Berita Terkini
Trending Tags

Dampak TKD Dipangkas, Pasokan Obat Suportif Posyandu di Magetan Berkurang

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 36
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Gambar ilustrasi

Sinergia | Magetan – Pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat mulai berdampak pada dukungan pembiayaan layanan Posyandu di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Salah satu dampaknya adalah berkurangnya pasokan obat-obatan suportif, seperti vitamin dan suplemen, yang selama ini menunjang kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat.

Meski ruang fiskal semakin terbatas, Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan memastikan kegiatan Posyandu tetap berjalan rutin. Anggaran yang tersedia kini lebih diprioritaskan untuk kebutuhan pelayanan kesehatan yang dinilai esensial.

Kepala Dinkes Magetan, Rohmat Hidayat, membenarkan adanya efisiensi anggaran, termasuk penurunan alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik dibandingkan tahun sebelumnya.

Kondisi tersebut membuat Dinkes harus menata ulang prioritas pengadaan dan distribusi kebutuhan kesehatan di tingkat masyarakat.

“Dari sisi kebutuhan obat memang berkurang, sehingga kami lebih memprioritaskan obat-obatan esensial. Misalnya untuk penanganan penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes, serta kebutuhan Cek Kesehatan Gratis (CKG) tetap kami sediakan,” ujar Rohmat.

Menurut dia, pengurangan terutama dirasakan pada obat atau produk pendukung yang sifatnya suplementatif. Vitamin dan suplemen untuk menjaga daya tahan tubuh serta membantu mencegah malnutrisi menjadi bagian yang harus dikurangi pemenuhannya ketika anggaran mengalami penyesuaian.

Keterbatasan anggaran tersebut, kata Rohmat, tidak menghentikan pelayanan Posyandu yang kini telah menerapkan konsep Integrasi Layanan Primer (ILP).

Pelayanan Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada balita dan ibu, tetapi diarahkan menjadi bagian dari pelayanan kesehatan berbasis siklus hidup. Pemeriksaan dan kegiatan promotif-preventif mencakup balita, remaja, ibu hamil, hingga kelompok lanjut usia.

“Posyandu itu fokusnya pada promotif dan preventif, bukan pengobatan kuratif. Jadi pemeriksaan kesehatan terintegrasi, penyuluhan, dan deteksi dini tetap berjalan lancar untuk seluruh warga desa,” jelasnya.

Rohmat menegaskan agenda pemeriksaan rutin dan penyuluhan kesehatan di masyarakat tetap dilaksanakan sesuai kebijakan Kementerian Kesehatan. Masyarakat juga tetap diminta memanfaatkan Posyandu sebagai pintu pelayanan kesehatan dasar di tingkat desa dan kelurahan.

Namun, konsekuensi efisiensi anggaran berpotensi merambah dukungan terhadap sejumlah kegiatan Posyandu. Selain ketersediaan obat suportif, alokasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita dengan masalah gizi dan ibu hamil juga berpotensi mengalami penyesuaian.

Keterbatasan anggaran juga dapat berdampak terhadap dukungan operasional bagi kader Posyandu, termasuk besaran insentif maupun uang transportasi dalam menjalankan pelayanan di lapangan.

Dengan kondisi anggaran yang menyusut, Dinkes Magetan tetap menargetkan kegiatan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) berlangsung secara rutin di 207 desa dan 28 kelurahan yang tersebar di 18 kecamatan.

Pemerintah daerah akan mengoptimalkan anggaran yang masih tersedia, termasuk dukungan dari DAK nonfisik, agar pelayanan dasar tidak terhenti.

Rohmat mengatakan penyesuaian anggaran harus diikuti dengan pengaturan skala prioritas. Kegiatan yang berkaitan langsung dengan pemeriksaan, deteksi dini, edukasi kesehatan, dan pencegahan penyakit tetap menjadi bagian utama pelayanan Posyandu.

“Tapi kalau dari kami, kegiatan-kegiatan yang di Posyandu insyaallah masih tetap berjalan. Kami ada support anggaran dari DAK nonfisik, meskipun jumlahnya juga berkurang. Bagaimana lagi, intinya tetap kami laksanakan kegiatan itu,” katanya.

Ia mengajak masyarakat tetap datang ke Posyandu sesuai jadwal yang ditetapkan di wilayah masing-masing. Sebab, layanan tersebut kini diperuntukkan bagi seluruh kelompok usia, bukan hanya balita dan ibu.

“Yang ada di desa, silakan datang ke Posyandu, nanti dilakukan pemeriksaan dan penyuluhan. Jadi tidak hanya melayani balita dan ibu saja, tapi seluruh warga masyarakat,” tandasnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penerimaan Jaspel Berbeda Antar Pegawai, Plt Direktur RSUD Caruban Madiun Membuka Rumusnya

    Penerimaan Jaspel Berbeda Antar Pegawai, Plt Direktur RSUD Caruban Madiun Membuka Rumusnya

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle Mandor
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Anggaran jasa pelayanan (Jaspel) kesehatan RSUD Caruban Kabupaten Madiun tahun 2026 mencapai sekitar Rp38 miliar. Namun, dana tersebut tidak dibagikan secara rata kepada seluruh pegawai karena besaran yang diterima masing-masing tenaga kesehatan ditentukan berdasarkan indeks dan pendapatan pelayanan. Plt Direktur RSUD Caruban, dr Selly Fitriani, menjelaskan pembagian Jaspel mengacu pada ketentuan […]

    Bagikan
  • Hendak Kabur, Polres Magetan Ringkus Tersangka Penggelapan Motor di Pelabuhan Tanjung Perak

    Hendak Kabur, Polres Magetan Ringkus Tersangka Penggelapan Motor di Pelabuhan Tanjung Perak

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Magetan, Jawa Timur, berhasil mengungkap kasus penggelapan sepeda motor dengan menangkap seorang tersangka yang hendak melarikan diri ke luar Pulau Jawa. Pelaku ER warga Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, dibekuk petugas saat berada di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Rabu (07/05/2025) malam. Kasi Humas Polres […]

    Bagikan
  • Istri Laporkan Suami ke Polisi, Diduga Selingkuh dengan Ibu Rumah Tangga

    Istri Laporkan Suami ke Polisi, Diduga Selingkuh dengan Ibu Rumah Tangga

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 378
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Seorang perempuan berinisial YN, warga Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, resmi melaporkan suaminya ke Polres Madiun atas dugaan tindak pidana perzinahan.  Laporan tersebut diajukan pada Kamis (15/1/2026) setelah upaya penyelesaian secara kekeluargaan dan mediasi berulang kali gagal. Kuasa hukum pelapor, Ratna Indah Pristiwati, mengatakan laporan ditempuh lantaran kliennya sudah berkali-kali memberi kesempatan […]

    Bagikan
  • Pemkab Magetan Usulkan Renovasi Pasar Sayur Jadi Pasar Induk Regional

    Pemkab Magetan Usulkan Renovasi Pasar Sayur Jadi Pasar Induk Regional

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan tengah mempersiapkan sejumlah kelengkapan administrasi untuk mendukung rencana renovasi Pasar Sayur Magetan yang akan dikembangkan menjadi Pasar Induk Magetan. Langkah ini dilakukan setelah adanya kunjungan dari Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PUPR sebagai tindak lanjut dari hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi DPR RI. Kepala Dinas Perindustrian […]

    Bagikan
  • Aduan Roti Berjamur, Dinkes Madiun Cek SPPG Assalam Geger

    Aduan Roti Berjamur, Dinkes Madiun Cek SPPG Assalam Geger

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 305
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun melakukan pengecekan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Assalam di Desa Purworejo, Kecamatan Geger, Selasa (30/12/2025). Langkah ini menyusul adanya aduan dari wali murid terkait paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) berupa roti berjamur yang diterima peserta didik PAUD. Tim Dinkes memantau lokasi penyimpanan bahan makanan serta meminta […]

    Bagikan
  • Unik dan Ramah Lingkungan, Hampers Goni Charu Dhatri Madiun Banjir Pesanan

    Unik dan Ramah Lingkungan, Hampers Goni Charu Dhatri Madiun Banjir Pesanan

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 341
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Ramadan dan menjelang lebaran membawa berkah bagi pelaku UMKM kerajinan di Kota Madiun. Salah satunya dirasakan Fatmalia Yulinda (42), pemilik Charu Dhatri Kerajinan Karung Goni yang beralamat di Jalan Semangka 36, Kelurahan Taman. Memasuki bulan puasa, permintaan hampers berbahan dasar goni miliknya meningkat signifikan. Bahkan, kenaikan omzet bisa mencapai 30 […]

    Bagikan
expand_less