Berita Terkini
Trending Tags

Telur Menumpuk, Harga Pakan Melonjak, Ratusan Peternak Ayam Petelur di Magetan Terancam Bangkrut

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
  • visibility 192
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Ratusan peternak terancam rugi hingga gulung tikar. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Ratusan peternak ayam petelur di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, tengah menghadapi tekanan berat akibat anjloknya serapan pasar dan tingginya biaya produksi. Dalam dua bulan terakhir, telur hasil produksi menumpuk di gudang, sementara harga pakan ternak terus mengalami kenaikan. Kondisi tersebut membuat para peternak terancam mengalami kerugian besar hingga gulung tikar.

Fenomena penumpukan telur terjadi di sejumlah sentra peternakan ayam petelur di Magetan. Salah satunya terlihat di Desa Buluharjo, Kecamatan Plaosan. Gudang-gudang penyimpanan milik peternak dipenuhi telur yang belum terserap pasar akibat menurunnya permintaan.

Para peternak mengaku kesulitan menjual hasil produksi mereka. Dalam kondisi normal, telur dapat langsung tersalurkan ke pedagang maupun distributor. Namun saat ini, sebagian besar telur harus disimpan berhari-hari karena minim pembeli.

Akibatnya, stok telur yang menumpuk di gudang rata-rata mencapai 1 hingga 2 ton per peternak. Untuk menghindari kerugian yang lebih besar akibat telur membusuk, peternak terpaksa menjual dengan harga jauh di bawah harga normal.

Harga telur yang sebelumnya berada di kisaran Rp23.000 per kilogram kini terpaksa diobral antara Rp18.500 hingga Rp20.000 per kilogram. Penurunan harga tersebut belum mampu mendongkrak penjualan secara signifikan.

Agung Pambudi, salah satu peternak ayam petelur di Magetan, mengaku kondisi usaha peternakan saat ini berada pada titik yang mengkhawatirkan.

“Keadaan peternak saat ini hancur. Telur menumpuk dan tidak bisa keluar, sementara harga pakan terus naik,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Yudi Santoso. Menurutnya, penurunan daya beli masyarakat dan tersendatnya distribusi membuat peternak semakin terjepit.

Image Not Found
Stok telur menumpuk di gudang peternak Magetan. Foto : Kus-Sinergia

“Kondisi peternak di Magetan sangat memprihatinkan. Harga pakan terus naik, telur tidak bisa keluar dan tidak laku dijual sampai harus diobral,” katanya.

Selain menghadapi lemahnya pasar, peternak juga dibebani kenaikan harga pakan yang menjadi komponen terbesar biaya produksi. Dalam dua bulan terakhir, harga pakan ayam petelur naik dari sekitar Rp408 ribu menjadi Rp465 ribu per sak berisi 50 kilogram.

Kenaikan biaya produksi tersebut membuat margin keuntungan peternak semakin menipis. Bahkan sebagian peternak mengaku mulai mengalami kerugian karena harga jual telur tidak mampu menutup biaya operasional harian.

Perwakilan Paguyuban Ternak Rakyat Indonesia (PTRI) Magetan, Teguh Wahyudi, mengatakan kondisi tersebut terjadi hampir merata di seluruh wilayah Magetan yang menjadi sentra peternakan ayam petelur.

Menurutnya, terdapat sekitar 600 peternak ayam petelur di Kabupaten Magetan dengan populasi ayam mencapai 1,6 juta ekor. Sebagian besar kini menghadapi persoalan yang sama, yakni sulit menjual telur dan tingginya harga pakan.

“Para peternak di Magetan terancam bangkrut. Harga pakan terus naik sementara telur tidak bisa keluar. Ada sekitar 600 peternak yang terdampak kondisi ini,” ungkap Teguh.

Dampak lesunya pasar tidak hanya dirasakan peternak, tetapi juga para pedagang telur di pasar tradisional. Sejumlah pedagang di Pasar Sayur Magetan mengaku penjualan telur mengalami penurunan cukup drastis dalam beberapa pekan terakhir.

Jika biasanya stok telur sekitar 15 kilogram dapat habis terjual dalam satu hari, kini membutuhkan waktu hingga tiga hari untuk menghabiskan jumlah yang sama. Kondisi tersebut menunjukkan melemahnya daya serap pasar dari tingkat konsumen.

Para peternak berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menyelamatkan sektor peternakan rakyat. Mereka meminta adanya upaya penyerapan hasil produksi telur serta kebijakan yang dapat menekan harga pakan ternak agar usaha peternakan tetap bertahan.

Tanpa intervensi yang cepat, para peternak khawatir krisis yang berlangsung saat ini akan memicu gelombang kebangkrutan dan mengancam keberlangsungan salah satu sektor ekonomi rakyat yang selama ini menjadi penopang kebutuhan pangan di Kabupaten Magetan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Efisiensi APBD Ponorogo Capai Rp. 21 Miliar, DAK dan DAU Dihapus?

    Efisiensi APBD Ponorogo Capai Rp. 21 Miliar, DAK dan DAU Dihapus?

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Pemerintah Kabupaten Ponorogo mencatat penghematan anggaran daerah mencapai Rp. 21 miliar, seiring Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi APBN dan APBD tahun ini. Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo, Agus Pramono, mengatakan efisiensi ini berdampak pada beberapa pos anggaran, terutama perjalanan dinas yang dipotong hingga 50 persen. “Rinciannya, seperti […]

    Bagikan
  • KPU Kabupaten Magetan Butuh 2170 Surat Suara Untuk PSU

    KPU Kabupaten Magetan Butuh 2170 Surat Suara Untuk PSU

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – KPU Kabupaten Magetan kini berpacu dengan waktu untuk pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU). Pasalnya, KPU hanya punya waktu sampai tanggal 26 Maret, semenjak amar putusan Pemungutan Suara Ulang yang dibacakan Mahkamah Konstitusi pada Senin (24/2/2025). “Sejak putusan MK, Kami punya waktu hingga 30 hari. Sekarang ini Tengah mempersiapkan kebutuhan untuk […]

    Bagikan
  • Semangat Kartini, Karyawati di Magetan Dapat Edukasi Tertib Lalu Lintas

    Semangat Kartini, Karyawati di Magetan Dapat Edukasi Tertib Lalu Lintas

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Momentum peringatan Hari Kartini 2026 dimanfaatkan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Magetan untuk meningkatkan kesadaran keselamatan berkendara di kalangan perempuan. Edukasi ini dikemas melalui sosialisasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlalin) yang menyasar karyawati PT Berkat Agung Jaya Abadi di Sukomoro, Magetan. Tak sekadar penyampaian materi, kegiatan ini juga […]

    Bagikan
  • Jelang Ramadhan dan Lebaran Stok Beras Bulog Madiun Aman

    Jelang Ramadhan dan Lebaran Stok Beras Bulog Madiun Aman

    • calendar_month Minggu, 16 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Bulog Cabang Madiun memastikan stok beras di gudangnya aman selama momentum Ramadhan hingga Idul Fitri 1446 Hijriah atau Lebaran 2025. Pihak Bulog Cabang Madiun memastikan stok beras yang ada di tiga gudang beras miliknya masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pasar. Kepala Bulog Cabang Madiun, Harisun menjelaskan stok beras yang ada […]

    Bagikan
  • Dampak Banjir Semarang, Belasan KA Memutar Melintasi Daop 7

    Dampak Banjir Semarang, Belasan KA Memutar Melintasi Daop 7

    • calendar_month Sabtu, 25 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dampak banjir di Semarang Jawa Tengah masih mempengaruhi perjalanan kereta api. Jalur antara Semarang dan Surabaya saat ini belum dapat dilalui. Hal itu berdampak pada perjalanan kereta api dari Surabaya dialihkan melalui Daop 7 Madiun. Manager Humas Daop 7 Madiun, Kuswardojo menjelaskan frekuensi perjalanan di wilayah PT KAI Daerah Operasi […]

    Bagikan
  • Puluhan Warga Bersihkan Ranting Pohon di Jalur Sendangrejo–Dimong untuk Antisipasi Musim Hujan

    Puluhan Warga Bersihkan Ranting Pohon di Jalur Sendangrejo–Dimong untuk Antisipasi Musim Hujan

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun – Puluhan warga bersama pemerintah desa dan sejumlah pihak terkait membersihkan ranting dan dahan pohon di sepanjang Jalan Sendangrejo–Dimong, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, Jumat pagi (05/12/2025). Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi bahaya saat memasuki musim hujan dan angin kencang. Camat Madiun, Muksin Harjoko, mengatakan jalur tersebut termasuk salah satu ruas dengan […]

    Bagikan
expand_less