Caruban Night Solidarity Ajang Kreatifitas Seni dan Budaya Berpadu Aksi Solidaritas
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 13 jam yang lalu
- visibility 76
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Kemeriahan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Madiun dikemas dengan cara berbeda. Di tengah parade seni dan budaya dalam Caruban Night Solidarity 2026, Sabtu (22/8/2026), Pemerintah Kabupaten Madiun mengajak masyarakat menyalurkan kepedulian bagi warga yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kegiatan yang memadukan hiburan rakyat, seni budaya, dan aksi sosial itu berhasil menyedot antusias masyarakat luar biasa.
Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan peringatan kemerdekaan tidak hanya dimaknai dengan pesta dan kemeriahan. Momentum tersebut, kata dia, juga menjadi kesempatan untuk memperkuat rasa persaudaraan dan empati terhadap sesama anak bangsa.

“Di tengah sukacita merayakan HUT ke-81 RI, kita tingkatkan rasa solidaritas kepada saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah, khususnya warga di NTT. Bantuan dan doa dari Kabupaten Madiun adalah wujud nyata kebersamaan kita,” ujar Hari Wuryanto Sabtu ( 22/8/2026).
Caruban Night Solidarity 2026 diawali dengan kirab bernuansa budaya. Bupati Madiun bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menuju panggung kehormatan sebelum rangkaian pertunjukan seni dimulai.
Salah satu momen yang menjadi perhatian adalah penyerahan tongkat Mbah Palang oleh Hari Wuryanto kepada tokoh Mbah Palang. Prosesi tersebut menjadi simbol dimulainya iringan kesenian khas Dongkrek yang mengawal jalannya acara.

Kehadiran Dongkrek mempertegas identitas budaya lokal di tengah perayaan kemerdekaan. Seni tradisi itu sekaligus menjadi bagian dari panggung solidaritas yang menyatukan unsur hiburan, budaya, dan kepedulian sosial.
Hari berharap Caruban Night Solidarity tidak hanya berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan. Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat digelar secara berkala dan berkembang menjadi salah satu ikon pariwisata Kabupaten Madiun.
“Semangat ini harus dibangun melalui kegiatan sosial. Tentunya untuk mempererat persaudaraan masyarakat, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap warga di daerah lain yang sedang mengalami musibah,” lanjutnya.
Di akhir kegiatan, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Madiun mengumumkan total donasi yang berhasil terkumpul mencapai Rp43 juta. Rencananya tersebut akan disalurkan sebagai bentuk solidaritas masyarakat Kabupaten Madiun kepada korban bencana di NTT.

Perayaan kemerdekaan di Caruban malam itu tak sekadar menghadirkan panggung seni. Di balik kemeriahan lampu dan pertunjukan budaya, masyarakat Kabupaten Madiun juga menitipkan pesan bahwa kemerdekaan memiliki makna saling menguatkan, terutama ketika sesama anak bangsa tengah menghadapi bencana. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez



