HUT PGRI ke-80 di Magetan, Bupati Ajak Guru Berinovasi dan Perkuat Sinergi Pendidikan
- account_circle Kusnanto
- calendar_month Selasa, 23 Des 2025
- visibility 26
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Apel akbar dalam rangka peringatan Hari Guru Nasional dan Hari Ulang Tahun ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Kabupaten Magetan digelar dengan penuh khidmat. Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pendidik atas dedikasinya dalam mencerdaskan generasi penerus bangsa. Sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, PGRI, dan satuan pendidikan.
“Peringatan tahun ini menguatkan sinergitas Pemda dan PGRI Magetan dalam mewujudkan pendidikan merata dan berkemajuan. Tema ini menegaskan bahwa kemajuan pendidikan tidak dapat dicapai secara parsial, tetapi membutuhkan kolaborasi kuat dari semua pemangku kepentingan,” ujarnya.
Bupati Nanik menegaskan bahwa pemerataan pendidikan adalah amanat konstitusi. Tidak boleh ada anak di Magetan yang tertinggal hanya karena faktor wilayah, ekonomi, atau fasilitas. Pemerintah Kabupaten Magetan berkomitmen memperkuat akses pendidikan, meningkatkan kualitas guru, serta membangun sarana dan prasarana pendidikan di seluruh wilayah.
“Kita dorong inovasi pembelajaran, transformasi digital, dan penguatan kompetensi guru agar pendidikan di Magetan semakin inklusif, adaptif, dan berdaya saing,” tegasnya.
Era digital menjadi tantangan terhadap profesi guru. Menurutnya, guru masa kini tidak dapat lagi bekerja dengan pendekatan lama. “Guru sekarang harus berinovasi dan adaptif. Tidak boleh seperti zaman dulu. Sekarang sudah zamannya digital, guru-guru juga harus melek digital,” jelasnya.
Ketua PGRI Kabupaten Magetan, Sundarto, menyebut momentum HUT PGRI ke-80 menjadi pengingat pentingnya profesionalisme guru dalam menghadapi perubahan zaman. Ia mengungkap bahwa tingkat kesejahteraan guru di Magetan meningkat signifikan, terutama setelah hampir seluruh guru berbasis P3K mendapatkan sertifikasi.
“Untuk kesejahteraan, hampir semua guru sudah sertifikasi. Tinggal beberapa saja yang belum,” kata Sundarto.
Namun demikian, ia menilai tantangan utama bukan lagi soal status kepegawaian, melainkan kemampuan adaptasi. “Guru harus selalu mengembangkan diri, bersaing di era digital, dan tidak boleh berada di zona nyaman,” tambahnya.
Peringatan HUT PGRI ke-80 tahun ini diharapkan menjadi momentum mendorong kreativitas, profesionalitas, dan kolaborasi pendidikan di Kabupaten Magetan. (Nan/Krs).
- Penulis: Kusnanto


