
Sinergia | Kab. Madiun – Suasana belajar di delapan sekolah dasar (SD) di Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, berubah tidak seperti biasanya. Anak-anak tampak antusias menyambut para tamu istimewa, relawan dari berbagai profesi yang datang bukan untuk mengajar mata pelajaran, melainkan berbagi pengalaman hidup.
Mereka datang sebagai bagian dari Kelas Inspirasi Madiun 11, sebuah kegiatan tahunan yang mempertemukan siswa dengan para profesional dari berbagai bidang. Kegiatan ini melibatkan delapan sekolah diantaranya SDN Durenan 02, SDN Tawangrejo 04, SDN Gemarang 02, SDN Winong 02, SDN Batok 02, SDN Sebayi 01, SDN Durenan 04, dan SDN Nampu 05.
Para relawan berasal dari beragam latar belakang—dokter, dosen, fotografer, jurnalis, wirausaha, hingga pengacara dan konten kreator. Mereka datang dengan semangat sukarela untuk menularkan nilai kerja keras, kejujuran, dan semangat pantang menyerah.
“Para relawan tidak hanya menceritakan profesi mereka, tetapi juga menunjukkan bahwa setiap cita-cita bisa diraih dengan usaha dan ketekunan,” kata Totok Darminto, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah Kecamatan Gemarang.
Sejak pagi, para siswa tampak bersemangat. Di beberapa sekolah, anak-anak menyiapkan sambutan sederhana, lengkap dengan lagu dan bunga kertas. Di dalam kelas, suasana belajar berubah menjadi lebih hidup—tawa dan tepuk tangan bersahut-sahutan saat para relawan berbagi cerita.
Di SDN Durenan 02, siswa belajar bersama seorang groomer kucing dan melihat langsung cara merawat hewan peliharaan. Di SDN Tawangrejo 04, anak-anak diajari dokter gigi tentang pentingnya menjaga kesehatan mulut.
Sementara di SDN Winong 02, relawan yang berprofesi sebagai konten kreator mengajak siswa membuat video pendek untuk menumbuhkan kepercayaan diri berbicara di depan kamera. Di SDN Durenan 04, seorang pengacara mengajak murid bermain peran menjadi pembela kebenaran.
Kegiatan serupa juga berlangsung di sekolah lain: anak-anak SDN Batok 02 mencoba menjadi penyiar cilik, siswa SDN Nampu 05 belajar dari apoteker tentang dosis obat, dan di SDN Sebayi 01 mereka berinteraksi langsung dengan petugas pemadam kebakaran. Sementara itu, siswa SDN Gemarang 02 mengenal profesi modern seperti data analyst, banker, dan digital marketer—profesi yang mungkin belum pernah mereka dengar sebelumnya.
Menurut Totok, pengalaman semacam ini memberi dampak besar bagi dunia pendidikan di tingkat dasar. Guru-guru bisa belajar dari pendekatan para relawan yang komunikatif dan empatik, sementara siswa belajar melalui contoh nyata.
“Anak-anak jadi tahu bahwa pelajaran yang mereka dapat di sekolah punya manfaat langsung di dunia nyata,” ujarnya.
Selain memperluas wawasan siswa, Kelas Inspirasi juga memperkuat hubungan antara sekolah, masyarakat, dan kalangan profesional. Guru, siswa, dan relawan saling terlibat dalam suasana kolaboratif yang jarang ditemui di kegiatan belajar mengajar rutin.
Pihak sekolah mencatat sejumlah perubahan positif setelah kegiatan berlangsung. Banyak siswa yang lebih aktif bertanya dan mulai berani mengungkapkan cita-citanya. Nilai-nilai karakter seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kerja keras pun semakin terlihat.
Kegiatan ini juga mempererat gotong royong antar sekolah di Kecamatan Gemarang. Guru dan kepala sekolah saling membantu menyiapkan kegiatan, berbagi pengalaman, dan berkoordinasi dengan panitia Kelas Inspirasi Madiun.
“Kami merasa dunia pendidikan dasar tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan dari para profesional sangat berarti bagi tumbuhnya semangat belajar anak-anak,” kata Totok menegaskan.
Meski hanya berlangsung sehari, Kelas Inspirasi Madiun 11 meninggalkan kesan mendalam. Bagi para siswa, pertemuan itu membuka pandangan baru tentang masa depan. Bagi guru dan relawan, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa inspirasi tak selalu datang dari ruang kelas—kadang dari kehadiran, cerita, dan ketulusan.
“Semoga kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda rutin tahunan. Dari sekolah-sekolah sederhana di pelosok, kami percaya akan lahir generasi hebat yang siap membawa perubahan,” tutup Totok.
Kelas Inspirasi Madiun 11 menunjukkan bahwa pendidikan inspiratif tidak harus rumit atau mahal. Cukup dengan kehadiran orang-orang yang peduli dan bersedia berbagi pengalaman hidup, anak-anak bisa melihat dunia dengan cara baru — dan mulai berani bermimpi lebih tinggi. (Tova/Krs)