Rabu, 4 Nov 2026
Trending Tags

Pemkot Madiun Dorong Perajin Kembangkan Motif Batik Khas Daerah, Targetkan Bentuk Galeri Khusus di 2027

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
  • visibility 166
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pemkot Madiun menargetkan galeri khusus batik pada 2027. (14/9/2026), Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun mendorong perajin batik mengembangkan motif yang memiliki identitas khas daerah untuk meningkatkan daya saing produk batik Kota Madiun.

Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan peningkatan daya saing motif khas daerah yang digelar Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disnaker-KUKM) Kota Madiun di Gedung Dekranasda, Senin (14/9/2026). Pelatihan tersebut diikuti sekitar 30 perajin batik yang tergabung dalam Asosiasi Perajin Batik Madiun (APBM).

Plt Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun mengatakan pengembangan kapasitas perajin perlu dilakukan secara berkelanjutan, terlebih setelah pelaksanaan Madiun Batik Heritage Festival beberapa waktu lalu. Ia meminta perajin tidak hanya memproduksi batik, tetapi juga mampu menciptakan motif yang mencerminkan karakter dan identitas Kota Madiun.

“Kemarin habis Madiun Batik Heritage Festival, saya minta sekarang untuk upgrade teman-teman yang tergabung dalam APBM ini untuk upgrade terus,” kata Bagus.

Menurutnya, hampir setiap daerah memiliki produk batik dengan karakter masing-masing. Karena itu, Kota Madiun perlu memiliki motif yang ketika dilihat masyarakat langsung dapat dikenali sebagai batik khas Madiun.

“Seluruh daerah khususnya di Madiun ini harus punya identitas. Bikin batik yang mempunyai identitas khas Kota Madiun, ini yang diperlukan,” ujarnya.

Bagus menilai pengembangan motif dapat dilakukan dengan menggali berbagai potensi, sejarah, maupun ikon yang melekat dengan Kota Madiun.

Tiga identitas yang saat ini menjadi maskot Kota Madiun, yakni pecel, pendekar, dan kereta api, dapat menjadi sumber inspirasi dalam pengembangan desain batik.

“Kita punya tiga identitas yang sekarang jadi maskot itu yaitu pecel, pendekar, sama kereta api. Yang ini bisa digali dengan cerita-cerita sejarah, narasi yang bisa nanti dibangun,” katanya.

Ia berharap setiap motif yang dihasilkan perajin tidak sekadar menjadi ornamen, tetapi juga memiliki cerita. Dengan demikian, masyarakat dapat memahami keterkaitan motif tersebut dengan Kota Madiun.

“Sehingga nantinya di setiap ada bentuk motif batik, orang sudah paham, ‘Oh, ini Madiun’,” imbuhnya.

Selain meningkatkan kemampuan desain perajin, Pemkot Madiun mulai menggagas pengembangan galeri khusus batik sebagai ruang untuk menampilkan produk dan karya perajin lokal.

Bagus mengatakan keberadaan Dekranasda sebenarnya sudah menjadi bagian dari ekosistem promosi produk kerajinan daerah. Namun, potensinya masih perlu diperkuat.

Ia menargetkan hasil pelatihan pengembangan motif dapat menjadi salah satu materi yang ditampilkan dalam galeri batik yang direncanakan mulai dipersiapkan pada 2027.

“Saya pengin nanti teman-teman hasil dari upgrade motif ini nanti bikin desain-desain masing-masing. Nanti insyaallah 2027 kita perencanaan bikin galeri khusus batik,” jelasnya.

Pemkot juga mendorong perajin memperluas wawasan dengan belajar dari sentra batik di daerah lain. Salah satunya dengan rencana kunjungan ke Pekalongan yang dikenal sebagai salah satu pusat batik Indonesia.

Image Not Found
Puluhan perajin mengikuti pelatihan desain motif batik. Foto : Kris-Sinergia

Menurut Bagus, pembelajaran dari sentra batik di luar daerah diperlukan agar perajin Madiun dapat mengukur kualitas produknya berdasarkan perkembangan industri batik secara lebih luas.

“Jangan hanya belajar dari batik di rumah sendiri, tetapi harus bisa mengukur kualitas batiknya dari batik yang dari luar Kota Madiun. Bangun mentalnya itu juga penting,” tegasnya.

Untuk mendukung keberlangsungan usaha perajin, Pemkot Madiun saat ini lebih memprioritaskan dukungan berupa peralatan produksi.

Bagus mengatakan dirinya kerap menanyakan langsung kepada perajin mengenai kebutuhan alat yang diperlukan untuk mengembangkan usaha.

“Saya sering mengunjungi teman-teman batik itu selalu saya tanya, ‘Butuh alat apa?’ Begitu. Ya udah, itu yang nanti kita catat,” katanya.

Kebutuhan peralatan tersebut akan diinventarisasi dan diupayakan melalui penganggaran pemerintah. Sementara untuk kebutuhan pembiayaan usaha, Pemkot Madiun akan menghubungkan pelaku usaha dengan pihak perbankan.

“Kalau untuk pembiayaan, nanti pasti kita koneksikan dengan perbankan,” ujarnya.

Salah satu perajin batik sekaligus pemilik WMH Batik, Lilik Widiawati, menyambut positif pelatihan peningkatan desain dan mutu motif khas Kota Madiun tersebut.

Menurutnya, pelatihan memberikan pengetahuan baru kepada perajin, khususnya dalam mengembangkan desain sekaligus filosofi yang terkandung di dalam sebuah motif. Dalam kegiatan tersebut, perajin mendapatkan pelatihan dari Seto Utoro, owner Batik E Seto Bojonegoro.

“Jadi hari ini kami dapat pelatihan membuat desain berikut filosofinya,” kata Lilik.

Lilik menjelaskan, dalam proses pelatihan, perajin mulai menggali sejumlah unsur yang dianggap merepresentasikan Kota Madiun. Salah satunya kuliner pecel yang telah menjadi bagian dari identitas daerah.

Selain itu, keberadaan industri kereta api PT INKA juga dinilai dapat menjadi sumber inspirasi untuk menciptakan motif khas Madiun.

“Kita bisa ngambil pecelan. Terus Madiun juga punya industri yaitu INKA, kita juga bisa ambil dari ornamen yang ada di INKA, industri keretanya, bisa ambil kereta, relnya,” jelasnya.

Berbagai unsur tersebut kemudian dikembangkan dan dikemas menjadi desain yang nantinya diharapkan dapat menjadi motif batik khas Kota Madiun.

Lilik menilai pelatihan tersebut membantu perajin meningkatkan mutu dan kualitas desain sehingga produk batik lokal memiliki daya saing lebih kuat.

“Tanggapan dari pelatihan ini sangat bagus, membantu sekali perajin batik untuk meningkatkan mutu kualitas motif,” ujarnya.

Ia berharap dukungan terhadap perajin tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dilanjutkan dengan fasilitas dan pendampingan pengembangan desain.

Dengan peningkatan kualitas tersebut, Lilik berharap batik Madiun mampu bersaing dengan produk batik dari daerah lain sekaligus memperkenalkan identitas Kota Madiun melalui motif yang dihasilkan para perajin lokal.

“Harapannya kami akan lebih baik, mendapat fasilitas peningkatan dari desain, dan kemudian bisa mempunyai daya saing dengan UMKM yang lain, terutama pembatik-pembatik yang ada di luar Kota Madiun,” katanya.

Ia optimistis motif khas Madiun yang dikembangkan secara konsisten dapat semakin dikenal dan diterima pecinta batik di berbagai daerah. Pemkot Madiun pun berharap hasil dari pelatihan ini dapat dikembangkan agar motif khas daerah Kota Madiun dapat lebih dikenal luas. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Madiun Luncurkan SPPG Dukung Program Makan Bergizi Gratis

    Pemkab Madiun Luncurkan SPPG Dukung Program Makan Bergizi Gratis

    • calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun resmi meluncurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai upaya memperkuat implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa sekolah. Peluncuran dilakukan Bupati Madiun Hari Wuryanto, didampingi Wakil Bupati Purnomo Hadi, di Desa Sidorejo, Kecamatan Kebonsari, Selasa (05/08/2025). Peluncuran ditandai pelepasan armada pengangkut makanan menuju sekolah-sekolah penerima program. […]

    Bagikan
  • Proses PAW Usman Ependi, DPRD Kota Madiun Tunggu SK Gubernur

    Proses PAW Usman Ependi, DPRD Kota Madiun Tunggu SK Gubernur

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Proses pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPRD Kota Madiun tinggal selangkah lagi rampung. Usman Ependi yang diusulkan menggantikan almarhum Andi Raya Bagus Miko Saputra saat ini tinggal menunggu Surat keputusan (SK) dari Gubernur Jawa Timur. Ketua DPRD Kota Madiun, Armaya, menjelaskan bahwa DPRD telah menerima surat balasan dari Komisi Pemilihan Umum […]

    Bagikan
  • 10 Anak Di Jenangan Diamankan, Buat Petasan Dari Kertas Buku Pelajaran

    10 Anak Di Jenangan Diamankan, Buat Petasan Dari Kertas Buku Pelajaran

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 349
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sebanyak 10 anak di Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur diamankan aparat kepolisian dalam sepekan terakhir. Mereka kedapatan membuat balon udara tanpa awak dan ratusan selongsong petasan. Mirisnya, bahan pembuatan selongsong petasan tersebut menggunakan kertas dari buku pelajaran. Kapolsek Jenangan AKP Amrih Widodo menyampaikan, pihaknya menerima laporan masyarakat terkait aktivitas pembuatan […]

    Bagikan
  • Pria Pengamen Ditemukan Meninggal di Kamar Kos, Polisi Pastikan Tidak Ada Unsur Kekerasan

    Pria Pengamen Ditemukan Meninggal di Kamar Kos, Polisi Pastikan Tidak Ada Unsur Kekerasan

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 406
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Warga di kawasan Jalan Bangka, Kabupaten Magetan, dikejutkan dengan penemuan seorang pria yang meninggal dunia di dalam kamar kos, Sabtu (16/5/2026). Kejadian ini sempat mengundang perhatian warga sekitar yang berdatangan ke lokasi. Laporan masyarakat yang masuk sekitar pukul 08.00 WIB langsung ditindaklanjuti petugas Polsek Magetan Kota bersama tim medis. Setibanya di […]

    Bagikan
  • Aksi Emak-emak Curi Susu di Minimarket Terekam CCTV, Satu Tertangkap, Tiga Kabur

    Aksi Emak-emak Curi Susu di Minimarket Terekam CCTV, Satu Tertangkap, Tiga Kabur

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Aksi pencurian yang dilakukan sekelompok emak-emak di sebuah minimarket wilayah Desa Sampung, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, terekam kamera pengawas atau CCTV. Para pelaku yang terdiri dari tiga perempuan dan satu laki-laki itu menjalankan aksinya dengan modus terstruktur dan rapi. Mereka menyasar susu kemasan dan menyembunyikannya di balik rok pelaku perempuan. Kejadian […]

    Bagikan
  • 741 Personel Disiagakan, Polres Madiun Kota Siap Laksanakan Ops Ketupat Semeru 2026 

    741 Personel Disiagakan, Polres Madiun Kota Siap Laksanakan Ops Ketupat Semeru 2026 

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Sebanyak 741 personel gabungan disiapkan untuk mengamankan arus mudik dan perayaan Hari Raya Idulfitri di wilayah Kota Madiun. Kesiapan tersebut ditandai dengan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2026 yang digelar di halaman Mako Polres Madiun Kota, Kamis (12/3/2026) sore. Apel tersebut melibatkan unsur TNI, Polri, serta berbagai instansi terkait […]

    Bagikan
expand_less