehabilitasi embung, serta percepatan penyediaan hunian layak menjadi bagian dari prioritas pada tahun perencanaan. 

“Kami ingin memastikan desa-desa yang selama ini belum tersambung akses ekonominya, dapat terhubung dengan pusat-pusat pertumbuhan. Infrastruktur adalah pondasi untuk membuka peluang usaha dan menekan kemiskinan,” kata Eko menegaskan.

Lebih jauh, ia menerangkan bahwa Magetan juga akan memperkuat modernisasi birokrasi melalui digitalisasi layanan publik dan optimalisasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Menurutnya, pelayanan publik yang cepat, akurat, dan transparan merupakan kebutuhan mendesak agar pemerintah dapat merespons kebutuhan masyarakat secara efektif. 

“Kami sedang menyiapkan transformasi digital di banyak layanan. Pemerintah harus hadir dengan cepat, tepat, dan efisien. Itu bagian penting dari reformasi birokrasi yang kami dorong,” tuturnya.

Di sisi lain, sektor pariwisata juga disiapkan sebagai pendorong ekonomi baru. Revitalisasi kawasan Telaga Sarangan dan Pasar Sayur diupayakan memperoleh dukungan pendanaan dari pemerintah pusat agar mampu memberikan dampak lebih luas bagi UMKM dan pelaku wisata. 

“Sarangan adalah ikon Magetan. Jika kami bisa meningkatkan kualitasnya, dampaknya akan terasa bukan hanya bagi wisatawan, tetapi juga bagi pedagang dan UMKM di sekitarnya,” ujar Eko.

Menutup paparannya, Eko Murianto menekankan bahwa RKPD 2027 tidak sekadar dokumen teknis, tetapi merupakan komitmen pemerintah untuk menghadirkan pembangunan yang lebih inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan. 

“Kami ingin Magetan menjadi daerah yang nyaman, maju, dan tetap menjaga keberlanjutan lingkungan. Semua program dan target ini kami susun agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (Nan)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Arrachmando

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jembatan Roboh, Warga Terpaksa Melintasi Jembatan Bambu

    Jembatan Roboh, Warga Terpaksa Melintasi Jembatan Bambu

    • calendar_month Sabtu, 29 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Hujan deras yang mengguyur Ponorogo sepanjang hari menyebabkan Jembatan Mingging di Desa Grogol, Kecamatan Sawoo, roboh pada Sabtu (29/03/2025) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB. Jembatan sepanjang 12 meter dengan lebar 6 meter itu tak mampu menahan derasnya arus sungai yang meluap akibat curah hujan tinggi. Akibatnya, ratusan warga di Dusun […]

    Bagikan
  • Dana RT di Magetan Belum Cair Jelang Lebaran, Pemkab Tunggu Aturan Teknis dari Provinsi

    Dana RT di Magetan Belum Cair Jelang Lebaran, Pemkab Tunggu Aturan Teknis dari Provinsi

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Rencana pencairan bantuan dana untuk rukun tetangga (RT) di Kabupaten Magetan menjelang Hari Raya Idulfitri dipastikan belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan masih menunggu rampungnya regulasi dari pemerintah provinsi sebagai dasar pelaksanaan program tersebut. Wakil Bupati Magetan, Suyatni Prihasmoro, menyampaikan bahwa hingga kini proses administrasi masih berada […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Dorong Kreativitas Generasi Muda Lewat “Sore di Kabupaten” Session 2

    Pemkab Madiun Dorong Kreativitas Generasi Muda Lewat “Sore di Kabupaten” Session 2

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga terus mendorong ruang ekspresi bagi generasi muda kreatif lewat event “Sore di Kabupaten (SDK)” Session 2 yang resmi dibuka di Alun-Alun Reksogati, Caruban, Jumat (24/4/2026). Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar hiburan. “SDK Session 2 ini kami rancang […]

    Bagikan
  • Harga Cabai Masih Tinggi, Tembus Rp. 90 Ribu Per Kg

    Harga Cabai Masih Tinggi, Tembus Rp. 90 Ribu Per Kg

    • calendar_month Jumat, 10 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 241
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Harga cabai rawit di pasar tradisional Ponorogo masih tinggi. Seperti di Pasar Legi, harga cabai mencapai sekitar Rp. 85.000 ribu hingga Rp. 90.000 ribu per kilogram. Hingga kini, harga komoditi tersebut fluktuatif. “Cabai itu kan dulu hanya Rp. 40.000 ribu per kilogram, kini Rp. 88.000 ribu per kilogram. Tidak setinggi […]

    Bagikan
  • Arus Mudik Mulai Terasa, Kendaraan Keluar Gerbang Tol Madiun Naik 7,77 Persen

    Arus Mudik Mulai Terasa, Kendaraan Keluar Gerbang Tol Madiun Naik 7,77 Persen

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 296
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Arus mudik Lebaran 1447 Hijriah mulai terlihat di ruas jalan tol wilayah Madiun. Volume kendaraan yang keluar melalui Gerbang Tol (GT) Madiun tercatat meningkat menjelang H-5 Hari Raya Idulfitri. Berdasarkan data PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK), pada Senin (16/3/2026), ribuan kendaraan tercatat keluar melalui GT Madiun. Angka tersebut mengalami kenaikan […]

    Bagikan
  • KPU Ponorogo Gelar FGD Evaluasi Pemilihan Serentak 2024

    KPU Ponorogo Gelar FGD Evaluasi Pemilihan Serentak 2024

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ponorogo menggelar Focus Group Discussion (FGD) guna menyusun laporan evaluasi pelaksanaan Pemilihan Serentak 2024. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Amaris Ponorogo pada Selasa (25/02/2025) dan menghadirkan empat akademisi sebagai narasumber. Ketua KPU Ponorogo, R. Gaguk Ika Prayitna, menjelaskan diskusi ini terbagi dalam empat sesi. Pembahasan […]

    Bagikan
expand_less