Berita Terkini
Trending Tags

Data Stunting BPS Dengan Pemkab Selisih, Bupati Madiun : Metode Pengukuran Lapangan Lebih Riil

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
  • visibility 154
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Bupati Madiun Hari Wuryanto menghadiri rapat koordinasi percepatan penurunan stunting di Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun. (22/6/2026), Foto : Tova-Sinergia

sinergia | Madiun — Pemerintah Kabupaten Madiun mengklaim berhasil menekan angka stunting hingga menyentuh 5,23 persen pada 2026. Capaian itu bahkan hampir menyamai target nasional bebas stunting yang dipatok sebesar 5 persen pada 2045. Namun di tengah keberhasilan tersebut, muncul perbedaan data dengan Badan Pusat Statistik (BPS) yang masih mencatat prevalensi stunting Kabupaten Madiun sebesar 10,22 persen.

Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan, data hasil Bulan Timbang Februari 2026 menunjukkan prevalensi stunting di Kabupaten Madiun berada pada angka 5,23 persen. Data tersebut diperoleh dari pengukuran terhadap 97 persen balita menggunakan alat ukur elektronik yang telah tervalidasi.

“Hasil rembug stunting ini luar biasa. Kami berharap kedepan bisa diturunkan lagi untuk menyiapkan generasi masa depan sekaligus membantu pemerintah pusat,” kata Hari Wuryanto, Senin (22/6/2026).

Perbedaan angka yang cukup jauh dengan data BPS menjadi perhatian serius Pemkab Madiun. Menurut Hari, metode pengukuran langsung di lapangan dinilai lebih mencerminkan kondisi riil dibandingkan data berbasis sampling.

Untuk itu, Pemkab Madiun berencana mengundang Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Kementerian Kesehatan, hingga Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pusat dan provinsi pada pelaksanaan Bulan Timbang Agustus 2026 mendatang.

“Kami ingin semua pihak hadir menyaksikan langsung agar data di BPS nanti bisa diubah atau disesuaikan dengan realita lapangan,” ujarnya.

Hari Wur optimistis Kabupaten Madiun dapat mencapai status bebas stunting lebih cepat dari target nasional. Pasalnya, angka prevalensi saat ini sudah sangat dekat dengan target nasional jangka panjang yang ditetapkan pemerintah pusat.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari berbagai intervensi yang dilakukan secara berkala setiap enam bulan serta kolaborasi lintas sektor yang terus diperkuat.

Selain itu, program pemberian makanan tambahan dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut memberikan dampak signifikan terhadap perbaikan status gizi masyarakat.

“Dampak pemberian makanan tambahan termasuk program Makan Bergizi Gratis sangat terasa. Kini intervensinya menyeluruh untuk ibu hamil, ibu menyusui, balita hingga lansia,” tandasnya.

Pemkab Madiun berharap tren penurunan stunting ini dapat terus berlanjut sehingga kualitas sumber daya manusia di daerah dapat meningkat dan mendukung agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Target PAD Pariwisata Meleset, Disbudpar Magetan Genjot Retribusi Telaga Sarangan dan Wahyu

    Target PAD Pariwisata Meleset, Disbudpar Magetan Genjot Retribusi Telaga Sarangan dan Wahyu

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Penerimaan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata Magetan tahun 2025 berada dalam tekanan. Hingga 10 Desember 2025, capaian PAD baru menyentuh 85,19 persen, menyisakan kekurangan sekitar Rp. 3 miliar dari target penuh Rp. 21,186 miliar. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Magetan pun bergerak cepat untuk mengejar sisa waktu 21 hari di […]

    Bagikan
  • 62 Ribu KPM di Kabupaten Madiun Terima Bantuan Pangan berupa Beras

    62 Ribu KPM di Kabupaten Madiun Terima Bantuan Pangan berupa Beras

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Bantuan pangan dari pemerintah pusat mulai disalurkan kepada puluhan ribu penerima manfaat di Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Penyaluran bantuan berupa beras ini dimulai pada Kamis (17/07/2025) dan ditujukan untuk alokasi dua bulan yakni Juni dan Juli 2025. Tercatat, sebanyak lebih dari 62 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) di 15 kecamatan […]

    Bagikan
  • Apel Siaga Loyalis PSHT Pusat Madiun, Soroti Hasil Munas IPSI hingga Dukungan ke Ketum R. Moerdjoko

    Apel Siaga Loyalis PSHT Pusat Madiun, Soroti Hasil Munas IPSI hingga Dukungan ke Ketum R. Moerdjoko

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Ribuan pesilat memadati Padepokan Agung Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Jalan Merak, Kota Madiun, Sabtu (2/5/2026). Massa yang datang dari berbagai ranting di wilayah Kota dan Kabupaten Madiun tersebut mengikuti Apel Siaga Loyalis PSHT Pusat Madiun menjelang bulan Suro atau Muharram 1448 Hijriah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang […]

    Bagikan
  • Harga Cabai dan Bawang Merah Naik Jelang Nataru, Pedagang PBM Keluhkan Sepi Pembeli

    Harga Cabai dan Bawang Merah Naik Jelang Nataru, Pedagang PBM Keluhkan Sepi Pembeli

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026, harga sejumlah bahan pokok di Kota Madiun mengalami kenaikan cukup signifikan. Kondisi tersebut terpantau di Pasar Besar Madiun (PBM), di mana beberapa komoditas utama mulai melejit dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan paling mencolok terjadi pada komoditas cabai rawit yang kini dijual dengan harga […]

    Bagikan
  • Wabup Magetan Dorong Verifikasi Data Desil Dimulai dari Rapat Warga di Tingkat RT

    Wabup Magetan Dorong Verifikasi Data Desil Dimulai dari Rapat Warga di Tingkat RT

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan mendorong pembenahan data kemiskinan dilakukan secara partisipatif hingga tingkat RT. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi ketidaktepatan data penerima bantuan sosial berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro mengatakan warga di tingkat RT merupakan pihak yang paling mengetahui kondisi sosial ekonomi masyarakat di […]

    Bagikan
  • Dinsos Magetan Dorong Penerima Bansos Masuk KDMP, Targetkan Graduasi dari Bantuan Sosial

    Dinsos Magetan Dorong Penerima Bansos Masuk KDMP, Targetkan Graduasi dari Bantuan Sosial

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 305
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Dinas Sosial Kabupaten Magetan menyatakan dukungan penuh terhadap program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang kini tengah dikembangkan di seluruh desa dan kelurahan. Program ini disebut sebagai salah satu strategi nasional yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, termasuk para penerima bantuan sosial (Bansos). Kepala Dinas Sosial Magetan, Parminto Budi Utomo, menegaskan bahwa […]

    Bagikan
expand_less