Minggu, 11 Okt 2026
Trending Tags

Dampak TKD Dipangkas, Pasokan Obat Suportif Posyandu di Magetan Berkurang

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
  • visibility 116
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Gambar ilustrasi

Sinergia | Magetan – Pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat mulai berdampak pada dukungan pembiayaan layanan Posyandu di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Salah satu dampaknya adalah berkurangnya pasokan obat-obatan suportif, seperti vitamin dan suplemen, yang selama ini menunjang kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat.

Meski ruang fiskal semakin terbatas, Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan memastikan kegiatan Posyandu tetap berjalan rutin. Anggaran yang tersedia kini lebih diprioritaskan untuk kebutuhan pelayanan kesehatan yang dinilai esensial.

Kepala Dinkes Magetan, Rohmat Hidayat, membenarkan adanya efisiensi anggaran, termasuk penurunan alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik dibandingkan tahun sebelumnya.

Kondisi tersebut membuat Dinkes harus menata ulang prioritas pengadaan dan distribusi kebutuhan kesehatan di tingkat masyarakat.

“Dari sisi kebutuhan obat memang berkurang, sehingga kami lebih memprioritaskan obat-obatan esensial. Misalnya untuk penanganan penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes, serta kebutuhan Cek Kesehatan Gratis (CKG) tetap kami sediakan,” ujar Rohmat.

Menurut dia, pengurangan terutama dirasakan pada obat atau produk pendukung yang sifatnya suplementatif. Vitamin dan suplemen untuk menjaga daya tahan tubuh serta membantu mencegah malnutrisi menjadi bagian yang harus dikurangi pemenuhannya ketika anggaran mengalami penyesuaian.

Keterbatasan anggaran tersebut, kata Rohmat, tidak menghentikan pelayanan Posyandu yang kini telah menerapkan konsep Integrasi Layanan Primer (ILP).

Pelayanan Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada balita dan ibu, tetapi diarahkan menjadi bagian dari pelayanan kesehatan berbasis siklus hidup. Pemeriksaan dan kegiatan promotif-preventif mencakup balita, remaja, ibu hamil, hingga kelompok lanjut usia.

“Posyandu itu fokusnya pada promotif dan preventif, bukan pengobatan kuratif. Jadi pemeriksaan kesehatan terintegrasi, penyuluhan, dan deteksi dini tetap berjalan lancar untuk seluruh warga desa,” jelasnya.

Rohmat menegaskan agenda pemeriksaan rutin dan penyuluhan kesehatan di masyarakat tetap dilaksanakan sesuai kebijakan Kementerian Kesehatan. Masyarakat juga tetap diminta memanfaatkan Posyandu sebagai pintu pelayanan kesehatan dasar di tingkat desa dan kelurahan.

Namun, konsekuensi efisiensi anggaran berpotensi merambah dukungan terhadap sejumlah kegiatan Posyandu. Selain ketersediaan obat suportif, alokasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita dengan masalah gizi dan ibu hamil juga berpotensi mengalami penyesuaian.

Keterbatasan anggaran juga dapat berdampak terhadap dukungan operasional bagi kader Posyandu, termasuk besaran insentif maupun uang transportasi dalam menjalankan pelayanan di lapangan.

Dengan kondisi anggaran yang menyusut, Dinkes Magetan tetap menargetkan kegiatan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) berlangsung secara rutin di 207 desa dan 28 kelurahan yang tersebar di 18 kecamatan.

Pemerintah daerah akan mengoptimalkan anggaran yang masih tersedia, termasuk dukungan dari DAK nonfisik, agar pelayanan dasar tidak terhenti.

Rohmat mengatakan penyesuaian anggaran harus diikuti dengan pengaturan skala prioritas. Kegiatan yang berkaitan langsung dengan pemeriksaan, deteksi dini, edukasi kesehatan, dan pencegahan penyakit tetap menjadi bagian utama pelayanan Posyandu.

“Tapi kalau dari kami, kegiatan-kegiatan yang di Posyandu insyaallah masih tetap berjalan. Kami ada support anggaran dari DAK nonfisik, meskipun jumlahnya juga berkurang. Bagaimana lagi, intinya tetap kami laksanakan kegiatan itu,” katanya.

Ia mengajak masyarakat tetap datang ke Posyandu sesuai jadwal yang ditetapkan di wilayah masing-masing. Sebab, layanan tersebut kini diperuntukkan bagi seluruh kelompok usia, bukan hanya balita dan ibu.

“Yang ada di desa, silakan datang ke Posyandu, nanti dilakukan pemeriksaan dan penyuluhan. Jadi tidak hanya melayani balita dan ibu saja, tapi seluruh warga masyarakat,” tandasnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ramai Soal Warga Miskin Belum Tempati Rusunawa, Ini Tanggapan Disperkim Kota Madiun

    Ramai Soal Warga Miskin Belum Tempati Rusunawa, Ini Tanggapan Disperkim Kota Madiun

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Beberapa hari terakhir Kota Madiun diramaikan soal warga kurang mampu yang hingga kini belum bisa menempati rumah susun sederhana sewa (Rusunawa). Seperti yang diharapkan oleh Nur Liken Budi Santoso (45) yang tinggal bersama istri dan empat anaknya di kontrakan sempit di Jalan Raden Wijaya, Kelurahan Manguharjo, Kota Madiun. Meski sudah […]

    Bagikan
  • Hari Jadi Kota Madiun ke-108 Bukan Sekadar Pesta, Plt Wali Kota Siapkan Panggung Besar Anak Muda dan UMKM

    Hari Jadi Kota Madiun ke-108 Bukan Sekadar Pesta, Plt Wali Kota Siapkan Panggung Besar Anak Muda dan UMKM

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 368
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Perayaan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun tahun ini dipastikan berbeda. Bukan sekadar seremoni tahunan, Pemerintah Kota Madiun ingin menjadikan momentum Hari Jadi sebagai panggung besar bagi talenta lokal, anak muda kreatif, hingga pelaku usaha untuk ikut tumbuh bersama. Hal itu ditegaskan Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun saat peluncuran […]

    Bagikan
  • Kejari Kota Madiun Gelar Pasar Murah, Sediakan 1.500 Paket Sembako Terjangkau

    Kejari Kota Madiun Gelar Pasar Murah, Sediakan 1.500 Paket Sembako Terjangkau

    • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dalam rangka bakti sosial memperingati Hari Lahir Kejaksaan RI ke-80 sekaligus HUT ke-80 Kemerdekaan RI, Kejaksaan Negeri Kota Madiun menggelar pasar murah di halaman kantor Kejari, Rabu (20/08/2025). Kepala Kejaksaan Negeri Kota Madiun, Dede Sutisna, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. […]

    Bagikan
  • Kejari Kota Madiun Monitoring dan Evaluasi Proyek Pavingisasi dan PJU

    Kejari Kota Madiun Monitoring dan Evaluasi Proyek Pavingisasi dan PJU

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun melalui Tim Sambang Kelurahan meninjau hasil pekerjaan untuk program pavingisasi serta penerangan jalan umum (PJU) di wilayah Kecamatan Kartoharjo pada Kamis (16/10/2025). Kegiatan ini bagian dari program penyuluhan hukum terkait pembangunan sarana dan prasarana yang ada di tingkat kelurahan yang dilakukan oleh kelompok masyarakat (Pokmas). Korps […]

    Bagikan
  • Minimarket Alfamart di Magetan Dibobol Maling, Rp24 Juta Raib

    Minimarket Alfamart di Magetan Dibobol Maling, Rp24 Juta Raib

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Aksi pencurian kembali terjadi di wilayah Kabupaten Magetan. Sebuah minimarket Alfamart yang berada di Desa Jeruk, Kecamatan Kartoharjo, dibobol maling pada Rabu (01/10/2025) pagi. Kapolsek Kartoharjo, AKP Eko Supriyanto, mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga sesaat setelah peristiwa itu diketahui. Polisi kemudian bergerak ke lokasi bersama tim Inafis Polres Magetan untuk […]

    Bagikan
  • Provinsi Dorong Akselerasi Ekonomi Magetan, UMKM, Infrastruktur, dan Sektor Unggulan Jadi Fokus

    Provinsi Dorong Akselerasi Ekonomi Magetan, UMKM, Infrastruktur, dan Sektor Unggulan Jadi Fokus

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 305
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan pentingnya sinkronisasi perencanaan pembangunan antara daerah dan provinsi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkualitas pada 2027. Hal ini disampaikan oleh Endy Alim Abdi Nusa, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, yang hadir mewakili Bapperida Provinsi Jawa Timur dalam Musrenbang RKPD Kabupaten Magetan Tahun 2027 […]

    Bagikan
expand_less