Senin, 9 Nov 2026
Trending Tags

Dampak TKD Dipangkas, Pasokan Obat Suportif Posyandu di Magetan Berkurang

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
  • visibility 171
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Gambar ilustrasi

Sinergia | Magetan – Pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat mulai berdampak pada dukungan pembiayaan layanan Posyandu di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Salah satu dampaknya adalah berkurangnya pasokan obat-obatan suportif, seperti vitamin dan suplemen, yang selama ini menunjang kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat.

Meski ruang fiskal semakin terbatas, Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan memastikan kegiatan Posyandu tetap berjalan rutin. Anggaran yang tersedia kini lebih diprioritaskan untuk kebutuhan pelayanan kesehatan yang dinilai esensial.

Kepala Dinkes Magetan, Rohmat Hidayat, membenarkan adanya efisiensi anggaran, termasuk penurunan alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik dibandingkan tahun sebelumnya.

Kondisi tersebut membuat Dinkes harus menata ulang prioritas pengadaan dan distribusi kebutuhan kesehatan di tingkat masyarakat.

“Dari sisi kebutuhan obat memang berkurang, sehingga kami lebih memprioritaskan obat-obatan esensial. Misalnya untuk penanganan penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes, serta kebutuhan Cek Kesehatan Gratis (CKG) tetap kami sediakan,” ujar Rohmat.

Menurut dia, pengurangan terutama dirasakan pada obat atau produk pendukung yang sifatnya suplementatif. Vitamin dan suplemen untuk menjaga daya tahan tubuh serta membantu mencegah malnutrisi menjadi bagian yang harus dikurangi pemenuhannya ketika anggaran mengalami penyesuaian.

Keterbatasan anggaran tersebut, kata Rohmat, tidak menghentikan pelayanan Posyandu yang kini telah menerapkan konsep Integrasi Layanan Primer (ILP).

Pelayanan Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada balita dan ibu, tetapi diarahkan menjadi bagian dari pelayanan kesehatan berbasis siklus hidup. Pemeriksaan dan kegiatan promotif-preventif mencakup balita, remaja, ibu hamil, hingga kelompok lanjut usia.

“Posyandu itu fokusnya pada promotif dan preventif, bukan pengobatan kuratif. Jadi pemeriksaan kesehatan terintegrasi, penyuluhan, dan deteksi dini tetap berjalan lancar untuk seluruh warga desa,” jelasnya.

Rohmat menegaskan agenda pemeriksaan rutin dan penyuluhan kesehatan di masyarakat tetap dilaksanakan sesuai kebijakan Kementerian Kesehatan. Masyarakat juga tetap diminta memanfaatkan Posyandu sebagai pintu pelayanan kesehatan dasar di tingkat desa dan kelurahan.

Namun, konsekuensi efisiensi anggaran berpotensi merambah dukungan terhadap sejumlah kegiatan Posyandu. Selain ketersediaan obat suportif, alokasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita dengan masalah gizi dan ibu hamil juga berpotensi mengalami penyesuaian.

Keterbatasan anggaran juga dapat berdampak terhadap dukungan operasional bagi kader Posyandu, termasuk besaran insentif maupun uang transportasi dalam menjalankan pelayanan di lapangan.

Dengan kondisi anggaran yang menyusut, Dinkes Magetan tetap menargetkan kegiatan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) berlangsung secara rutin di 207 desa dan 28 kelurahan yang tersebar di 18 kecamatan.

Pemerintah daerah akan mengoptimalkan anggaran yang masih tersedia, termasuk dukungan dari DAK nonfisik, agar pelayanan dasar tidak terhenti.

Rohmat mengatakan penyesuaian anggaran harus diikuti dengan pengaturan skala prioritas. Kegiatan yang berkaitan langsung dengan pemeriksaan, deteksi dini, edukasi kesehatan, dan pencegahan penyakit tetap menjadi bagian utama pelayanan Posyandu.

“Tapi kalau dari kami, kegiatan-kegiatan yang di Posyandu insyaallah masih tetap berjalan. Kami ada support anggaran dari DAK nonfisik, meskipun jumlahnya juga berkurang. Bagaimana lagi, intinya tetap kami laksanakan kegiatan itu,” katanya.

Ia mengajak masyarakat tetap datang ke Posyandu sesuai jadwal yang ditetapkan di wilayah masing-masing. Sebab, layanan tersebut kini diperuntukkan bagi seluruh kelompok usia, bukan hanya balita dan ibu.

“Yang ada di desa, silakan datang ke Posyandu, nanti dilakukan pemeriksaan dan penyuluhan. Jadi tidak hanya melayani balita dan ibu saja, tapi seluruh warga masyarakat,” tandasnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Modus Jenguk Pasien, 3 Pelaku Pencurian Mobil Diringkus Satreskrim Polres Madiun

    Modus Jenguk Pasien, 3 Pelaku Pencurian Mobil Diringkus Satreskrim Polres Madiun

    • calendar_month Jumat, 21 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Kasus pencurian berkedok jenguk pasien di sebuah Puskesmas di Kabupaten Madiun diungkap oleh jajaran Satreskrim Polres Madiun. Pelaku yakni Anang Jatmiko (39) warga Kelurahan Simokerto Surabaya bersama dua rekannya dan RS (46), warga Balongbendo, Sidoarjo, dan BS (37), warga Simokerto, Surabaya. Pelaku mengambil kunci dan STNK kendaraan korban yang lengah, […]

    Bagikan
  • Keseruan BA Aisyiyah Mangkujayan Ikuti Edukasi Kebencanaan di BPBD Ponorogo

    Keseruan BA Aisyiyah Mangkujayan Ikuti Edukasi Kebencanaan di BPBD Ponorogo

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Puluhan siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) BA Aisyiyah Mangkujayan, Ponorogo, melakukan kunjungan edukatif ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, Rabu (21/1/2026). Kegiatan ini bertujuan mengenalkan sejak dini pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana. Dalam kunjungan tersebut, anak-anak mendapatkan materi edukasi kebencanaan langsung dari petugas BPBD. Mereka dikenalkan berbagai peralatan penanggulangan bencana, […]

    Bagikan
  • Pasca Longsor, Akses Jalan Lingkar Sisi Selatan Telaga Sarangan Ditutup

    Pasca Longsor, Akses Jalan Lingkar Sisi Selatan Telaga Sarangan Ditutup

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 291
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Peristiwa tanah longsor kembali terjadi di kawasan wisata Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan. Bahkan, dalam peristiwa kali ini turut menyeret sejumlah sepeda motor milik pengunjung yang terjebur ke telaga. Meski demikian, aparat gabungan bergerak cepat untuk melakukan penanganan darurat di lokasi. Wakapolres Magetan, Kompol Dodik Wibowo, menjelaskan bahwa jajaran kepolisian telah menempatkan […]

    Bagikan
  • Breaking News ! Remaja 19 Tahun di Kota Madiun Tewas dengan Luka Tusuk

    Breaking News ! Remaja 19 Tahun di Kota Madiun Tewas dengan Luka Tusuk

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 355
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kabar menggemparkan mengawali tahun 2026 di Kota Madiun, Jawa Timur. Seorang remaja berusia 19 tahun tewas diduga menjadi korban pembunuhan. Tim Polres Madiun Kota dan Polsek Taman telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Jolo Rante Kelurahan Josenan Kecamatan Taman Kota Madiun pada Kamis (01/01/2026). Termasuk memeriksa sejumlah […]

    Bagikan
  • Diduga Terkait OTT Wali Kota Nonaktif, KPK Geledah Ruko di Kota Madiun

    Diduga Terkait OTT Wali Kota Nonaktif, KPK Geledah Ruko di Kota Madiun

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 256
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan dalam rangka pengembangan kasus operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif Maidi. Kini, penyidik KPK menyasar sebuah ruko di Jalan Jenderal S. Parman, Kelurahan Oro-Oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Senin (26/1/2026). Pantauan di lokasi, sedikitnya empat mobil Toyota Innova […]

    Bagikan
  • Aksi Nyata Hari Bumi, Pemuda Ponorogo Pasang Barikade Sampah di Sungai Tambak Kemangi

    Aksi Nyata Hari Bumi, Pemuda Ponorogo Pasang Barikade Sampah di Sungai Tambak Kemangi

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Peringatan Hari Bumi yang jatuh setiap 22 April dimaknai dengan aksi nyata oleh kelompok pemuda di Ponorogo. Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Kelompok Peduli Sungai (KPS) Tambak Kemangi melakukan pemasangan barikade sampah di aliran sungai kawasan Tambak Kemangi, Kelurahan Tonatan, Kecamatan Ponorogo. Aksi yang dilakuka ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari […]

    Bagikan
expand_less