Kamis, 29 Okt 2026
Trending Tags

Bapanas RI dan Polri Inspeksi Ketersediaan dan Harga Beras di Pasar Besar Madiun

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
  • visibility 171
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Bapanas RI dan Polri inspeksi beras di Pasar Besar Madiun. (9/9/2026), Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan 2026 oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Polri melakukan inspeksi di Pasar Besar Madiun (PBM) pada Rabu (9/9/2026). Dalam monitoring ini turut melibatkan Perum Bulog Madiun, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) dan Dinas Perdagangan (Disperdag) Kota Madiun. Inspeksi ini guna memperkuat pengawasan harga dan kebutuhan pokok serta mengantisipasi gejolak harga.

Asep Hardiana, Analis Ketahanan Pangan Ahli Madya Bapanas RI mengatakan bahwa kegiatan ini guna mengecek stabilisasi harga beras. Petugas memeriksa beras SPHP, beras medium hingga beras premium baik harga maupun kualitasnya.

“Tujuannya untuk mengecek stabilisasi harga beras, ya. Baik beras SPHP, beras medium, dan beras premium, khususnya di Kota Madiun. Kalau di sini tidak ditemukan beras premium. Ada satu, tapi harganya memang di atas HET ya, karena katanya belinya juga sudah tinggi,” jelasnya.

Berdasarkan pemantauan, stok beras relatif aman dan harga terkendali. Namun, untuk harga beras premium dinilai masih tinggi karena stok yang terbatas. Untuk itu, Bapanas akan mengambil kebijakan agar beras premium tetap terjangkau oleh masyarakat.

“Nanti itu menjadi tugas kami bagaimana harga beras premium itu bisa sesuai dengan harga yang sudah ditetapkan pemerintah. Kalau beras SPHP aman, stoknya juga aman. Yang penting stoknya aman dulu, nanti harga baru kita kendalikan,” imbuh Asep.

Dari pendataan yang dilakukan petugas, untuk harga beras medium lokal dan IR 64 di angka Rp. 13.000 per kilogram, beras bengawan dan mentik wangi antara Rp. 14.000 – Rp. 14.900 per kilogram. Sementara, untuk beras SPHP seharga Rp. 12.000 per kilogram atau Rp. 60.000 per kemasan 5 kilogram.

Image Not Found
Petugas memeriksa stok dan harga beras di pasar. Foto : Kris-Sinergia

“Untuk stok beras utamanya SPHP aman. Untuk permintaan juga masih wajar. Rutin disalurkan melalui Bulog. Tetapi jangan ada aksi borong. Karena aturannya kan hanya boleh satu orang itu dua bungkus, jadi tidak boleh lebih,” ujarnya.

Pemerintah akan menyusun regulasi khusus untuk mengatur peredaran dan harga beras khusus yang hingga kini belum memiliki aturan mengikat. Kebijakan tersebut dinilai penting karena beras khusus masih diserahkan pada mekanisme pasar dan memiliki karakteristik berbeda di setiap daerah, termasuk terkait indikasi geografis.

“Beras khusus belum ada aturan yang mengikat, jadi masih diserahkan ke mekanisme pasar. Mungkin itu yang harus kita atur kemudian,” tambah Asep.

Menurutnya, pengaturan beras khusus perlu mempertimbangkan kondisi masing-masing wilayah agar tidak berdampak pada kenaikan beban konsumen. Perbedaan harga antara daerah seperti Madiun dan Surabaya menjadi salah satu pertimbangan dalam penyusunan regulasi. 

“Akan berbeda antara satu tempat dengan tempat yang lain, ini terkait dengan indikasi geografisnya. Itu jadi tugas kami selanjutnya. Jangan sampai memberatkan masyarakat,” katanya. 

Pemerintah juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan harga di seluruh rantai perdagangan beras, mulai dari petani hingga konsumen. Prinsip tersebut, kata dia, diarahkan agar seluruh pihak tetap memperoleh manfaat dari tata niaga beras.

“Prinsip kami itu: petani untung, pedagang untung, konsumen senang. Itu yang diamunisikan oleh Menteri Pertanian,” ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah akan menjaga agar harga beras tidak melonjak ketika pasokan menurun pada masa paceklik. HET menjadi salah satu instrumen untuk menjaga keseimbangan tersebut. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Semarak Hari Kartini, Flashmob Karyawan PT KAI dan Bagi Buket Bumbu Ke Penumpang KA

    Semarak Hari Kartini, Flashmob Karyawan PT KAI dan Bagi Buket Bumbu Ke Penumpang KA

    • calendar_month Senin, 21 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dalam rangka memperingati Hari Kartini yang jatuh pada 21 April 2025, suasana berbeda tampak di Stasiun Madiun. Para karyawan PT KAI Daop 7 Madiun tampil anggun dengan mengenakan pakaian adat tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk apresiasi terhadap sosok R.A. Kartini, pahlawan emansipasi perempuan Indonesia, […]

    Bagikan
  • Soal Penanganan Sampah, Wali Kota Madiun Tegaskan Komitmen Capai Zero Waste 2027

    Soal Penanganan Sampah, Wali Kota Madiun Tegaskan Komitmen Capai Zero Waste 2027

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) Tahun 2026 Kota Madiun mengemuka dengan dua isu besar yakni integritas kepala daerah dan penanganan darurat sampah. Kedua isu tersebut menjadi sorotan utama dalam rapat paripurna DPRD bersama Pemerintah Kota Madiun, Rabu (13/11/2025). Ketua DPRD Kota Madiun, Armaya, menyebut bahwa dewan menaruh […]

    Bagikan
  • BPBD Madiun Siaga Hadapi Musim Kemarau, Petakan 71 Desa Rawan Kekeringan dan 27 Desa Rawan Karhutla

    BPBD Madiun Siaga Hadapi Musim Kemarau, Petakan 71 Desa Rawan Kekeringan dan 27 Desa Rawan Karhutla

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun mulai memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana pada musim kemarau. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun menggelar sosialisasi mitigasi kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) dengan melibatkan lintas instansi dan pemerintah desa yang masuk kategori rawan bencana, Kamis (31/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), […]

    Bagikan
  • Menteri KKP Targetkan Indonesia Hasilkan 2,25 Juta Ton Garam Pada 2025

    Menteri KKP Targetkan Indonesia Hasilkan 2,25 Juta Ton Garam Pada 2025

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono, menargetkan produksi garam nasional mencapai 2,25 juta ton pada 2025. Target ini sejalan dengan program pemerintah di bidang ketahanan pangan dan sebagai langkah menuju swasembada garam pada 2027. Untuk memastikan distribusi dan ketersediaan garam di pasaran, Menteri KKP melakukan inspeksi mendadak […]

    Bagikan
  • Wanita Paruh Baya Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Rumahnya, Ada Luka Di Bagian Kepala

    Wanita Paruh Baya Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Rumahnya, Ada Luka Di Bagian Kepala

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 281
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Warga Desa Golan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, digegerkan dengan penemuan mayat seorang perempuan di dalam rumahnya, Senin (26/1/2026) pagi. Korban diketahui bernama Nuraini (55), seorang janda yang tinggal bersama anak pertamanya, Aji Saputra (30). Mayat korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 05.00 WIB. Kecurigaan warga muncul setelah Nuraini tidak […]

    Bagikan
  • Retakan Akibat Longsor Ancam Jalan Raya Sampung-Parang

    Retakan Akibat Longsor Ancam Jalan Raya Sampung-Parang

    • calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Warga yang melintas di Jalan Raya Sampung-Parang, tepatnya di sekitar SMPN 1 Sampung harus ekstra hati-hati. Pasalnya, ruas jalan di titik tersebut mengalami retakan akibat longsor yang terjadi sejak beberapa hari sebelum Lebaran. Kapolsek Sampung, AKP Agus Suprianto mengungkapkan, tanda-tanda longsor mulai terlihat sejak H-3 Idulfitri. Retakan muncul setelah hujan deras […]

    Bagikan
expand_less