Berita Terkini
Trending Tags

Musrenbang RKPD Kota Madiun 2027, Fokus Utama Penguatan SDM Menuju Kota Maju Mendunia bersama Masyarakat

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
  • visibility 193
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pemerintah Kota Madiun menggelar Musrenbang RKPD Tahun 2027 di Hotel Mercure Madiun. Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Hotel Mercure Madiun, Selasa (17/3/2026). Tema RKPD 2027 kali ini yakni Penguatan Transformasi Ekonomi, Sosial, dan Tata Kelola yang Inklusif dan Berkelanjutan Bersama Masyarakat Membangun Kota Mendunia. 

Kegiatan yang dibuka Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun ini dihadiri jajaran Forkopimda, anggota DPRD Kota Madiun, jajaran OPD serta stakeholder terkait, termasuk perwakilan masyarakat.

Plt Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun, menyampaikan bahwa RKPD 2027 masih dalam tahap rancangan yang akan terus disempurnakan melalui masukan berbagai pihak, termasuk masyarakat dan DPRD Kota Madiun.

“Ini masih rancangan RKPD 2027. Tahapannya sudah melalui Musrenbang tingkat kelurahan dan kecamatan, dan sekarang di tingkat kota. Dalam forum ini akan dipaparkan prioritas dari provinsi, nasional, hingga kota, dan masyarakat bisa memberikan usulan maupun solusi,” ujarnya.

Ia menambahkan, setelah forum Musrenbang, rancangan tersebut akan diserahkan kepada Legislatif untuk dibahas lebih lanjut.

Bagus menegaskan bahwa arah pembangunan Kota Madiun mulai 2026 hingga 2029 akan difokuskan pada penguatan sumber daya manusia (SDM), setelah sebelumnya menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur pada periode 2019–2024.

Image Not Found
Pemerintah Kota Madiun menggelar Musrenbang RKPD Tahun 2027 di Hotel Mercure Madiun. Foto : Kris-Sinergia

“Kalau sebelumnya kita membangun infrastrukturnya, sekarang tugas kita mengisi ‘rumahnya’. Tahun 2026 kita bangun fondasi, 2027 penguatan transformasi, 2028 ekspansi, hingga target 2030 mewujudkan Kota Madiun maju mendunia,” jelasnya.

Menurutnya, fokus pada SDM menjadi penting karena pertumbuhan ekonomi Kota Madiun mengalami sedikit perlambatan, dari 5,73 persen menjadi 5,69 persen. Hal ini mendorong pemerintah untuk mengoptimalkan potensi SDM sebagai penggerak utama ekonomi.

Ia juga menyoroti pentingnya pelatihan kerja yang lebih terarah dan berdampak nyata terhadap pengurangan kemiskinan dan pengangguran. Selain itu, peningkatan kualitas pendidikan menjadi prioritas agar Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Madiun bisa melampaui rata-rata provinsi.

“Mulai dari pendidikan di sekolah hingga masyarakat yang berwirausaha, semuanya kita tingkatkan kualitasnya. Ini juga bagian dari persiapan menuju generasi emas 2045,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Madiun, Armaya, menyatakan pihaknya masih akan mempelajari secara mendalam rancangan RKPD tersebut, terutama terkait implementasi program prioritas SDM.

“Secara garis besar, prioritasnya sudah jelas ke SDM. Tapi teknis pelaksanaannya nanti akan kami bahas dan analisis bersama teman-teman DPRD,” katanya.

Ia menilai arah kebijakan tersebut sejalan dengan prioritas pembangunan tahun-tahun sebelumnya, namun perlu kajian lebih lanjut agar program yang dijalankan benar-benar efektif.

Selain itu, DPRD juga akan mengkaji ratusan pokok pikiran (Pokir) dewan yang mencakup program fisik dan nonfisik. Tidak semua usulan dapat diakomodasi, sehingga perlu sinkronisasi dengan pemerintah daerah.

“Pengawasan pasti akan kita perketat, baik terkait anggaran, legislasi, maupun pelaksanaan program. Semua sudah berjalan dan akan terus kita tingkatkan,” tegasnya.

Musrenbang RKPD 2027 ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan prioritas pembangunan antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat. Partisipasi publik diharapkan mampu memperkaya program pembangunan agar lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

Hasil akhir dari proses ini akan menjadi dasar kebijakan pembangunan Kota Madiun dalam menghadapi tantangan ekonomi serta mewujudkan visi kota yang maju dan berdaya saing global pada 2030.(krs).

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Buyung

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot Madiun Rencanakan Pelebaran Tikungan Ahmad Yani Untuk Jalur Wisata

    Pemkot Madiun Rencanakan Pelebaran Tikungan Ahmad Yani Untuk Jalur Wisata

    • calendar_month Jumat, 21 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun berencana melakukan pelebaran jalan di pojokan Jalan Ahmad Yani. Pelebaran jalan ini bertujuan untuk meningkatkan kelancaran dan kenyamanan transportasi. Lebih khusus untuk bus wisata yang nantinya akan melintasi kawasan Taman Lalu Lintas Bantaran. Agus Tri Sukamto, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) […]

    Bagikan
  • Antisipasi Judol, Ratusan HP Anggota Korem 081/DSJ Diperiksa

    Antisipasi Judol, Ratusan HP Anggota Korem 081/DSJ Diperiksa

    • calendar_month Kamis, 16 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Sinergia – Kota Madiun|Ratusan handphone (HP) milik anggota Korem 081/DSJ mendadak diperiksa, Kamis (16/01/2025) selepas apel pagi. Hal ini sebagai langkah agar tidak kecolongan ada anggota yang bermain judi online. Tak hanya judol, pemeriksaan yang dilakukan juga bertujuan untuk melihat ada tidaknya keterlibatan anggota Korem 081/DSJ dalam pinjaman online (pinjol). “Pengecekan yang kita lakukan ini […]

    Bagikan
  • DPRD Ngawi Bahas LKPJ 2025, Realisasi APBD Nyaris Tercapai 100 Persen, PAD Melonjak Signifikan

    DPRD Ngawi Bahas LKPJ 2025, Realisasi APBD Nyaris Tercapai 100 Persen, PAD Melonjak Signifikan

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 317
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ngawi digelar dalam rangka penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Ngawi Tahun Anggaran 2025, Selasa (31/3/2026). Agenda ini menjadi momentum evaluasi kinerja pemerintah daerah, terutama dalam pengelolaan keuangan selama satu tahun terakhir. Dalam laporan tersebut, Pemerintah Kabupaten Ngawi mencatat realisasi anggaran pendapatan daerah […]

    Bagikan
  • Korem 081/DSJ Kerahkan Personel Tangani Karhutla di Kalimantan dan Sumatera

    Korem 081/DSJ Kerahkan Personel Tangani Karhutla di Kalimantan dan Sumatera

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Korem 081/DSJ mengerahkan sejumlah prajuritnya untuk membantu penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan dan Sumatera. “Sesuai perintah, total ada delapan personel yang kami kerahkan, terdiri dari satu Pamen (Perwira Menengah) dan tujuh Pama (Perwira Pertama). Siang ini mereka langsung berangkat dari Lanud Halim Perdana Kusuma menuju tempat […]

    Bagikan
  • Koperasi Merah Putih di Magetan: Antara Harapan dan Ketidakpastian

    Koperasi Merah Putih di Magetan: Antara Harapan dan Ketidakpastian

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Di atas kertas, Program Koperasi Merah Putih (KMP) digadang-gadang menjadi lokomotif ekonomi desa. Tapi di lapangan, program ini justru terhenti sebelum benar-benar berjalan. Di Kabupaten Magetan, hanya satu dari 235 koperasi yang aktif, dan itu pun berdiri tanpa sepeser pun bantuan dari pemerintah. Di tengah ambisi besar memberdayakan ekonomi rakyat melalui […]

    Bagikan
  • Alih Status Gunung Lawu Tak Ganggu Wisata, Pengelola Janjikan Kesepakatan Baru yang Adil

    Alih Status Gunung Lawu Tak Ganggu Wisata, Pengelola Janjikan Kesepakatan Baru yang Adil

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 269
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Perubahan status Gunung Lawu menjadi Taman Hutan Raya (Tahura) bukan hanya membawa implikasi ekologis, tetapi juga memunculkan perhatian dari sektor pariwisata. Sebagian kawasan wisata alam yang selama ini dikelola Perhutani berada dalam area yang masuk rekomendasi Tahura. Meski demikian, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan bahwa kegiatan wisata tidak akan terganggu, bahkan […]

    Bagikan
expand_less