Jelang Kepulangan Haji Kota Madiun 2026, 1 Jemaah Sakit Dirawat di RS Jeddah
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 59
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun — Sebanyak 1 jemaah haji asal Kota Madiun yang tergabung dalam Kloter SUB-22 tengah dirawat di RS Samir Abbas di Jeddah, Arab Saudi. Jemaah bernama Yetty Trisnogati mengalami pemburukan kondisi kesehatan menjelang jadwal kepulangan ke tanah air. Sementara itu, jemaah haji lainnya dijadwalkan tiba di Kota Pendekar pada Minggu, 7 Juni 2026 dini hari, dengan pengawasan ketat terkait barang bawaan.
“Kondisinya saat ini agak berat sehingga dipindahkan ke rumah sakit yang lebih besar di Jeddah. Karena regulasi medis setempat, pasien tidak boleh ditengok secara langsung. Namun, kami terus memantau perkembangannya melalui komunikasi intensif dengan tim dokter yang merawat, serta kiriman dokumentasi foto berkala,” ujar Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Madiun, Datik Ardiyah Jumat (5/6/2026).
Datik menjelaskan jika kondisinya membaik dalam waktu dekat, Kemenag akan mengupayakan agar dapat dipulangkan bersama Kloter 22. Namun, jika tidak memungkinkan, Yeti akan dievakuasi melalui sistem tanazul atau dipulangkan bersama kloter berikutnya setelah dinyatakan sembuh.
Terkait teknis kepulangan Kloter SUB – 22, rombongan dijadwalkan mendarat (landing) di Bandara Internasional Juanda pada Sabtu, 6 Juni 2026 pukul 22.35 WIB. Jemaah akan melewati proses administrasi keimigrasian dan pemindaian bagasi di Embarkasi Surabaya selama masing-masing satu jam, sebelum diberangkatkan jalur darat menuju Madiun.

“Insyaallah jemaah dijadwalkan sampai di Kota Madiun pada tanggal 7 Juni 2026 sekitar pukul 02.00 dini hari. Pemerintah Kota Madiun bersama Kemenag telah menyiapkan prosesi penyambutan resmi, seremoni sujud syukur,” imbuh Datik.
Datik Ardiyah memberikan mengingatkan kepada seluruh jemaah untuk mematuhi regulasi penerbangan internasional. Otoritas penerbangan memberlakukan aturan pemindaian barang bawaan yang sangat ketat pada pemulangan haji tahun ini. Jemaah dilarang keras menyelundupkan air zamzam, baik di dalam koper besar maupun koper kecil (kabin). (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





