Berita Terkini
Trending Tags

Telur Menumpuk, Harga Pakan Melonjak, Ratusan Peternak Ayam Petelur di Magetan Terancam Bangkrut

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
  • visibility 180
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Ratusan peternak terancam rugi hingga gulung tikar. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Ratusan peternak ayam petelur di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, tengah menghadapi tekanan berat akibat anjloknya serapan pasar dan tingginya biaya produksi. Dalam dua bulan terakhir, telur hasil produksi menumpuk di gudang, sementara harga pakan ternak terus mengalami kenaikan. Kondisi tersebut membuat para peternak terancam mengalami kerugian besar hingga gulung tikar.

Fenomena penumpukan telur terjadi di sejumlah sentra peternakan ayam petelur di Magetan. Salah satunya terlihat di Desa Buluharjo, Kecamatan Plaosan. Gudang-gudang penyimpanan milik peternak dipenuhi telur yang belum terserap pasar akibat menurunnya permintaan.

Para peternak mengaku kesulitan menjual hasil produksi mereka. Dalam kondisi normal, telur dapat langsung tersalurkan ke pedagang maupun distributor. Namun saat ini, sebagian besar telur harus disimpan berhari-hari karena minim pembeli.

Akibatnya, stok telur yang menumpuk di gudang rata-rata mencapai 1 hingga 2 ton per peternak. Untuk menghindari kerugian yang lebih besar akibat telur membusuk, peternak terpaksa menjual dengan harga jauh di bawah harga normal.

Harga telur yang sebelumnya berada di kisaran Rp23.000 per kilogram kini terpaksa diobral antara Rp18.500 hingga Rp20.000 per kilogram. Penurunan harga tersebut belum mampu mendongkrak penjualan secara signifikan.

Agung Pambudi, salah satu peternak ayam petelur di Magetan, mengaku kondisi usaha peternakan saat ini berada pada titik yang mengkhawatirkan.

“Keadaan peternak saat ini hancur. Telur menumpuk dan tidak bisa keluar, sementara harga pakan terus naik,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Yudi Santoso. Menurutnya, penurunan daya beli masyarakat dan tersendatnya distribusi membuat peternak semakin terjepit.

Image Not Found
Stok telur menumpuk di gudang peternak Magetan. Foto : Kus-Sinergia

“Kondisi peternak di Magetan sangat memprihatinkan. Harga pakan terus naik, telur tidak bisa keluar dan tidak laku dijual sampai harus diobral,” katanya.

Selain menghadapi lemahnya pasar, peternak juga dibebani kenaikan harga pakan yang menjadi komponen terbesar biaya produksi. Dalam dua bulan terakhir, harga pakan ayam petelur naik dari sekitar Rp408 ribu menjadi Rp465 ribu per sak berisi 50 kilogram.

Kenaikan biaya produksi tersebut membuat margin keuntungan peternak semakin menipis. Bahkan sebagian peternak mengaku mulai mengalami kerugian karena harga jual telur tidak mampu menutup biaya operasional harian.

Perwakilan Paguyuban Ternak Rakyat Indonesia (PTRI) Magetan, Teguh Wahyudi, mengatakan kondisi tersebut terjadi hampir merata di seluruh wilayah Magetan yang menjadi sentra peternakan ayam petelur.

Menurutnya, terdapat sekitar 600 peternak ayam petelur di Kabupaten Magetan dengan populasi ayam mencapai 1,6 juta ekor. Sebagian besar kini menghadapi persoalan yang sama, yakni sulit menjual telur dan tingginya harga pakan.

“Para peternak di Magetan terancam bangkrut. Harga pakan terus naik sementara telur tidak bisa keluar. Ada sekitar 600 peternak yang terdampak kondisi ini,” ungkap Teguh.

Dampak lesunya pasar tidak hanya dirasakan peternak, tetapi juga para pedagang telur di pasar tradisional. Sejumlah pedagang di Pasar Sayur Magetan mengaku penjualan telur mengalami penurunan cukup drastis dalam beberapa pekan terakhir.

Jika biasanya stok telur sekitar 15 kilogram dapat habis terjual dalam satu hari, kini membutuhkan waktu hingga tiga hari untuk menghabiskan jumlah yang sama. Kondisi tersebut menunjukkan melemahnya daya serap pasar dari tingkat konsumen.

Para peternak berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menyelamatkan sektor peternakan rakyat. Mereka meminta adanya upaya penyerapan hasil produksi telur serta kebijakan yang dapat menekan harga pakan ternak agar usaha peternakan tetap bertahan.

Tanpa intervensi yang cepat, para peternak khawatir krisis yang berlangsung saat ini akan memicu gelombang kebangkrutan dan mengancam keberlangsungan salah satu sektor ekonomi rakyat yang selama ini menjadi penopang kebutuhan pangan di Kabupaten Magetan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aksi Sosial Donor Darah Pada HUT ke-80 Pomad di Madiun

    Aksi Sosial Donor Darah Pada HUT ke-80 Pomad di Madiun

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Dalam rangka menyambut HUT ke-80 Polisi Militer Angkatan Darat (Pomad), Denpom V/1 Madiun menggelar kegiatan donor darah di Madenpom, Jl. Mayjen Panjaitan, Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun, Rabu (3/6/2026). Kegiatan semacam itu tidak hanya dilaksanakan di Madiun, tetapi juga digelar secara serentak oleh seluruh satuan jajaran Pomad di seluruh Indonesia. […]

    Bagikan
  • PHK Massal, Serikat Pekerja PT GWI Desak Dialog dengan Manajemen

    PHK Massal, Serikat Pekerja PT GWI Desak Dialog dengan Manajemen

    • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Ratusan buruh PT Global Way Indonesia (GWI), produsen bola resmi Piala Dunia 2022, terancam kehilangan pekerjaan setelah perusahaan berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran. Serikat pekerja mendesak manajemen mempercepat perundingan untuk menjamin kepastian nasib karyawan. Ketua Serikat Pekerja PT GWI Federasi Serikat Buruh Independen, Sunardi, menyebut sekitar 800 lebih […]

    Bagikan
  • Magetan Siapkan “Gerakan RT Peduli Lansia”, Sentuhan Harian untuk 58 Ribu Warga Tua

    Magetan Siapkan “Gerakan RT Peduli Lansia”, Sentuhan Harian untuk 58 Ribu Warga Tua

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Sosial tengah menyiapkan gebrakan baru untuk memperkuat kepedulian terhadap warga lanjut usia (lansia). Program tersebut diberi nama Gerakan RT Peduli Lansia (Gerilia) dan akan segera dilaunching dalam waktu dekat. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Magetan, Parminto Budi, mengungkapkan bahwa jumlah lansia di Magetan mencapai sekitar 58 ribu […]

    Bagikan
  • TPA Baru Kabupaten Madiun Disepakati di Kawasan Alas Kamukti Makmur

    TPA Baru Kabupaten Madiun Disepakati di Kawasan Alas Kamukti Makmur

    • calendar_month Selasa, 22 Apr 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Lokasi baru Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kabupaten Madiun akhirnya disepakati. Lokasinya berada di kawasan hutan Alas Kamukti Makmur, Desa Blabakan, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Lahan seluas 24 hektare tersebut saat ini tengah dalam proses peninjauan oleh Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah Madiun bersama Perhutani KPH Madiun. Peninjauan ini […]

    Bagikan
  • Satpol PP Madiun Sita Puluhan Botol Miras dan Rokok Ilegal Jelang Tahun Baru Islam

    Satpol PP Madiun Sita Puluhan Botol Miras dan Rokok Ilegal Jelang Tahun Baru Islam

    • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Menjelang peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H atau bulan Suro, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Madiun menggelar operasi cipta kondisi. Operasi yang berlangsung pada Kamis dini hari (26/06/2025), puluhan botol minuman beralkohol (Minol) berbagai merek serta rokok ilegal berhasil diamankan. Dalam […]

    Bagikan
  • KAI Daop 7 Madiun Bersama DJKA Cek Kesiapan Sarana Prasarana Jelang Angkutan Lebaran 2026

    KAI Daop 7 Madiun Bersama DJKA Cek Kesiapan Sarana Prasarana Jelang Angkutan Lebaran 2026

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Menjelang masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan melakukan inspeksi keselamatan atau ramp check serta pemantauan Standar Pelayanan Minimum (SPM) pada Rabu (11/2/2026). Inspeksi dilakukan oleh tim DJKA melalui Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya bersama jajaran […]

    Bagikan
expand_less