Berita Terkini
Trending Tags

Warga Rejomulyo Ngawi Keluhkan Bau Peternakan Ayam, DLH Minta Perbaikan Pengelolaan Limbah

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
  • visibility 165
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
DLH Ngawi cek peternakan ayam usai warga keluhkan bau menyengat. Foto : Istimewa

Sinergia | Ngawi – Sejumlah warga Desa Rejomulyo, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, mengeluhkan bau tidak sedap yang diduga berasal dari usaha peternakan ayam petelur di sekitar permukiman. Keluhan tersebut kemudian dimediasi oleh pemerintah desa dan ditindaklanjuti dengan pengecekan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ngawi.

Peternakan ayam petelur yang telah beroperasi sekitar dua tahun terakhir itu diketahui memiliki populasi sekitar 11 ribu ekor ayam. Warga mengaku terganggu oleh bau kotoran yang menyengat, serta bulu dan partikel halus dari kandang yang kerap terbawa angin hingga masuk ke rumah.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Rejomulyo, Bambang Hariyanto, mengatakan pihaknya telah menerima aduan masyarakat dan memfasilitasi mediasi bersama pemerintah desa. Menurutnya, dampak utama yang dirasakan warga adalah bau menyengat dari kotoran ayam serta kurangnya komunikasi dari pihak pengelola usaha.

“Keluhan warga terutama terkait bau kotoran yang sangat mengganggu, ditambah bulu dan partikel halus yang terbawa angin. Selain itu, komunikasi dari pihak peternak dengan warga sekitar juga dinilai masih kurang,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala DLH Ngawi, Dodi Apriliasetia, menjelaskan bahwa secara perizinan usaha peternakan tersebut telah memenuhi ketentuan, mulai dari Nomor Induk Berusaha (NIB) hingga dokumen pengelolaan lingkungan. Namun, ia menekankan pentingnya optimalisasi pengelolaan limbah agar tidak menimbulkan dampak bagi masyarakat.

“Secara administrasi sudah lengkap. Namun, pengelolaan kotoran harus dilakukan sesuai aturan, tidak boleh terjadi penumpukan karena dapat menimbulkan amonia dan bau tidak sedap,” jelasnya.

Dalam hasil mediasi, disepakati bahwa pengelola usaha wajib meningkatkan pengelolaan limbah, termasuk mengolah kotoran ayam menjadi pupuk organik bekerja sama dengan petani setempat. Selain itu, jumlah populasi ternak juga harus tetap sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, pemilik usaha peternakan, Isti Rahayu, menyatakan kesiapannya untuk melakukan pembenahan sesuai hasil kesepakatan. Ia mengaku akan meningkatkan pengelolaan limbah serta memperbaiki komunikasi dengan warga sekitar.

“Masukan dari warga akan kami tindak lanjuti. Ke depan, pengelolaan kotoran akan lebih kami maksimalkan agar tidak menimbulkan gangguan,” ungkapnya.

Sebelumnya, warga telah menyampaikan keluhan kepada pemerintah desa yang kemudian difasilitasi melalui mediasi dengan menghadirkan pihak terkait, termasuk DLH Ngawi, guna mencari solusi bersama atas permasalahan tersebut. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terduga Pelaku Pembunuhan Masih Dibawah Umur, Ini Langkah Dinsos Kota Madiun

    Terduga Pelaku Pembunuhan Masih Dibawah Umur, Ini Langkah Dinsos Kota Madiun

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Peristiwa berdarah di Jalan Jolorante Kelurahan Josenan, Kecamatan Taman, Kota Madiun, Jawa Timur menyisakan persoalan sosial, khususnya soal anak. Pasalnya, terduga pelaku berinisial MRA yang melakukan penusukan terhadap Verind Wibowo Putra (19) pada Kamis (01/01/2026) lalu masih berusia 16 tahun atau dibawah umur. Terduga pelaku telah diamankan Satreskrim Polres Madiun […]

    Bagikan
  • Demo Tak Jadi Digelar di Kejari Magetan, MAKI Ubah Haluan Lapor ke Kejati Jatim

    Demo Tak Jadi Digelar di Kejari Magetan, MAKI Ubah Haluan Lapor ke Kejati Jatim

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Rencana aksi unjuk rasa besar-besaran di halaman Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan yang sebelumnya santer diberitakan, akhirnya tak muncul di lapangan. Massa yang diklaim mencapai ratusan orang tak terlihat dan memunculkan tanda tanya di publik. Batal, ditunda, atau justru hilang momentum. Koordinator MAKI Jawa Timur, Heru Satriyo, menegaskan bahwa absennya aksi […]

    Bagikan
  • 91 Orang Diamankan, 9 Jadi Tersangka dalam Kerusuhan DPRD Kota Madiun

    91 Orang Diamankan, 9 Jadi Tersangka dalam Kerusuhan DPRD Kota Madiun

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Polres Madiun Kota menindaklanjuti kerusuhan yang terjadi di kantor DPRD Kota Madiun pada Sabtu (30/08/2025). Total 91 orang yang sempat diamankan usai peristiwa tersebut. Dari 91 orang sembilan di antaranya resmi ditetapkan sebagai tersangka. Wakapolres Madiun Kota Kompol I Gusti Agung Ananta menjelaskan, satu tersangka dijerat pasal 187 ayat 1 […]

    Bagikan
  • Gubernur Khofifah Dukung Pengembangan Sirkuit Parang, Apresiasi Prestasi Mario Aji

    Gubernur Khofifah Dukung Pengembangan Sirkuit Parang, Apresiasi Prestasi Mario Aji

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan dukungannya terhadap percepatan pengembangan Sirkuit Parang di Kabupaten Magetan. Fasilitas penunjang di lintasan kebanggaan warga Magetan itu kini terus dibenahi agar segera memenuhi standar nasional dan masuk dalam agenda resmi event otomotif Tanah Air. Khofifah menyebut, pembangunan dan peningkatan sarana di Sirkuit Parang menjadi […]

    Bagikan
  • Menjelang Idul Adha, Harga Bahan Pokok dan Daging Sapi di Kota Madiun Masih Stabil

    Menjelang Idul Adha, Harga Bahan Pokok dan Daging Sapi di Kota Madiun Masih Stabil

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Menjelang Hari Raya Idul Adha, harga bahan pokok dan daging sapi di Pasar Besar Kota Madiun terpantau masih stabil. Tidak ada lonjakan harga seperti yang biasa terjadi saat momen hari besar keagamaan. Untuk harga daging sapi, pedagang menyebut belum ada perubahan signifikan dibandingkan tahun lalu.  Citra Dewi Kuncahya, salah satu […]

    Bagikan
  • Program Satu Rumah Satu Pohon Produktif Sudah Tembus 11 Ribu Bibit

    Program Satu Rumah Satu Pohon Produktif Sudah Tembus 11 Ribu Bibit

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Program andalan Bupati Madiun, Hari Wuryanto, yakni satu rumah, satu pohon produktif hingga saat ini terus berjalan. Bantuan bibit mangga dan alpukat sudah tembus diangka 11,600  batang dari Dinas Pertanian dan Perikanan. Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan, Pemkab Madiun, Soedjiono menjelaskan belasan ribu bibit buah mangga dan alpukat terinci […]

    Bagikan
expand_less