Kamis, 5 Nov 2026
Trending Tags

Ribuan Warga Magetan Gelar Salat Istisqa’, Berharap Hujan Segera Turun

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
  • visibility 181
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Ribuan warga mengikuti salat Istisqa’ di Alun-Alun Magetan. (18/9/2026), Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Ribuan masyarakat dari berbagai kalangan mengikuti salat Istisqa’ yang digelar Pemerintah Kabupaten Magetan di Alun-Alun Magetan, Jawa Timur, Jumat pagi (18/9/2026). Salat untuk memohon turunnya hujan tersebut menjadi salah satu ikhtiar di tengah musim kemarau yang berlangsung cukup panjang dan meningkatnya kejadian kebakaran di sejumlah wilayah.

Peserta salat Istisqa’ terdiri atas pejabat dan aparatur Pemerintah Kabupaten Magetan, masyarakat umum, hingga pelajar. Mereka bersama-sama memanjatkan doa agar hujan segera turun dan membawa keberkahan bagi masyarakat.

Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti mengatakan, pelaksanaan salat Istisqa’ merupakan bentuk ikhtiar dan doa bersama untuk menghadapi kondisi kemarau yang berdampak pada meningkatnya potensi kebakaran.

“Sholat Istisqa’ yaitu sholat minta diturunkan hujan. Karena kita ketahui bersama, khususnya di Kabupaten Magetan dan umumnya di Indonesia saat ini banyak terjadi musibah, khususnya kebakaran,” ujar Nanik.

Menurutnya, kebakaran di Kabupaten Magetan terjadi di sejumlah titik. Meskipun sebagian berskala kecil, banyaknya titik kebakaran membuat kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan, terlebih kawasan hutan Gunung Lawu masih menghadapi ancaman kebakaran.

Nanik menegaskan, penanganan kebakaran tetap dilakukan secara langsung setiap kali laporan diterima. BPBD bersama tim relawan dan unsur terkait segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan mencegah api meluas.

“Kalau yang kebakaran itu langsung kita tangani. Begitu ada laporan, BPBD dengan tim relawan itu langsung menuju ke lokasi,” katanya.

Salah satu kawasan yang masih menjadi perhatian adalah wilayah hutan lereng Gunung Lawu masuk Desa Jabung, Kecamatan Panekan, yang berbatasan dengan Kabupaten Ngawi. Nanik menyebut api di wilayah Magetan telah berhasil dipadamkan, sementara titik api yang masih terpantau berada di wilayah Ngawi.

Meski demikian, Pemkab Magetan tetap mempertahankan posko pemantauan di wilayah Ngliliran. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan api kembali menjalar ke wilayah Magetan.

Image Not Found
Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti mengikuti salat Istisqa’. Foto : Kus-Sinergia

“Alhamdulillah untuk di wilayah kita ini apinya sudah padam. Sekarang apinya berada di wilayah Ngawi, tapi kita tetap harus waspada,” ujarnya.

Di tengah kondisi tersebut, turunnya hujan menjadi harapan masyarakat untuk membantu mengurangi risiko kebakaran sekaligus menjaga ketersediaan sumber air.

Imam salat Istisqa’, Lukman Hidayat, mengatakan doa yang dipanjatkan tidak hanya ditujukan agar hujan segera turun, tetapi juga memohon keberkahan, keamanan, dan kesehatan bagi masyarakat. Menurut Lukman, hujan sangat dibutuhkan karena kemarau mulai berdampak pada berkurangnya debit sejumlah sumber air. Kondisi tersebut juga perlu menjadi perhatian karena kawasan Gunung Lawu mulai mengalami kebakaran.

“Yang dipanjatkan karena ini kemarau agak panjang, minta keberkahan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mudah-mudahan diberi hujan, diberi berkah khususnya masyarakat Magetan, diberi keamanan dan kesehatan,” kata Lukman.

Meski sebagian sumber air mulai mengalami penurunan, Lukman menyebut kondisi di Magetan sejauh ini masih relatif tertangani. Namun, hujan tetap diharapkan segera turun untuk menjaga ketersediaan air sekaligus membantu mengurangi ancaman kebakaran.

Doa dalam salat Istisqa’ tersebut, lanjut Lukman, tidak hanya ditujukan bagi Kabupaten Magetan, tetapi juga untuk masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

“Ini semua kesatuan, bahkan ini Indonesia. Diawali dengan di Magetan,” ujarnya.

Pemkab Magetan berharap hujan dapat segera turun sehingga risiko kebakaran dapat ditekan dan kondisi lingkungan serta ketersediaan air masyarakat kembali terjaga. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Layanan Adminduk di Kecamatan Kembali Dibuka, Akses Warga Kini Lebih Mudah

    Layanan Adminduk di Kecamatan Kembali Dibuka, Akses Warga Kini Lebih Mudah

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Setelah terhenti sejak Maret 2025, pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) di tingkat kecamatan di Kabupaten Magetan akhirnya kembali berjalan. Mulai November 2025, warga di sejumlah wilayah dapat kembali mengurus berbagai dokumen tanpa harus mendatangi Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Magetan. Disdukcapil Magetan memastikan bahwa dari 18 kecamatan, 10 diantaranya kembali […]

    Bagikan
  • DPRD dan Bupati Madiun Sepakati Pertanggungjawaban APBD 2024 dan Raperda RPJMD 2025-2029

    DPRD dan Bupati Madiun Sepakati Pertanggungjawaban APBD 2024 dan Raperda RPJMD 2025-2029

    • calendar_month Selasa, 8 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – DPRD Kabupaten Madiun bersama Pemerintah Kabupaten Madiun resmi menyepakati dua agenda penting dalam rapat paripurna yang digelar di ruang rapat utama DPRD, Senin (07/07/2025). Kesepakatan tersebut meliputi pengambilan keputusan bersama atas Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2024 serta Raperda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025–2029. Rapat dipimpin langsung […]

    Bagikan
  • Tim Labfor Polda Jatim Periksa Tungku Api di Rumah Kasus Dugaan Mutilasi Ibu dan Anak di Madiun 

    Tim Labfor Polda Jatim Periksa Tungku Api di Rumah Kasus Dugaan Mutilasi Ibu dan Anak di Madiun 

    • calendar_month Senin, 26 Okt 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 288
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur bersama tim Jatanras dan Satreskrim Polres Madiun Kota melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di sebuah rumah di Jalan Kunir, Kelurahan Ngegong, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Senin (26/10/2026). Olah TKP tersebut berkaitan dengan kasus dugaan pembunuhan terhadap Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, AGF (4). […]

    Bagikan
  • Komisi B DPRD Madiun Kritisi Kinerja Dinkes Atas Lambannya Penurunan Stunting

    Komisi B DPRD Madiun Kritisi Kinerja Dinkes Atas Lambannya Penurunan Stunting

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Madiun menilai upaya Pemerintah Kabupaten Madiun, khususnya Dinas Kesehatan, dalam menekan angka stunting masih lamban. Pasalnya, prevalensi stunting hingga Juli 2026 baru turun 0,12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Prevalensi stunting Kabupaten Madiun tercatat 5,02 persen pada Juli 2026, turun dari 5,14 persen pada 2025. Sebelumnya, angka […]

    Bagikan
  • Dampak Insiden Bekasi Timur, KAI Daop 7 Batalkan Perjalanan KA Madiun Jaya dan KA Singasari, Tiket Dikembalikan 100 Persen

    Dampak Insiden Bekasi Timur, KAI Daop 7 Batalkan Perjalanan KA Madiun Jaya dan KA Singasari, Tiket Dikembalikan 100 Persen

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 413
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Insiden operasional di Stasiun Bekasi Timur, wilayah KAI Daop 1 Jakarta, berdampak luas terhadap perjalanan kereta api nasional, termasuk layanan di wilayah PT KAI Daop 7 Madiun pada Selasa (28/4/2026). Sejumlah perjalanan mengalami keterlambatan hingga pembatalan, sementara pelanggan diberikan opsi pengembalian tiket secara penuh. KAI menyampaikan bahwa penyesuaian pola operasi […]

    Bagikan
  • 11.369 Rumah Tak Layak Huni di Madiun Belum Tuntas, Pemkab Tambah 100 Unit Lewat P-APBD 2026

    11.369 Rumah Tak Layak Huni di Madiun Belum Tuntas, Pemkab Tambah 100 Unit Lewat P-APBD 2026

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun kembali menambah target penanganan rumah tidak layak huni (RTLH). Melalui Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) 2026, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) mengusulkan bantuan untuk 100 unit rumah. Langkah tersebut dilakukan di tengah masih besarnya jumlah RTLH di Kabupaten Madiun. Berdasarkan hasil verifikasi dan validasi yang […]

    Bagikan
expand_less