
Sinergia | Magetan – Setelah sebelumnya enggan merespons permintaan konfirmasi, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banyudono, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Anggun Retno, akhirnya memberikan hak jawab terkait pemberitaan mengenai relawan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak masuk bekerja.
Hak jawab ini sekaligus menindaklanjuti pemberitaan sebelumnya yang menyoroti keluhan sejumlah relawan mengenai status kerja dan ketidakpastian penghasilan. Anggun menegaskan bahwa pihaknya tidak melakukan pemutusan kerja, pemberhentian, atau merumahkan relawan MBG. Menurutnya, relawan yang tidak masuk bekerja belakangan ini sedang menjalani sistem rolling atau shifting jadwal kerja, karena jumlah relawan yang direkrut melebihi kebutuhan.
“Untuk 10 orang yang tidak bekerja itu memang mendapat giliran rolling jadwal masuk, karena jumlah relawan yang kami rekrut melebihi ketentuan yang ada,” ujar Anggun Retno, Jumat (19/12/2025).
Ia menjelaskan, penerapan sistem rolling tersebut dilakukan sebagai langkah untuk menyesuaikan jumlah tenaga dengan kapasitas dapur, sekaligus menghindari cut off relawan. Langkah ini juga diklaim sejalan dengan arahan Badan Gizi Nasional (BGN) yang secara tegas melarang pemutusan kerja relawan.
“Terkait aturan dan mekanisme kerja sudah disampaikan sejak awal dan disepakati bersama oleh relawan,” tambahnya.
Hak jawab ini disampaikan untuk memperjelas informasi publik, setelah sebelumnya sebagian relawan mengaku khawatir akan kehilangan penghasilan karena tidak lagi bekerja di dapur gizi MBG Banyudono.
Dengan penjelasan ini, pengelola berharap tidak terjadi kesalahpahaman mengenai status relawan di SPPG Banyudono, sekaligus memastikan bahwa pelaksanaan Program MBG tetap berjalan sesuai aturan dan komitmen bersama.(Nan/Krs)