Bantuan Pangan 30 Kg Mulai Disalurkan ke 11.625 Keluarga di Kota Madiun
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 82
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun — Bantuan pangan berupa beras mulai disalurkan kepada 11.625 keluarga penerima bantuan pangan di Kota Madiun pada Kamis (20/8/2026). Seperti Penyaluran di Kelurahan Kanigoro, Rejomulyo hingga Pilangbango yang dilakukan Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun bersama Perum Bulog Madiun. Masing-masing penerima akan mendapatkan total 30 kilogram beras untuk alokasi tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September 2026.
Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun mengatakan bantuan tersebut merupakan program pemerintah pusat yang disalurkan melalui Bulog dan pemerintah daerah.
“Bantuan pangan yang sudah mulai disalurkan dari Badan Pangan Nasional melalui teman-teman di Bulog. Pemerintah Kota bekerja sama dengan Bulog hari ini mendistribusikan bantuan pangan dari pusat, yaitu 30 kilogram beras per orang atau per KK sesuai dengan data penerimanya,” ujar Bagus.
Bagus berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat yang masuk dalam daftar penerima. Ia juga mengingatkan agar bantuan beras tidak dijual kembali.
“Pesan saya jangan dijual, tinggal nambahi sayur dan lauk,” tegasnya.
Pimpinan Perum Bulog Cabang Madiun Agung Sarianto menjelaskan, bantuan pangan di Kota Madiun dialokasikan kepada 11.625 penerima ditargetkan rampung pada September nanti. Pasalnya secara nasional, Penyaluran akhir September harus tuntas.
“Insyaallah targetnya di awal September kita sudah selesai, karena di akhir September itu targetnya nasional harus selesai semuanya di akhir September,” katanya.

Agung memastikan Bulog melakukan perawatan untuk menjaga kualitas beras sebelum didistribusikan kepada masyarakat. Perawatan dilakukan secara berkala melalui penyemprotan dan fumigasi.
“Setiap bulan ada namanya perawatan kualitas dengan spraying. Kemudian per tiga bulannya kami ada fumigasi biar kutu ini tidak ke mana-mana,” jelasnya.
Selain perawatan berkala, Bulog juga dapat melakukan pengolahan kembali terhadap beras apabila ditemukan kualitas yang dinilai kurang baik sebelum sampai kepada penerima.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan beras bantuan yang disalurkan tetap dalam kondisi layak dan memenuhi standar kualitas.
Bulog juga membuka mekanisme pengaduan apabila masyarakat menerima beras yang kualitasnya kurang baik. Penerima dapat menyampaikan laporan melalui kelurahan atau desa setempat.
“Nanti monggo dilaporkan lewat kelurahan atau desa. Nanti tim kami yang akan mengganti langsung. 2×24 InsyaAllah akan kami ganti,” kata Agung.
Masyarakat penerima pun diharapkan segera melaporkan apabila menemukan persoalan pada bantuan beras yang diterima sehingga dapat ditindaklanjuti oleh petugas Bulog telah berkoordinasi dengan sejumlah kelurahan dan kecamatan untuk mengatur jadwal distribusi.
“Jadi kami menyesuaikan jadwalnya dengan kelurahan yang akan menjadi tempat pembagiant,” pungkasnya. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez



