Berita Terkini
Trending Tags

Pemkot Madiun Dorong Perajin Kembangkan Motif Batik Khas Daerah, Targetkan Bentuk Galeri Khusus di 2027

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month 51 menit yang lalu
  • visibility 20
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pemkot Madiun menargetkan galeri khusus batik pada 2027. (14/9/2026), Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun mendorong perajin batik mengembangkan motif yang memiliki identitas khas daerah untuk meningkatkan daya saing produk batik Kota Madiun.

Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan peningkatan daya saing motif khas daerah yang digelar Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disnaker-KUKM) Kota Madiun di Gedung Dekranasda, Senin (14/9/2026). Pelatihan tersebut diikuti sekitar 30 perajin batik yang tergabung dalam Asosiasi Perajin Batik Madiun (APBM).

Plt Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun mengatakan pengembangan kapasitas perajin perlu dilakukan secara berkelanjutan, terlebih setelah pelaksanaan Madiun Batik Heritage Festival beberapa waktu lalu. Ia meminta perajin tidak hanya memproduksi batik, tetapi juga mampu menciptakan motif yang mencerminkan karakter dan identitas Kota Madiun.

“Kemarin habis Madiun Batik Heritage Festival, saya minta sekarang untuk upgrade teman-teman yang tergabung dalam APBM ini untuk upgrade terus,” kata Bagus.

Menurutnya, hampir setiap daerah memiliki produk batik dengan karakter masing-masing. Karena itu, Kota Madiun perlu memiliki motif yang ketika dilihat masyarakat langsung dapat dikenali sebagai batik khas Madiun.

“Seluruh daerah khususnya di Madiun ini harus punya identitas. Bikin batik yang mempunyai identitas khas Kota Madiun, ini yang diperlukan,” ujarnya.

Bagus menilai pengembangan motif dapat dilakukan dengan menggali berbagai potensi, sejarah, maupun ikon yang melekat dengan Kota Madiun.

Tiga identitas yang saat ini menjadi maskot Kota Madiun, yakni pecel, pendekar, dan kereta api, dapat menjadi sumber inspirasi dalam pengembangan desain batik.

“Kita punya tiga identitas yang sekarang jadi maskot itu yaitu pecel, pendekar, sama kereta api. Yang ini bisa digali dengan cerita-cerita sejarah, narasi yang bisa nanti dibangun,” katanya.

Ia berharap setiap motif yang dihasilkan perajin tidak sekadar menjadi ornamen, tetapi juga memiliki cerita. Dengan demikian, masyarakat dapat memahami keterkaitan motif tersebut dengan Kota Madiun.

“Sehingga nantinya di setiap ada bentuk motif batik, orang sudah paham, ‘Oh, ini Madiun’,” imbuhnya.

Selain meningkatkan kemampuan desain perajin, Pemkot Madiun mulai menggagas pengembangan galeri khusus batik sebagai ruang untuk menampilkan produk dan karya perajin lokal.

Bagus mengatakan keberadaan Dekranasda sebenarnya sudah menjadi bagian dari ekosistem promosi produk kerajinan daerah. Namun, potensinya masih perlu diperkuat.

Ia menargetkan hasil pelatihan pengembangan motif dapat menjadi salah satu materi yang ditampilkan dalam galeri batik yang direncanakan mulai dipersiapkan pada 2027.

“Saya pengin nanti teman-teman hasil dari upgrade motif ini nanti bikin desain-desain masing-masing. Nanti insyaallah 2027 kita perencanaan bikin galeri khusus batik,” jelasnya.

Pemkot juga mendorong perajin memperluas wawasan dengan belajar dari sentra batik di daerah lain. Salah satunya dengan rencana kunjungan ke Pekalongan yang dikenal sebagai salah satu pusat batik Indonesia.

Image Not Found
Puluhan perajin mengikuti pelatihan desain motif batik. Foto : Kris-Sinergia

Menurut Bagus, pembelajaran dari sentra batik di luar daerah diperlukan agar perajin Madiun dapat mengukur kualitas produknya berdasarkan perkembangan industri batik secara lebih luas.

“Jangan hanya belajar dari batik di rumah sendiri, tetapi harus bisa mengukur kualitas batiknya dari batik yang dari luar Kota Madiun. Bangun mentalnya itu juga penting,” tegasnya.

Untuk mendukung keberlangsungan usaha perajin, Pemkot Madiun saat ini lebih memprioritaskan dukungan berupa peralatan produksi.

Bagus mengatakan dirinya kerap menanyakan langsung kepada perajin mengenai kebutuhan alat yang diperlukan untuk mengembangkan usaha.

“Saya sering mengunjungi teman-teman batik itu selalu saya tanya, ‘Butuh alat apa?’ Begitu. Ya udah, itu yang nanti kita catat,” katanya.

Kebutuhan peralatan tersebut akan diinventarisasi dan diupayakan melalui penganggaran pemerintah. Sementara untuk kebutuhan pembiayaan usaha, Pemkot Madiun akan menghubungkan pelaku usaha dengan pihak perbankan.

“Kalau untuk pembiayaan, nanti pasti kita koneksikan dengan perbankan,” ujarnya.

Salah satu perajin batik sekaligus pemilik WMH Batik, Lilik Widiawati, menyambut positif pelatihan peningkatan desain dan mutu motif khas Kota Madiun tersebut.

Menurutnya, pelatihan memberikan pengetahuan baru kepada perajin, khususnya dalam mengembangkan desain sekaligus filosofi yang terkandung di dalam sebuah motif. Dalam kegiatan tersebut, perajin mendapatkan pelatihan dari Seto Utoro, owner Batik E Seto Bojonegoro.

“Jadi hari ini kami dapat pelatihan membuat desain berikut filosofinya,” kata Lilik.

Lilik menjelaskan, dalam proses pelatihan, perajin mulai menggali sejumlah unsur yang dianggap merepresentasikan Kota Madiun. Salah satunya kuliner pecel yang telah menjadi bagian dari identitas daerah.

Selain itu, keberadaan industri kereta api PT INKA juga dinilai dapat menjadi sumber inspirasi untuk menciptakan motif khas Madiun.

“Kita bisa ngambil pecelan. Terus Madiun juga punya industri yaitu INKA, kita juga bisa ambil dari ornamen yang ada di INKA, industri keretanya, bisa ambil kereta, relnya,” jelasnya.

Berbagai unsur tersebut kemudian dikembangkan dan dikemas menjadi desain yang nantinya diharapkan dapat menjadi motif batik khas Kota Madiun.

Lilik menilai pelatihan tersebut membantu perajin meningkatkan mutu dan kualitas desain sehingga produk batik lokal memiliki daya saing lebih kuat.

“Tanggapan dari pelatihan ini sangat bagus, membantu sekali perajin batik untuk meningkatkan mutu kualitas motif,” ujarnya.

Ia berharap dukungan terhadap perajin tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dilanjutkan dengan fasilitas dan pendampingan pengembangan desain.

Dengan peningkatan kualitas tersebut, Lilik berharap batik Madiun mampu bersaing dengan produk batik dari daerah lain sekaligus memperkenalkan identitas Kota Madiun melalui motif yang dihasilkan para perajin lokal.

“Harapannya kami akan lebih baik, mendapat fasilitas peningkatan dari desain, dan kemudian bisa mempunyai daya saing dengan UMKM yang lain, terutama pembatik-pembatik yang ada di luar Kota Madiun,” katanya.

Ia optimistis motif khas Madiun yang dikembangkan secara konsisten dapat semakin dikenal dan diterima pecinta batik di berbagai daerah. Pemkot Madiun pun berharap hasil dari pelatihan ini dapat dikembangkan agar motif khas daerah Kota Madiun dapat lebih dikenal luas. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Ramadhan, Ribuan Peziarah Kunjungi Makam Batoro Katong

    Jelang Ramadhan, Ribuan Peziarah Kunjungi Makam Batoro Katong

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Menjelang bulan suci Ramadhan, ribuan peziarah mendatangi Makam Batoro Katong yang terletak di Kelurahan Setono, Kecamatan Jenangan, Ponorogo. Ziarah ini merupakan tradisi tahunan bagi masyarakat, baik dari dalam maupun luar kota, sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh penyebar Islam dan pendiri Kabupaten Ponorogo tersebut. Juru Kunci Makam Batoro Katong, Sunardi, mengungkapkan […]

    Bagikan
  • KPK Geledah Rumah Kadiskominfo Kota Madiun, Sita 2 HP dan Dokumen SPPD

    KPK Geledah Rumah Kadiskominfo Kota Madiun, Sita 2 HP dan Dokumen SPPD

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 916
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kota Madiun. Terbaru, tim penyidik menggeledah rumah Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Madiun, Noor Aflah, pada Senin (6/4/2026). Penggeledahan dilakukan di rumah pribadi Noor Aflah yang berlokasi di Jalan Aneka Sari, Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kartoharjo, Kota […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Rencanakan Pelebaran Tikungan Ahmad Yani Untuk Jalur Wisata

    Pemkot Madiun Rencanakan Pelebaran Tikungan Ahmad Yani Untuk Jalur Wisata

    • calendar_month Jumat, 21 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun berencana melakukan pelebaran jalan di pojokan Jalan Ahmad Yani. Pelebaran jalan ini bertujuan untuk meningkatkan kelancaran dan kenyamanan transportasi. Lebih khusus untuk bus wisata yang nantinya akan melintasi kawasan Taman Lalu Lintas Bantaran. Agus Tri Sukamto, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) […]

    Bagikan
  • Ini Besaran Zakat Fitrah dan Fidyah 2025 di Kota Madiun

    Ini Besaran Zakat Fitrah dan Fidyah 2025 di Kota Madiun

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun bersama Baznas, MUI, dan Kemenag Kota Madiun menetapkan besaran zakat fitrah dan fidyah jelang Ramadhan 1446 Hijriah. Hasil mufakat yang telah disepakati, zakat fitrah ditetapkan sebesar 3 kilogram beras, yang jika diubah dalam bentuk uang, setara dengan Rp45.000. Sementara itu, fidyah yang berdasarkan hadis yang sahih ditetapkan […]

    Bagikan
  • 20 Bidang Aset Pemkab Magetan Bersertifikat Senilai Rp. 5,11 Miliar

    20 Bidang Aset Pemkab Magetan Bersertifikat Senilai Rp. 5,11 Miliar

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Upaya penyelamatan dan pemulihan aset milik Pemerintah Kabupaten Magetan terus dilakukan melalui penertiban administrasi dan legalitas kepemilikan. Sebanyak 20 bidang tanah/aset daerah dengan total luas 17.544 meter persegi kini telah memiliki sertifikat dan diserahkan dalam rangka penyelamatan serta pemulihan aset Pemkab Magetan melalui pendampingan Jaksa Pengacara Negara Kejaksaan Negeri Magetan. Total […]

    Bagikan
  • Suran Agung 2025 Berlangsung Kondusif, Polres Madiun Kota Apresiasi Kepatuhan Peserta

    Suran Agung 2025 Berlangsung Kondusif, Polres Madiun Kota Apresiasi Kepatuhan Peserta

    • calendar_month Senin, 7 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Ribuan warga Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda (PSHW-TM) memadati Kota Madiun dalam rangka peringatan Suran Agung 2025. Guna menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung, Polres Madiun Kota menggelar Operasi Aman Suro sejak 25 Juni hingga 6 Juli 2025. Kapolres Madiun Kota, AKBP Wiwin Junianto Supriyadi, menjelaskan bahwa operasi […]

    Bagikan
expand_less