Berita Terkini
Trending Tags

Warga Rejomulyo Ngawi Keluhkan Bau Peternakan Ayam, DLH Minta Perbaikan Pengelolaan Limbah

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
  • visibility 284
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
DLH Ngawi cek peternakan ayam usai warga keluhkan bau menyengat. Foto : Istimewa

Sinergia | Ngawi – Sejumlah warga Desa Rejomulyo, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, mengeluhkan bau tidak sedap yang diduga berasal dari usaha peternakan ayam petelur di sekitar permukiman. Keluhan tersebut kemudian dimediasi oleh pemerintah desa dan ditindaklanjuti dengan pengecekan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ngawi.

Peternakan ayam petelur yang telah beroperasi sekitar dua tahun terakhir itu diketahui memiliki populasi sekitar 11 ribu ekor ayam. Warga mengaku terganggu oleh bau kotoran yang menyengat, serta bulu dan partikel halus dari kandang yang kerap terbawa angin hingga masuk ke rumah.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Rejomulyo, Bambang Hariyanto, mengatakan pihaknya telah menerima aduan masyarakat dan memfasilitasi mediasi bersama pemerintah desa. Menurutnya, dampak utama yang dirasakan warga adalah bau menyengat dari kotoran ayam serta kurangnya komunikasi dari pihak pengelola usaha.

“Keluhan warga terutama terkait bau kotoran yang sangat mengganggu, ditambah bulu dan partikel halus yang terbawa angin. Selain itu, komunikasi dari pihak peternak dengan warga sekitar juga dinilai masih kurang,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala DLH Ngawi, Dodi Apriliasetia, menjelaskan bahwa secara perizinan usaha peternakan tersebut telah memenuhi ketentuan, mulai dari Nomor Induk Berusaha (NIB) hingga dokumen pengelolaan lingkungan. Namun, ia menekankan pentingnya optimalisasi pengelolaan limbah agar tidak menimbulkan dampak bagi masyarakat.

“Secara administrasi sudah lengkap. Namun, pengelolaan kotoran harus dilakukan sesuai aturan, tidak boleh terjadi penumpukan karena dapat menimbulkan amonia dan bau tidak sedap,” jelasnya.

Dalam hasil mediasi, disepakati bahwa pengelola usaha wajib meningkatkan pengelolaan limbah, termasuk mengolah kotoran ayam menjadi pupuk organik bekerja sama dengan petani setempat. Selain itu, jumlah populasi ternak juga harus tetap sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, pemilik usaha peternakan, Isti Rahayu, menyatakan kesiapannya untuk melakukan pembenahan sesuai hasil kesepakatan. Ia mengaku akan meningkatkan pengelolaan limbah serta memperbaiki komunikasi dengan warga sekitar.

“Masukan dari warga akan kami tindak lanjuti. Ke depan, pengelolaan kotoran akan lebih kami maksimalkan agar tidak menimbulkan gangguan,” ungkapnya.

Sebelumnya, warga telah menyampaikan keluhan kepada pemerintah desa yang kemudian difasilitasi melalui mediasi dengan menghadirkan pihak terkait, termasuk DLH Ngawi, guna mencari solusi bersama atas permasalahan tersebut. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rencana Rumah Penerima Bansos di Magetan Dipasangi Stiker 

    Rencana Rumah Penerima Bansos di Magetan Dipasangi Stiker 

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 297
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Rencana pemasangan stiker pada rumah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebagai bentuk kontrol sosial terhadap penyaluran bantuan sosial (bansos) mulai dibahas serius oleh Pemerintah Kabupaten Magetan. Namun, kebijakan tersebut masih melalui pertimbangan matang, terutama terkait dampak psikologis bagi warga penerima. Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Magetan, Parminto Budi Utomo, mengatakan bahwa proses koordinasi […]

    Bagikan
  • Jelang Lebaran 2026, Pemkot Madiun Salurkan BLTD dan BLT DBHCHT Triwulan I Tahap Kedua bagi 3.074 Warga

    Jelang Lebaran 2026, Pemkot Madiun Salurkan BLTD dan BLT DBHCHT Triwulan I Tahap Kedua bagi 3.074 Warga

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 275
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pembagian Bantuan Langsung Tunai Daerah (BLTD) kembali dilakukan Pemerintah Kota Madiun pada Kamis (12/3/2026). Penyaluran ini merupakan tahap kedua untuk triwulan pertama tahun 2026 ini. Seperti penyaluran yang dilaksanakan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun kepada warga di wilayah Kecamatan Kartoharjo di Aula Kelurahan Oro […]

    Bagikan
  • Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pokir DPRD Magetan Terkuak, Pengawasan Anggaran Daerah Dinilai Tak Optimal

    Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pokir DPRD Magetan Terkuak, Pengawasan Anggaran Daerah Dinilai Tak Optimal

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kasus dugaan korupsi dana hibah pokir DPRD Magetan membuka fakta adanya kelemahan dalam sistem pengawasan pengelolaan keuangan daerah. Kepala Kejari Magetan, Sabrul Iman, menyebut bahwa praktik penyimpangan dapat terjadi karena lemahnya kontrol pada setiap tahapan penyaluran hibah. “Pengawasan yang tidak optimal membuka celah bagi oknum untuk memanipulasi proses, mulai dari perencanaan […]

    Bagikan
  • Ops Sikat 2025, Polres Madiun Kota Ungkap Dua Kasus Curanmor

    Ops Sikat 2025, Polres Madiun Kota Ungkap Dua Kasus Curanmor

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kepolisian Resor (Polres) Madiun Kota berhasil mengungkap dua kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah hukumnya. Dua kasus tersebut terjadi di lokasi berbeda, yakni di Hotel Liyasa, Kelurahan Josenan, dan Hotel Raya Kusuma, Kelurahan Patihan, Kota Madiun. Kasatreskrim Polres Madiun Kota, IPTU Agus Riadi, menjelaskan bahwa pengungkapan ini merupakan hasil […]

    Bagikan
  • Jembatan Roboh, Warga Terpaksa Melintasi Jembatan Bambu

    Jembatan Roboh, Warga Terpaksa Melintasi Jembatan Bambu

    • calendar_month Sabtu, 29 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Hujan deras yang mengguyur Ponorogo sepanjang hari menyebabkan Jembatan Mingging di Desa Grogol, Kecamatan Sawoo, roboh pada Sabtu (29/03/2025) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB. Jembatan sepanjang 12 meter dengan lebar 6 meter itu tak mampu menahan derasnya arus sungai yang meluap akibat curah hujan tinggi. Akibatnya, ratusan warga di Dusun […]

    Bagikan
  • Konvoi Puluhan Motor Rusak Rumah Warga di Kota Madiun, Polisi Bekuk 9 Terduga Pelaku

    Konvoi Puluhan Motor Rusak Rumah Warga di Kota Madiun, Polisi Bekuk 9 Terduga Pelaku

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 452
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Aksi brutal sekelompok pemuda yang melakukan konvoi dan pengerusakan di Jalan Dadali, Kelurahan Nambangan Kidul, Manguharjo, Kota Madiun pada Rabu (6/5/2026) lalu berakhir di tangan polisi. Satreskrim Polres Madiun Kota berhasil mengamankan sembilan terduga pelaku usai aksi pelemparan yang merusak rumah warga dan fasilitas umum. Kasus tersebut diungkap dalam konferensi […]

    Bagikan
expand_less