Berita Terkini
light_mode
Trending Tags

Lakukan Penyelidikan, Kepolisian Ambil Sampel Menu MBG Untuk Uji Lab Forensik

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
  • visibility 26
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Polisi terus mendalami kasus dugaan keracunan massal siswa sekolah dasar di Kecamatan Mejayan, Foto : Tova Pradana – Sinergia

Sinergia | Kab. Madiun – Polisi terus mendalami kasus dugaan keracunan massal siswa sekolah dasar di Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun. Hal itu setelah puluhan siswa mengalami gejala mual dan muntah usai menyantap menu nasi goreng dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Polres Madiun memastikan penanganan medis dan penyelidikan berjalan paralel, sembari menunggu hasil laboratorium forensik yang menjadi kunci penentuan langkah hukum berikutnya.

Wakapolres Madiun, Kompol Mukhamad Lutfi, menyebut proses evakuasi dan penanganan korban sudah dilakukan sejak laporan pertama diterima. “Dari 49 korban, 42 sudah dinyatakan sehat. Tujuh lainnya dirujuk ke RSUD Caruban untuk observasi lebih lanjut,” ujarnya.

Tim Satreskrim Polres Madiun telah mengambil sampel makanan, baik sisa konsumsi maupun porsi yang belum dibagikan, untuk diuji di Laboratorium Forensik. Hasil uji ini akan menentukan apakah keracunan benar berasal dari menu yang disajikan oleh salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Namun Kompol Lutfi menegaskan, pembubaran atau penutupan SPPG belum dapat dipastikan sebelum hasil ilmiah keluar.“Kami belum bisa memastikan. Semua mengacu pada hasil laboratorium. Sekitar satu minggu lagi kami sampaikan hasil resminya,” katanya.

Meski sanksi belum dijatuhkan, polisi menilai perlunya langkah antisipatif. Polres Madiun meminta seluruh SPPG meningkatkan prosedur check food sebelum makanan didistribusikan. Pengujian kelayakan menu dinilai masih belum merata akibat keterbatasan alat di tiap layanan.

“Untuk sementara, SPPG terkait diminta diganti dulu. Kami imbau seluruh SPPG memastikan keamanan pangan sebelum dibagikan, agar kejadian seperti hari ini tidak terulang,” ujar Wakapolres Madiun.

Koordinasi juga dilakukan dengan Korwil SPPG Kabupaten Madiun serta Badan Gizi Nasional guna memperkuat standar security food dan memastikan setiap dapur pemenuhan gizi memenuhi persyaratan teknis sebelum beroperasi kembali.

Hingga kini penyebab keracunan belum dapat disimpulkan. Polisi menegaskan seluruh langkah lanjutan mulai dari sanksi, skorsing, hingga tanggung jawab lembaga penyedia makanan akan diambil berdasarkan data ilmiah dari laboratorium forensik.

Sementara itu, aktivitas program MBG di kecamatan tersebut dipastikan diawasi ketat. Pemerintah daerah dan aparat meminta seluruh pihak memperketat kualitas pengolahan makanan, mengingat program ini menyasar ribuan siswa sekolah dasar di Kabupaten Madiun.

Kasus ini menjadi evaluasi besar bagi pengelolaan menu bergizi gratis, sekaligus menggarisbawahi pentingnya standar keamanan pangan dalam program intervensi gizi di lingkungan pendidikan. (Tov/Krs)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Arahan Ketua Umum PSHT dan Ketua Umum PSHW-TM soal Suroan dan Suran Agung

    Ini Arahan Ketua Umum PSHT dan Ketua Umum PSHW-TM soal Suroan dan Suran Agung

    • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Mendekati bulan Muharram 1447 Hijriah atau dalam kalender Jawa disebut bulan Suro berkaitan erat dengan 2 tradisi besar Kota Madiun. Yakni tradisi Suroan bagi Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) serta Suran Agung bagi Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda (PSHW-TM). 2 tradisi tersebut menjadi atensi bagi pihak keamanan baik Pemerintah […]

    Bagikan
  • DLH Ponorogo Minta Petani Keramba Telaga Ngebel Beralih ke Budidaya via Kolam

    DLH Ponorogo Minta Petani Keramba Telaga Ngebel Beralih ke Budidaya via Kolam

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Fenomena naiknya kadar belerang di Telaga Ngebel kian sulit diprediksi dan memukul para petani ikan keramba dengan kerugian besar. Menyikapi kondisi ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ponorogo meminta para petani mulai beralih ke budidaya ikan kolam yang dinilai lebih aman dan ramah lingkungan. “Dulu kadar belerang naik hanya dua kali […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Tambah Armada untuk Layanan Balik Gratis Tujuan Jakarta

    Pemkab Madiun Tambah Armada untuk Layanan Balik Gratis Tujuan Jakarta

    • calendar_month Kamis, 27 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Madiun mendapat tambahan armada untuk layanan balik gratis dengan tujuan Jakarta. Tambahan satu unit bus ini berasal dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) salah satu BUMD perbankan Jawa Timur. Kepala Dishub Kabupaten Madiun, Supriyadi, mengungkapkan bahwa tambahan armada ini merupakan bagian dari upaya […]

    Bagikan
  • Penanganan RTLH di Kabupaten Madiun Tahun 2026 Turun 50 Persen, Ribuan Rumah Menunggu Perbaikan

    Penanganan RTLH di Kabupaten Madiun Tahun 2026 Turun 50 Persen, Ribuan Rumah Menunggu Perbaikan

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun— Upaya penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Madiun pada 2026 mengalami penurunan cukup tajam dibanding tahun sebelumnya. Kondisi ini dipicu oleh keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi, sehingga jumlah rumah yang dapat ditangani tahun ini berkurang hampir separuh. Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Madiun mencatat, sepanjang 2026 hanya sekitar […]

    Bagikan
  • Pacitan Diguncang Gempa Magnitudo 6,4 Dini Hari, Ini Data BMKG

    Pacitan Diguncang Gempa Magnitudo 6,4 Dini Hari, Ini Data BMKG

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Sinergia | Pacitan – Gempa berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah tenggara Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (06/02/2026) sekira pukul 01.06 WIB. Lokasi pusat gempa berada di laut, tepatnya di tenggara Pacitan, dengan parameter kedalaman 10 kilometer. Sesuai data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa berada di koordinat 8,99 Lintang Selatan dan […]

    Bagikan
  • Petani Muda Magetan Inovasi Alat Semprot, Buktikan Bertani Bisa Keren dan Menguntungkan

    Petani Muda Magetan Inovasi Alat Semprot, Buktikan Bertani Bisa Keren dan Menguntungkan

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Di saat banyak anak muda bermimpi bekerja di kota besar dengan penghasilan tinggi, dua pemuda asal Desa Becok, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, justru memilih jalan berbeda. Mereka menekuni dunia pertanian dan membuktikan bahwa bertani juga bisa keren, modern, dan menjanjikan. Adalah Yusril Anwar (24), lulusan salah satu universitas di Ponorogo, dan […]

    Bagikan
expand_less