Selasa, 20 Okt 2026
Trending Tags

Berebut Uang Koin di Grebeg Maulid, Tradisi Warga Kedondong Madiun yang Bertahan Lintas Generasi

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
  • visibility 232
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Warga Dusun Sukorejo, Desa Kedondong, Kebonsari antusias berebut uang koin dan gunungan jajan dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – Ratusan warga memadati halaman rumah sesepuh Dusun Sukorejo, Desa Kedondong, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Selasa (25/8/2026). Mereka antusias mengikuti tradisi Grebeg Maulid dengan berebut uang koin yang disebar serta gunungan jajan.

Tradisi tahunan ini digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Warga dari berbagai kalangan bahkan rela datang dari desa-desa sekitar hingga wilayah Magetan demi menyaksikan dan mengikuti prosesi sebar udikan.

Sejak siang, warga Dusun Sukorejo membawa buceng atau tumpeng menuju rumah salah satu sesepuh desa. Rangkaian acara diawali dengan selamatan, doa bersama, pembacaan Kitab Barzanji, serta lantunan sholawat yang diiringi kesenian tradisional Gembrung.

Setelah sholawat dilantunkan, suasana berubah riuh. Warga mulai memadati area prosesi untuk menunggu uang koin disebarkan oleh keturunan leluhur desa. Bersamaan dengan itu, gunungan jajan juga dibagikan kepada masyarakat.

Bagi warga, uang koin yang diperebutkan bukan sekadar memiliki nilai nominal. Tradisi tersebut diyakini sebagai simbol sedekah dan harapan memperoleh keberkahan dalam momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Salah seorang warga, Nafi’atul Mu’awanah, mengaku sudah empat kali mengikuti tradisi tersebut setelah diajak keluarganya.

“Sudah empat tahun ini saya diajak saudara ke sini. Ramai sekali. Tadi saya juga mengajak saudara. Filosofinya mereka berbagi keberkahan Maulid atau bersedekah. Kita berharap apa yang didapat di sini juga membawa berkah dari acara Maulid ini,” ujar Nafi’atul.

Tokoh masyarakat Desa Kedondong, Sudarmoko, mengatakan tradisi Grebeg Maulid telah berlangsung secara turun-temurun. Tradisi tersebut diyakini berasal dari Keraton Pakubuwono di Solo yang kemudian dibawa oleh leluhur Desa Kedondong, Eyang Ali Muntohar alias Jayang Sari.

Seiring waktu, tradisi tersebut terus dijaga masyarakat dan berkembang menjadi ritual tahunan yang dikenal sebagai Grebeg Maulid atau sebar udikan.

“Rangkaian acara diawali kesenian Gembrung dan pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kemudian dilanjutkan pembagian gunungan jajan dan sebar uang koin dari hasil sedekah keturunan Eyang Ali Muntohar. Setelah itu ditutup dengan selamatan dan doa bersama,” kata Sudarmoko.

Menurut pria berusia 66 tahun itu, uang koin yang disebar merupakan bentuk sedekah dari warga sekitar dan keluarga besar Eyang Ali Muntohar. Jumlah uang yang disebarkan dalam tradisi tersebut bahkan bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Sudarmoko menambahkan, tradisi Grebeg Maulid tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang diyakini membawa keberkahan bagi masyarakat.

Tujuan utama pelaksanaan tradisi tersebut, kata dia, adalah memohon keberkahan kepada Allah SWT sekaligus mengharap syafaat Nabi Muhammad SAW.

Bagi warga Desa Kedondong, Grebeg Maulid menjadi tradisi yang wajib digelar setiap tahun. Masyarakat setempat bahkan memiliki keyakinan tersendiri bahwa tradisi tersebut tidak boleh ditinggalkan karena telah menjadi bagian dari warisan leluhur.

Di tengah perkembangan zaman, antusiasme masyarakat terhadap tradisi sebar udikan justru tidak surut. Riuh warga yang berebut uang koin dan gunungan jajan menjadi bukti bahwa perpaduan antara peringatan Maulid Nabi dan tradisi lokal itu masih bertahan hingga kini. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sopir Avanza yang Masuk Jurang di Dagangan Meninggal, Korban Tewas Jadi Dua

    Sopir Avanza yang Masuk Jurang di Dagangan Meninggal, Korban Tewas Jadi Dua

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal minibus Toyota Avanza yang terjun ke jurang di jalur Desa Segulung, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, bertambah menjadi dua orang. Sopir kendaraan, Yatim (60), meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif di RSUD Dolopo pada Kamis (23/7/2026) dini hari. Sebelumnya, satu penumpang bernama Suwarno (38), warga […]

    Bagikan
  • RSUD Kota Madiun Komitmen Mewujudkan Zona Integritas di Setiap Unit Kerja

    RSUD Kota Madiun Komitmen Mewujudkan Zona Integritas di Setiap Unit Kerja

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 315
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Madiun merupakan rumah sakit kelas C milik Pemerintah Kota Madiun yang telah Terakreditasi Paripurna. Inovasi terus pelayanan publik terus dikembangkan RSUD Kota Madiun sebagai bentuk pelayanan prima kepada masyarakat. Hal itu sebagai target visi RSUD Kota Madiun, terwujudnya RSUD Kota Madiun yang berkualitas dan […]

    Bagikan
  • Tancap Gas, Wali Kota Madiun Maidi Lakukan Penataan Titik Nol Km

    Tancap Gas, Wali Kota Madiun Maidi Lakukan Penataan Titik Nol Km

    • calendar_month Sabtu, 1 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Mengawali bulan suci Ramadhan, Wali Kota Madiun, Maidi tancap gas menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat. Salah satunya terkait laporan masyarakat mengenai kondisi simpang 4 tugu atau titik nol kilometer saat kondisi hujan. Pasalnya, banyak pengendara yang terjatuh akibat kondisi jalan yang licin. Menyikapi hal itu, Maidi yang didampingi Wakil Walikota […]

    Bagikan
  • 8 Pemuda Diamankan Polsek Wungu Usai Terlibat Perang Sarung

    8 Pemuda Diamankan Polsek Wungu Usai Terlibat Perang Sarung

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sebanyak 8 anak muda terlibat perang sarung di Desa Pilangrejo Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun. Sebuah video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan sekelompok pemuda mengayunkan sarung ke arah seorang remaja.  Dalam rekaman berdurasi singkat itu, korban tampak tidak berdaya setelah menerima beberapa kali pukulan sarung. Bahkan, beberapa pemuda lainnya […]

    Bagikan
  • Silaturahmi Danrem 081/DSJ Bersama 2 Tokoh Agama di Madiun

    Silaturahmi Danrem 081/DSJ Bersama 2 Tokoh Agama di Madiun

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 245
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Danrem 081/DSJ, Kolonel Arm Untoro Hariyanto berkunjung ke kediaman Gus Mamang dan Gus Mizan, 2 tokoh agama di Madiun. Ia menyebut, kunjungannya itu merupakan hal yang lazim dilakukan sebagai pejabat baru seperti dirinya. “Ini silaturahmi. Terlebih saya masih baru menjabat, tentunya perlu memperkenalkan diri dan berkomunikasi. Tidak hanya dengan tokoh […]

    Bagikan
  • 31 Acara Meriahkan Grebeg Suro 2025, Berikut Jadwal Lengkapnya

    31 Acara Meriahkan Grebeg Suro 2025, Berikut Jadwal Lengkapnya

    • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 309
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Gelaran budaya akbar Grebeg Suro 2025 segera digelar. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo telah menyiapkan 31 rangkaian acara untuk menyemarakkan perayaan tersebut. Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi, menyampaikan bahwa Grebeg Suro tahun ini akan digelar lebih meriah dan atraktif, tanpa mengesampingkan nilai-nilai […]

    Bagikan
expand_less