Berita Terkini
Trending Tags

Kemarau Diprediksi Lebih Panjang, BPBD Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan, Jenangan dan Bungkal Mulai Terdampak

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month 40 menit yang lalu
  • visibility 18
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
BPBD Ponorogo siaga hadapi ancaman kemarau panjang. Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo menetapkan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan mulai 1 Juli 2026 selama 90 hari. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang dibandingkan kondisi normal.

Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, mengatakan berdasarkan buletin Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang diterbitkan pada Februari lalu, Ponorogo diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada April dasarian ketiga atau sekitar Mei. Sementara puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September.

“Sebetulnya bulan Mei itu sudah masuk musim kemarau untuk Ponorogo. Namun puncaknya memang diperkirakan pada Agustus sampai September. Kemudian ada prediksi panjang musim kemarau tahun ini lebih lama dibandingkan tahun-tahun normal,” ujar Masun.

Ia menjelaskan, musim kemarau tahun ini diperkirakan baru akan berakhir pada akhir Oktober atau bahkan awal November. Meski hujan kemungkinan mulai turun, intensitasnya diperkirakan masih rendah sehingga belum cukup mengakhiri musim kemarau.

Menurut Masun, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menetapkan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan sejak akhir Mei. Sementara BPBD Ponorogo baru menetapkan status siaga mulai 1 Juli setelah melihat kondisi riil di lapangan.

“Sepanjang Mei dan Juni masih ada hujan meskipun intensitasnya rendah. Memasuki Juli kami lebih yakin bahwa kemarau sudah terasa, dibuktikan dengan suhu udara yang mulai rendah pada malam dan pagi hari atau yang biasa disebut bediding,” katanya.

Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan di Ponorogo berlaku selama 90 hari hingga akhir September 2026. Evaluasi akan dilakukan sesuai perkembangan cuaca karena puncak musim kemarau diperkirakan masih terjadi pada Agustus hingga September.

Hingga 20 Juli 2026, BPBD Ponorogo menerima dua laporan wilayah yang mulai terdampak kekeringan, yakni Kecamatan Jenangan dan Dukuh Bungur, Desa Munggu, Kecamatan Bungkal. Di Dukuh Bungur, sebanyak 153 jiwa yang tersebar di dua RT mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Saat ini BPBD tengah melakukan asesmen lapangan untuk memastikan kesiapan tandon dan jeriken milik warga sebelum bantuan disalurkan.

“Hari ini kami melakukan assessment sekaligus persiapan dropping air. Kami melihat apakah tandon sudah siap dan warga masih memiliki jeriken untuk penyaluran air. Insyaallah minggu ini bantuan air bersih sudah kami salurkan,” jelas Masun.

Masun mengatakan Dukuh Bungur merupakan daerah yang hampir setiap tahun mengalami kekeringan karena kondisi geografisnya menyulitkan pembangunan sumber air tanah.

“Dukuh Bungur memang langganan setiap tahun. Kami masih kesulitan membangun sumber air di sana karena diprediksi sumber airnya memang sulit ditemukan,” ujarnya.

Sementara itu, sejumlah wilayah yang sebelumnya menjadi langganan kekeringan, seperti Duri, Wates, serta beberapa desa di Kecamatan Slahung, hingga pertengahan Juli belum mengajukan permohonan bantuan air bersih. Kondisi tersebut dipengaruhi keberadaan sumur bor yang telah dibangun di sejumlah titik.

“Sampai hari ini wilayah Duri, Wates, maupun beberapa daerah di Slahung belum ada tanda-tanda harus dilakukan dropping air. Tetapi tetap kami pantau karena puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September,” pungkas Masun.

BPBD Ponorogo mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air bersih dan segera melaporkan kepada pemerintah desa atau BPBD apabila mulai mengalami kesulitan memperoleh air, sehingga penyaluran bantuan dapat dilakukan lebih cepat sebelum dampak kekeringan meluas. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari “Jalur Gaza” Jadi Wilayah Guyub Rukun, Kapolsek Geger Jalin Sinergi Bareng Awak Media

    Dari “Jalur Gaza” Jadi Wilayah Guyub Rukun, Kapolsek Geger Jalin Sinergi Bareng Awak Media

    • calendar_month Sabtu, 13 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Kapolsek Geger, AKP Hafiz Prasetia Akbar, menilai peran media massa sangat penting dalam menjaga kepercayaan publik sekaligus menyebarluaskan informasi mengenai kinerja kepolisian. Menurutnya, sinergi antara polisi, masyarakat, pemerintah, dan pers menjadi fondasi utama terciptanya keamanan di wilayah Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun. “Banyak istilah maupun kegiatan kepolisian yang tidak dipahami masyarakat. […]

    Bagikan
  • Siap Suplai Ikan MBG, DKPP Kota Madiun Tebar 7.000 Lebih Benih Ikan di Embung Pilangbango

    Siap Suplai Ikan MBG, DKPP Kota Madiun Tebar 7.000 Lebih Benih Ikan di Embung Pilangbango

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun melaksanakan tebar benih ikan di Embung Pilangbango di Kelurahan Pilangbango Kecamatan Kartoharjo pada Kamis (12/02/2026). Tercatat sebanyak 3.000 benih ikan gurame dan 4.145 benih ikan patin yang ditebar di Embung Pilangbango. Ini menjadi bagian upaya DKPP Kota Madiun dalam menciptakan ketahanan pangan, […]

    Bagikan
  • Kebakaran Hebat Gudang Oli di Ponorogo, Dua Petugas Damkar Jadi Korban

    Kebakaran Hebat Gudang Oli di Ponorogo, Dua Petugas Damkar Jadi Korban

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kebakaran hebat melanda sebuah gudang penyimpanan oli bekas dan ban bekas di Desa Njalen, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, Rabu dini hari. Api yang membesar dengan cepat sempat memicu ledakan berkali-kali hingga membuat warga panik dan menjauh dari lokasi kejadian. Gudang yang terbakar diketahui merupakan bangunan rumah yang dialihfungsikan sebagai tempat penyimpanan […]

    Bagikan
  • Kriminalitas Turun pada Semester I 2026, Polres Madiun Kota Ungkap 31 Kasus dan Tuntaskan Seluruh Curanmor

    Kriminalitas Turun pada Semester I 2026, Polres Madiun Kota Ungkap 31 Kasus dan Tuntaskan Seluruh Curanmor

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Angka kriminalitas di wilayah hukum Polres Madiun Kota selama periode Januari hingga Juni 2026 menunjukkan tren penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sepanjang semester pertama 2026, Satreskrim Polres Madiun Kota menangani sebanyak 31 perkara, dengan kasus penipuan dan penggelapan menjadi tindak pidana terbanyak. Data tersebut disampaikan dalam konferensi pers […]

    Bagikan
  • Tak Main-Main! KAI Daop 7 Blacklist Pelaku Pelecehan Seksual di Kereta

    Tak Main-Main! KAI Daop 7 Blacklist Pelaku Pelecehan Seksual di Kereta

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun menggandeng komunitas pecinta kereta api RF Pecel +63 Madiun untuk menggelar kampanye dan sosialisasi anti pelecehan seksual di lingkungan stasiun dan kereta api, Sabtu (9/5/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya KAI menciptakan ruang publik yang aman dan nyaman bagi seluruh pelanggan. […]

    Bagikan
  • Harga Aspal Melonjak, Proyek Perbaikan Jalan di Kota Madiun Terpaksa Tertunda

    Harga Aspal Melonjak, Proyek Perbaikan Jalan di Kota Madiun Terpaksa Tertunda

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Sejumlah proyek perbaikan jalan di Kota Madiun terpaksa ditunda akibat lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) yang berdampak langsung pada kenaikan harga aspal. Pemerintah daerah kini masih melakukan penyesuaian anggaran dan menunggu koordinasi dengan pemerintah pusat terkait Standar Harga Satuan (SHS). Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun, […]

    Bagikan
expand_less