Berita Terkini
Trending Tags

Telur Menumpuk, Harga Pakan Melonjak, Ratusan Peternak Ayam Petelur di Magetan Terancam Bangkrut

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
  • visibility 262
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Ratusan peternak terancam rugi hingga gulung tikar. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Ratusan peternak ayam petelur di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, tengah menghadapi tekanan berat akibat anjloknya serapan pasar dan tingginya biaya produksi. Dalam dua bulan terakhir, telur hasil produksi menumpuk di gudang, sementara harga pakan ternak terus mengalami kenaikan. Kondisi tersebut membuat para peternak terancam mengalami kerugian besar hingga gulung tikar.

Fenomena penumpukan telur terjadi di sejumlah sentra peternakan ayam petelur di Magetan. Salah satunya terlihat di Desa Buluharjo, Kecamatan Plaosan. Gudang-gudang penyimpanan milik peternak dipenuhi telur yang belum terserap pasar akibat menurunnya permintaan.

Para peternak mengaku kesulitan menjual hasil produksi mereka. Dalam kondisi normal, telur dapat langsung tersalurkan ke pedagang maupun distributor. Namun saat ini, sebagian besar telur harus disimpan berhari-hari karena minim pembeli.

Akibatnya, stok telur yang menumpuk di gudang rata-rata mencapai 1 hingga 2 ton per peternak. Untuk menghindari kerugian yang lebih besar akibat telur membusuk, peternak terpaksa menjual dengan harga jauh di bawah harga normal.

Harga telur yang sebelumnya berada di kisaran Rp23.000 per kilogram kini terpaksa diobral antara Rp18.500 hingga Rp20.000 per kilogram. Penurunan harga tersebut belum mampu mendongkrak penjualan secara signifikan.

Agung Pambudi, salah satu peternak ayam petelur di Magetan, mengaku kondisi usaha peternakan saat ini berada pada titik yang mengkhawatirkan.

“Keadaan peternak saat ini hancur. Telur menumpuk dan tidak bisa keluar, sementara harga pakan terus naik,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Yudi Santoso. Menurutnya, penurunan daya beli masyarakat dan tersendatnya distribusi membuat peternak semakin terjepit.

Image Not Found
Stok telur menumpuk di gudang peternak Magetan. Foto : Kus-Sinergia

“Kondisi peternak di Magetan sangat memprihatinkan. Harga pakan terus naik, telur tidak bisa keluar dan tidak laku dijual sampai harus diobral,” katanya.

Selain menghadapi lemahnya pasar, peternak juga dibebani kenaikan harga pakan yang menjadi komponen terbesar biaya produksi. Dalam dua bulan terakhir, harga pakan ayam petelur naik dari sekitar Rp408 ribu menjadi Rp465 ribu per sak berisi 50 kilogram.

Kenaikan biaya produksi tersebut membuat margin keuntungan peternak semakin menipis. Bahkan sebagian peternak mengaku mulai mengalami kerugian karena harga jual telur tidak mampu menutup biaya operasional harian.

Perwakilan Paguyuban Ternak Rakyat Indonesia (PTRI) Magetan, Teguh Wahyudi, mengatakan kondisi tersebut terjadi hampir merata di seluruh wilayah Magetan yang menjadi sentra peternakan ayam petelur.

Menurutnya, terdapat sekitar 600 peternak ayam petelur di Kabupaten Magetan dengan populasi ayam mencapai 1,6 juta ekor. Sebagian besar kini menghadapi persoalan yang sama, yakni sulit menjual telur dan tingginya harga pakan.

“Para peternak di Magetan terancam bangkrut. Harga pakan terus naik sementara telur tidak bisa keluar. Ada sekitar 600 peternak yang terdampak kondisi ini,” ungkap Teguh.

Dampak lesunya pasar tidak hanya dirasakan peternak, tetapi juga para pedagang telur di pasar tradisional. Sejumlah pedagang di Pasar Sayur Magetan mengaku penjualan telur mengalami penurunan cukup drastis dalam beberapa pekan terakhir.

Jika biasanya stok telur sekitar 15 kilogram dapat habis terjual dalam satu hari, kini membutuhkan waktu hingga tiga hari untuk menghabiskan jumlah yang sama. Kondisi tersebut menunjukkan melemahnya daya serap pasar dari tingkat konsumen.

Para peternak berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menyelamatkan sektor peternakan rakyat. Mereka meminta adanya upaya penyerapan hasil produksi telur serta kebijakan yang dapat menekan harga pakan ternak agar usaha peternakan tetap bertahan.

Tanpa intervensi yang cepat, para peternak khawatir krisis yang berlangsung saat ini akan memicu gelombang kebangkrutan dan mengancam keberlangsungan salah satu sektor ekonomi rakyat yang selama ini menjadi penopang kebutuhan pangan di Kabupaten Magetan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terminal Seloaji Ponorogo Dipadati Penumpang, Berebut Naik Bus Tujuan Surabaya

    Terminal Seloaji Ponorogo Dipadati Penumpang, Berebut Naik Bus Tujuan Surabaya

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 383
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Arus balik Lebaran 2026 mulai memuncak. Ribuan pemudik terlihat memadati Terminal Seloaji, Kabupaten Ponorogo, Selasa (24/3/2026). Bahkan, sebagian penumpang harus berebut untuk bisa naik ke dalam bus yang tersedia. Pantauan di lokasi menunjukkan mayoritas penumpang memiliki tujuan ke Surabaya untuk kembali bekerja setelah libur panjang IdulFitri. Kepadatan terjadi sejak pagi hingga […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Percepat Normalisasi Sungai untuk Antisipasi Cuaca Ekstrem

    Pemkot Madiun Percepat Normalisasi Sungai untuk Antisipasi Cuaca Ekstrem

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Upaya pemerintah Kota Madiun dalam meminimalkan risiko banjir kembali dilakukan melalui program normalisasi sungai. Langkah tersebut digencarkan sebagai bagian dari mitigasi menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diprediksi meningkat dalam waktu dekat. Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris DPUPR Kota Madiun, Dwi Setyo Nugroho, menjelaskan bahwa pekerjaan utama pada program ini adalah pengerukan […]

    Bagikan
  • Ratusan Kera Turun ke Pasar Ngebel, BBKSDA Minta Warga Jangan Memberi Makan

    Ratusan Kera Turun ke Pasar Ngebel, BBKSDA Minta Warga Jangan Memberi Makan

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Fenomena ratusan kera ekor panjang yang turun ke kawasan Pasar Ngebel, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, kembali menjadi perhatian. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur menyebut kemunculan satwa liar tersebut merupakan fenomena tahunan yang kerap terjadi saat musim kemarau. Kepala Seksi KSDA Wilayah II Balai Besar KSDA Jawa Timur, […]

    Bagikan
  • Pemkot-DPRD Kota Madiun Sepakati Perubahan Propemperda 2026, Legislatif Usulkan 3 Raperda Inisiatif

    Pemkot-DPRD Kota Madiun Sepakati Perubahan Propemperda 2026, Legislatif Usulkan 3 Raperda Inisiatif

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 293
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Madiun melaksanakan Rapat Paripurna dengan agenda Penetapan Perubahan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) tahun 2026 di Gedung Paripurna pada Jumat (09/01/2026).  Dari hasil koordinasi antara Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Madiun dan Tim Pelaksana Harmonisasi dan Sinkronisasi Raperda Pemerintah Kota Madiun, Legislatif […]

    Bagikan
  • RSUD dr. Sayidiman Identifikasi Empat Korban Tewas Insiden KA Malioboro Ekspres

    RSUD dr. Sayidiman Identifikasi Empat Korban Tewas Insiden KA Malioboro Ekspres

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Empat orang dinyatakan meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka-luka dalam insiden tragis yang terjadi di Magetan, Minggu (19/5/2025). Meski kronologi lengkap belum dirilis secara resmi, para korban telah mendapatkan penanganan medis dan administratif oleh rumah sakit rujukan di wilayah setempat. Kepala Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSUD dr. Sayidiman Magetan, Pujo Catur […]

    Bagikan
  • Polres Magetan Perketat Pengecekan Kendaraan Distribusi MBG, Pastikan Penyaluran Tepat Waktu

    Polres Magetan Perketat Pengecekan Kendaraan Distribusi MBG, Pastikan Penyaluran Tepat Waktu

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Polres Magetan melalui Bagian Logistik meningkatkan pengawasan terhadap armada distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pengecekan rutin terhadap kendaraan operasional kembali dilakukan demi memastikan penyaluran makanan ke sekolah berjalan aman, lancar, dan tepat waktu. Pemeriksaan menyeluruh dilakukan pada kendaraan yang melayani tiga Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kemala Bhayangkari Polres Magetan, […]

    Bagikan
expand_less