
Sinergia | Kab.Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mulai menguji coba Program MASTER CETE (Masyarakat Terdidik, Cerdas, dan Terampil). Program ini sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong penguatan ekonomi daerah. Uji coba program ini digelar di Madiun Umbul Square, Senin (15/12/2025) yang diikuti ratusan siswa tingkat SD dan SMP dari wilayah selatan Kabupaten Madiun.
Program tersebut menjadi bagian dari pembelajaran luar ruang (outdoor learning) yang dirancang agar siswa dapat mengaplikasikan materi pelajaran secara langsung di lapangan. Melalui pendekatan kontekstual, siswa diajak memahami teori yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di berbagai sektor.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, Agus Sucipto, mengatakan bahwa pelaksanaan uji coba ini merupakan bagian dari realisasi visi dan misi Pemerintah Kabupaten Madiun.
“Hari ini bertepatan dengan uji coba pelaksanaan visi-misi Pemkab Madiun, khususnya visi ketiga yaitu Bersahaja serta misi kelima yang berfokus pada pembangunan manusia yang cerdas dan terampil,” ujar Agus.
Ia menjelaskan, Program MASTER CETE direncanakan akan dilaksanakan secara penuh mulai Januari hingga Desember 2026. Kegiatan tersebut akan berlangsung rutin setiap Senin hingga Kamis dan tersebar di hampir 25 titik di seluruh wilayah Kabupaten Madiun.
“Salah satu titik pelaksanaannya ada di Umbul Square. Seluruh siswa SD dan SMP akan terlibat, dan pada pertengahan semester akan bergabung pula peserta didik dari jenjang PAUD dan TK,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, MASTER CETE akan berjalan menyerupai kegiatan belajar di sekolah. Siswa mengikuti pembelajaran mulai pukul 07.00 hingga 14.30 WIB, namun lokasinya berada di luar kelas, seperti destinasi wisata, situs bersejarah, hingga kawasan edukasi milik daerah.
“Anak-anak belajar di destinasi wisata atau tempat bersejarah yang ada di Kabupaten Madiun. Ini pembelajaran kontekstual, di mana teori yang dipelajari di kelas bisa langsung diaplikasikan di lapangan bersama guru. Harapannya, karakter peserta didik dapat terbentuk lebih kuat,” katanya.
Agus menegaskan, pembelajaran berbasis pengalaman menjadi penting karena teori semata dinilai belum cukup untuk membentuk keterampilan dan kepekaan siswa.
Di Madiun Umbul Square, misalnya, siswa diperkenalkan pada edukasi flora dan fauna. Selain sebagai sarana belajar, lokasi tersebut juga merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dinilai strategis untuk mendukung edukasi sekaligus promosi pariwisata daerah.
“Dengan kegiatan ini, destinasi wisata di Kabupaten Madiun bisa semakin dikenal dan berkontribusi terhadap pendapatan daerah. Peserta didik juga menjadi bagian dari pergerakan wisata lokal,” ujarnya.
Selain di Umbul Square, uji coba Program MASTER CETE juga dilaksanakan di sejumlah sektor lain. Di sektor sejarah, siswa diajak belajar langsung di kawasan Monumen Kresek, Kecamatan Wungu. Sementara itu, sektor pertanian dan perikanan dilakukan di kawasan Waduk Bening Widas, Kecamatan Saradan.
Melalui program ini, Pemkab Madiun berharap pembelajaran tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga memberikan dampak berkelanjutan bagi pengembangan potensi daerah dan ekonomi lokal. (Tim Liputan)