Soal Pemadaman Bergilir, Ini Penjelasan PLN dan Penyebabnya
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 84
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Madiun dalam beberapa hari terakhir terus bermunculan. Warga mengaku aktivitas rumah tangga hingga usaha terganggu akibat listrik yang padam pada waktu-waktu tertentu.
Menanggapi hal tersebut, Manajer ULP Madiun Kota, Catur Surya Dharma Suryana, menegaskan bahwa kondisi yang terjadi bukanlah pemadaman bergilir, melainkan langkah manajemen beban yang dilakukan PLN untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan.
Menurutnya, kebijakan tersebut diambil karena adanya kendala teknis pada sistem pembangkitan yang menyebabkan pasokan listrik ke wilayah Jawa Timur berkurang.
“Secara teknis ada kendala di operasional pembangkit yang menyebabkan suplai listrik yang masuk ke Jawa Timur sedikit berkurang,” ujar Catur ditemui di Kantor PLN UP3 Madiun Jumat (19/6/2026).
Ia menjelaskan, manajemen beban dilakukan secara terbatas di sejumlah lokasi sebagai upaya mencegah gangguan yang lebih besar pada sistem kelistrikan.

“Hal ini dilakukan agar kondisi sistem tetap stabil dan tidak menyebabkan pemadaman yang lebih luas lagi,” katanya.
Sementara, Catur membantah anggapan bahwa PLN memilih wilayah tertentu untuk dipadamkan. Menurutnya, seluruh penentuan lokasi dilakukan berdasarkan pertimbangan teknis dan operasional jaringan listrik.
Setiap daerah memiliki karakteristik jaringan, sumber pasokan, hingga jenis pelanggan yang berbeda sehingga tidak semua wilayah dapat diperlakukan sama.
“Kami tidak memilih mana yang diuntungkan atau dirugikan. Semua berdasarkan kondisi teknis dan operasional sistem kelistrikan,” jelasnya.
Meski demikian, PLN berupaya agar fasilitas pelayanan publik tidak terdampak kebijakan tersebut. Rumah sakit, pusat pemerintahan, serta objek pelayanan publik lainnya menjadi prioritas untuk tetap memperoleh pasokan listrik selama pelaksanaan manajemen beban.
Sayangnya, PLN juga belum dapat memastikan kapan kebijakan manajemen beban akan berakhir. Menurut Catur, seluruh tim PLN saat ini masih menunggu kondisi sistem pembangkitan kembali normal sehingga suplai listrik ke Jawa Timur, termasuk Madiun dan sekitarnya dapat pulih sepenuhnya.
“Kami belum bisa memastikan sampai kapan proses manajemen beban ini terjadi. Ketika sistem pembangkitan sudah normal dan penyaluran listrik kembali stabil, maka manajemen beban akan dihentikan,” ujarnya.
PLN menyebut kebutuhan manajemen beban tidak memiliki angka yang tetap setiap harinya. Besaran pengurangan beban akan ditentukan oleh unit pengatur beban berdasarkan kondisi terbaru pada sistem pembangkitan.
“Jumlahnya tidak pasti. Bisa hari ini berbeda dengan besok karena mengikuti perkembangan kondisi pembangkit. Jadi sifatnya sangat fluktuatif dan dinamis,” jelas Catur.
Ia juga memastikan bahwa sebelum terjadi gangguan ini, sistem kelistrikan di wilayah Madiun maupun Jawa Timur dalam kondisi aman dan memiliki cadangan daya yang mencukupi.
“Selama kondisi normal, suplai listrik di Jawa Timur, khususnya Madiun, selalu aman dan andal. Saat ini persoalannya memang berada pada sisi teknis pembangkitan,” pungkasnya. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





