Berita Terkini
Trending Tags

Disdikpora Magetan Klarifikasi Siswa Belajar di Teras, Janji Perbaikan Bertahap

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • visibility 285
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kepala Disdikpora Magetan, Suhardi mengungkapkan secara umum jumlah ruang kelas di SDN Sumbersawit 3 tidak mencukupi. (12/5/2026), Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Magetan akhirnya angkat bicara terkait kondisi siswa SD Negeri Sumbersawit 3 yang sempat viral karena belajar di teras dan tanpa alas memadai. Pemerintah memastikan situasi tersebut dipicu keterbatasan ruang saat pelaksanaan ujian, sekaligus menegaskan komitmen untuk melakukan perbaikan secara bertahap.

Kepala Disdikpora Magetan, Suhardi, menjelaskan bahwa kondisi tersebut terjadi bertepatan dengan pelaksanaan tes sumatif siswa kelas 6 yang berlangsung beberapa waktu lalu. Dalam pelaksanaannya, setiap siswa harus menempati satu bangku, sehingga membutuhkan tambahan ruang.

“Karena ruang kelas terbatas, sebagian ruang diprioritaskan untuk ujian. Kami tidak ingin mengurangi hak siswa lain untuk tetap belajar, sehingga mereka tetap masuk dan diarahkan belajar di lokasi alternatif,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).

Menurut Suhardi, sebagian siswa sebenarnya telah difasilitasi belajar di balai pertemuan dusun setempat. Namun, ia mengakui masih ada beberapa siswa yang saat itu belajar di lantai tanpa alas, yang kemudian memicu perhatian publik.

“Kami sudah turun langsung ke lapangan untuk mengecek. Memang ada sebagian kecil siswa yang belajar di lantai tanpa alas. Itu sudah kami tegur, dan kami minta sekolah memastikan ke depan harus menggunakan alas,” tegasnya.

Lebih jauh, Suhardi mengungkapkan bahwa secara umum jumlah ruang kelas di SDN Sumbersawit 3 memang tidak mencukupi. Di sisi lain, pembangunan ruang kelas baru juga menghadapi kendala, baik dari sisi jumlah siswa maupun keterbatasan lahan.

“Jumlah siswa di sekolah itu sekitar 30-an anak. Secara aturan, belum memenuhi syarat untuk penambahan ruang kelas baru. Selain itu, lahan juga terbatas, karena di bagian belakang sudah berupa jurang,” jelasnya.

Sebagai solusi sementara, pihak sekolah melakukan penyekatan ruang kelas agar dapat digunakan secara lebih efisien. Satu ruang kelas dibagi menjadi dua ruang belajar dengan sekat permanen hingga ke bagian atas.

Meski demikian, Disdikpora tetap mengakui adanya kerusakan bangunan, seperti plafon yang berlubang. Perbaikan ringan, kata Suhardi, akan segera dilakukan melalui gotong royong, sementara perbaikan skala besar akan diusulkan melalui mekanisme anggaran.

“Untuk kerusakan ringan seperti plafon bisa segera ditangani. Tapi untuk perbaikan besar, akan kami ajukan dalam anggaran, baik melalui APBD maupun program dari pemerintah pusat,” imbuhnya.

Ia juga memastikan bahwa SDN Sumbersawit 3 tidak memungkinkan untuk dilakukan penggabungan (regrouping) dengan sekolah lain, mengingat lokasi geografis yang sulit dan menjadi satu-satunya sekolah yang melayani satu dusun.

“Kalau diregrouping harus turun ke desa lain dengan medan yang naik turun, itu tidak memungkinkan. Jadi sekolah ini tetap dipertahankan,” katanya.

Disdikpora mencatat, saat ini terdapat sekitar 90 hingga hampir 100 ruang kelas di Kabupaten Magetan yang mengalami kerusakan berat dan menjadi prioritas penanganan. Selain itu, masih banyak ruang kelas dengan kategori rusak ringan yang juga membutuhkan perhatian.

“Data ini terus kami perbarui melalui Dapodik. Ini penting agar penanganan bisa tepat sasaran dan sesuai prioritas,” jelas Suhardi.

Terkait penanganan ke depan, pihaknya tengah memetakan sekolah-sekolah yang dapat segera diintervensi melalui perubahan anggaran (PAK) maupun program bantuan dari pemerintah pusat, seperti revitalisasi sekolah.

“Kami tidak bisa langsung menyelesaikan semua sekaligus karena keterbatasan anggaran. Tapi ini sudah masuk prioritas dan akan kami upayakan secara bertahap,” pungkasnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Alumni IPNU Madiun Desak Kematian Serda Ahmad Muzammul Farisa Diusut Transparan

    Alumni IPNU Madiun Desak Kematian Serda Ahmad Muzammul Farisa Diusut Transparan

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 322
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Majelis Alumni IPNU-IPPNU Madiun menyatakan sikap tegas tentang kematian Serda Ahmad Muzammul Farisa, prajurit TNI Angkatan Udara (AU) asal Magetan yang diduga meninggal secara tidak wajar. Mereka mendesak proses penyelidikan dan penegakan hukum dilakukan secara objektif, transparan, profesional, dan berkeadilan. Sikap tersebut disampaikan Ketua Majelis Alumni IPNU-IPPNU Madiun Wahyudi, pihaknya menegaskan […]

    Bagikan
  • Telur Menumpuk, Harga Pakan Melonjak, Ratusan Peternak Ayam Petelur di Magetan Terancam Bangkrut

    Telur Menumpuk, Harga Pakan Melonjak, Ratusan Peternak Ayam Petelur di Magetan Terancam Bangkrut

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Ratusan peternak ayam petelur di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, tengah menghadapi tekanan berat akibat anjloknya serapan pasar dan tingginya biaya produksi. Dalam dua bulan terakhir, telur hasil produksi menumpuk di gudang, sementara harga pakan ternak terus mengalami kenaikan. Kondisi tersebut membuat para peternak terancam mengalami kerugian besar hingga gulung tikar. Fenomena […]

    Bagikan
  • Kebakaran Hanguskan Ruang Server CCTV Dishub Kota Madiun, Pemantauan Lalu Lintas Lumpuh

    Kebakaran Hanguskan Ruang Server CCTV Dishub Kota Madiun, Pemantauan Lalu Lintas Lumpuh

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 443
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Ruang server CCTV di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Madiun terbakar pada Sabtu (13/6/2026) malam. Kebakaran yang diduga dipicu korsleting listrik tersebut mengakibatkan sistem pemantauan kamera pengawas lalu lintas di sejumlah persimpangan jalan Kota Madiun tidak dapat berfungsi sementara waktu. Api diketahui membesar sekitar pukul 19.30 WIB dan pertama kali […]

    Bagikan
  • Penuh Luka Lebam, Visum Ungkap Dugaan Kekerasan pada Jenazah Warga Sukorejo Play Button

    Penuh Luka Lebam, Visum Ungkap Dugaan Kekerasan pada Jenazah Warga Sukorejo

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Hasil visum dan autopsi terhadap jenazah Nur Aini (55), warga Desa Golan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mengungkap adanya sejumlah luka lebam di beberapa bagian tubuh korban. Luka tersebut diduga akibat kekerasan benda tumpul. Visum dan autopsi dilakukan oleh tim medis forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara Kediri Polda Jawa Timur […]

    Bagikan
  • Olahan Lele Jumbo Disulap Jadi Makanan Kekinian

    Olahan Lele Jumbo Disulap Jadi Makanan Kekinian

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Melimpahnya hasil budidaya ikan lele di Ponorogo, Jawa Timur, kerap tidak sepenuhnya terserap pasar. Terlebih untuk lele ukuran jumbo yang dianggap kurang diminati konsumen. Namun, kondisi ini justru menjadi peluang emas bagi Asri Ananda (40), warga Desa Siman, Kecamatan Siman, Ponorogo. Sejak 2013, ibu tiga anak ini menyulap lele jumbo menjadi […]

    Bagikan
  • Polres Madiun Kota Lakukan Pengamanan Massa yang Merangsek ke Padepokan PSHT Pusat Madiun Play Button photo_camera 3

    Polres Madiun Kota Lakukan Pengamanan Massa yang Merangsek ke Padepokan PSHT Pusat Madiun

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 1.715
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Sekelompok massa dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) kubu Ketua Umum (Ketum) Muhammad Taufiq mencoba masuk ke area Padepokan PSHT Pusat Madiun pada Kamis (05/02/2026). Personil gabungan mencoba melakukan penyekatan di pintu masuk Kota Madiun seperti di Jembatan Ngebrak dari Takeran Magetan ke Josenan Kota Madiun serta Jembatan Sambirejo Jiwan yang menuju […]

    Bagikan
expand_less