PKB Kabupaten Madiun Resmi Berganti Nahkoda, Purnomo Hadi Usung Regenerasi dan Kolaborasi Pengurus
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 55
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Madiun resmi memasuki babak baru. Setelah kepemimpinan Muhtarom selama 22 tahun sejak tahun 2004, kepengurusan periode 2026–2031 kini dipimpin Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi, yang menegaskan komitmennya membangun partai melalui regenerasi, kolaborasi, dan penguatan loyalitas kader.
Dalam susunan kepengurusan baru, Muhtarom dipercaya sebagai Ketua Dewan Syuro. Sementara posisi Ketua DPC dijabat dr. Purnomo Hadi, didampingi Nuryanto sebagai Sekretaris dan Wahyu Widayat sebagai Bendahara.
Purnomo Hadi mengatakan, proses pembentukan kepengurusan dilakukan secara selektif dengan mengedepankan komitmen dan loyalitas terhadap partai. Menurutnya, kepengurusan periode ini dirancang untuk menghadirkan semangat baru dalam membesarkan PKB di Kabupaten Madiun.
“Prinsipnya, kepengurusan ini dibentuk dengan komitmen yang jelas untuk membesarkan partai. Kami ingin seluruh pengurus memiliki loyalitas, konsistensi, serta menjunjung tinggi akhlakul karimah. Partai ini juga harus menjadi sarana pengabdian dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Madiun,” ujar Purnomo, Selasa (7/7/2026).
Ia menegaskan, wajah baru dalam kepengurusan tidak berarti mengesampingkan kader senior. Justru, kata dia, komposisi pengurus periode 2026–2031 merupakan perpaduan antara pengalaman pengurus lama dengan semangat generasi baru.
Menurut Purnomo, regenerasi harus dibangun melalui kolaborasi. Pengurus senior diharapkan menjadi mentor bagi kader muda agar proses kaderisasi berjalan berkesinambungan.
“Kami masih melibatkan banyak pengurus lama, tetapi juga memberi ruang kepada kader-kader baru. Yang lama punya pengalaman, yang baru punya semangat belajar. Kami ingin semuanya berkolaborasi dan bersinergi demi kemajuan PKB,” katanya.
Purnomo menilai PKB bukan milik segelintir orang ataupun kelompok tertentu. Ia menyebut partai harus menjadi wadah bersama bagi masyarakat yang ingin mengabdikan diri melalui jalur politik.
Menghadapi agenda politik mendatang, Purnomo menyadari ekspektasi publik terhadap peningkatan perolehan kursi PKB di DPRD Kabupaten Madiun. Meski demikian, ia memilih fokus memperkuat organisasi sebagai fondasi utama.
“Setiap organisasi tentu harus lebih baik dari sebelumnya. Saya menerima amanah ini dengan segala konsekuensinya. Target kami bukan hanya soal kursi, tetapi bagaimana membangun partai yang semakin kuat dan mampu menjadi saluran pengabdian bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga membuka pintu bagi masyarakat Kabupaten Madiun yang memiliki komitmen untuk berkiprah di dunia politik melalui PKB. Menurutnya, partai membutuhkan kader-kader yang siap bekerja, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“PKB terbuka bagi seluruh masyarakat Kabupaten Madiun yang memiliki komitmen dan memenuhi kualifikasi. Mari bersama-sama mengabdikan diri melalui jalur politik untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi daerah,” tutup Purnomo. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez





