Rabu, 28 Okt 2026
Trending Tags

Kemarau Diprediksi Lebih Panjang, BPBD Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan, Jenangan dan Bungkal Mulai Terdampak

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
  • visibility 102
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
BPBD Ponorogo siaga hadapi ancaman kemarau panjang. Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo menetapkan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan mulai 1 Juli 2026 selama 90 hari. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang dibandingkan kondisi normal.

Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, mengatakan berdasarkan buletin Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang diterbitkan pada Februari lalu, Ponorogo diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada April dasarian ketiga atau sekitar Mei. Sementara puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September.

“Sebetulnya bulan Mei itu sudah masuk musim kemarau untuk Ponorogo. Namun puncaknya memang diperkirakan pada Agustus sampai September. Kemudian ada prediksi panjang musim kemarau tahun ini lebih lama dibandingkan tahun-tahun normal,” ujar Masun.

Ia menjelaskan, musim kemarau tahun ini diperkirakan baru akan berakhir pada akhir Oktober atau bahkan awal November. Meski hujan kemungkinan mulai turun, intensitasnya diperkirakan masih rendah sehingga belum cukup mengakhiri musim kemarau.

Menurut Masun, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menetapkan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan sejak akhir Mei. Sementara BPBD Ponorogo baru menetapkan status siaga mulai 1 Juli setelah melihat kondisi riil di lapangan.

“Sepanjang Mei dan Juni masih ada hujan meskipun intensitasnya rendah. Memasuki Juli kami lebih yakin bahwa kemarau sudah terasa, dibuktikan dengan suhu udara yang mulai rendah pada malam dan pagi hari atau yang biasa disebut bediding,” katanya.

Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan di Ponorogo berlaku selama 90 hari hingga akhir September 2026. Evaluasi akan dilakukan sesuai perkembangan cuaca karena puncak musim kemarau diperkirakan masih terjadi pada Agustus hingga September.

Hingga 20 Juli 2026, BPBD Ponorogo menerima dua laporan wilayah yang mulai terdampak kekeringan, yakni Kecamatan Jenangan dan Dukuh Bungur, Desa Munggu, Kecamatan Bungkal. Di Dukuh Bungur, sebanyak 153 jiwa yang tersebar di dua RT mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Saat ini BPBD tengah melakukan asesmen lapangan untuk memastikan kesiapan tandon dan jeriken milik warga sebelum bantuan disalurkan.

“Hari ini kami melakukan assessment sekaligus persiapan dropping air. Kami melihat apakah tandon sudah siap dan warga masih memiliki jeriken untuk penyaluran air. Insyaallah minggu ini bantuan air bersih sudah kami salurkan,” jelas Masun.

Masun mengatakan Dukuh Bungur merupakan daerah yang hampir setiap tahun mengalami kekeringan karena kondisi geografisnya menyulitkan pembangunan sumber air tanah.

“Dukuh Bungur memang langganan setiap tahun. Kami masih kesulitan membangun sumber air di sana karena diprediksi sumber airnya memang sulit ditemukan,” ujarnya.

Sementara itu, sejumlah wilayah yang sebelumnya menjadi langganan kekeringan, seperti Duri, Wates, serta beberapa desa di Kecamatan Slahung, hingga pertengahan Juli belum mengajukan permohonan bantuan air bersih. Kondisi tersebut dipengaruhi keberadaan sumur bor yang telah dibangun di sejumlah titik.

“Sampai hari ini wilayah Duri, Wates, maupun beberapa daerah di Slahung belum ada tanda-tanda harus dilakukan dropping air. Tetapi tetap kami pantau karena puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September,” pungkas Masun.

BPBD Ponorogo mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air bersih dan segera melaporkan kepada pemerintah desa atau BPBD apabila mulai mengalami kesulitan memperoleh air, sehingga penyaluran bantuan dapat dilakukan lebih cepat sebelum dampak kekeringan meluas. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Desa Bodag Jadi Sentra Cokelat, Bupati Madiun Siapkan Jalan Tembus hingga Hilirisasi Kakao

    Desa Bodag Jadi Sentra Cokelat, Bupati Madiun Siapkan Jalan Tembus hingga Hilirisasi Kakao

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 354
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Desa Bodag Kecamatan Kare di lereng Gunung Wilis mendadak jadi pusat perhatian Pemerintah Kabupaten Madiun. Desa yang dikenal sebagai penghasil kakao terbesar itu kini didorong naik kelas, bukan hanya sebagai pemasok bahan mentah, tetapi menjadi sentra pengolahan cokelat mandiri dengan nilai ekonomi lebih tinggi. Dalam agenda Bakti Harmoni Madiun Bersih, Sehat, […]

    Bagikan
  • Pemkab Magetan Tegaskan Tak Ada Perayaan Euforia Saat Malam Pergantian Tahun

    Pemkab Magetan Tegaskan Tak Ada Perayaan Euforia Saat Malam Pergantian Tahun

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 305
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Menjelang pergantian tahun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan mengambil langkah tegas dengan memastikan seluruh jajaran instansi pemerintah tidak menggelar perayaan Tahun Baru yang bernuansa euforia. Kebijakan ini diberlakukan menyeluruh, mulai dari perangkat daerah hingga pemerintahan desa. Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil untuk menjaga ketertiban dan memastikan aktivitas […]

    Bagikan
  • Ironi Wacana Pengangkatan Staff SPPG menjadi PPPK, Guru di Madiun Bergaji Rp250 Ribu per Bulan

    Ironi Wacana Pengangkatan Staff SPPG menjadi PPPK, Guru di Madiun Bergaji Rp250 Ribu per Bulan

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 471
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Di tengah rencana pemerintah pusat mengangkat puluhan ribu pegawai inti Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), ironi justru dirasakan tenaga pendidik di daerah. Seorang guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah dasar negeri Kabupaten Madiun mengaku hanya menerima upah Rp. 250 ribu per bulan. Pemerintah […]

    Bagikan
  • Kapolres Magetan Ingatkan Pelajar soal Keselamatan Lalu Lintas dan Bahaya Judi Online

    Kapolres Magetan Ingatkan Pelajar soal Keselamatan Lalu Lintas dan Bahaya Judi Online

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Keselamatan pelajar dalam berlalu lintas menjadi perhatian utama Kapolres Magetan AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa saat menggelar program Kapolres Magetan Goes to School di SMA Negeri 1 Magetan, Senin (10/8/2026). Dalam kegiatan yang dikemas melalui upacara bendera tersebut, Kapolres Magetan bertindak sebagai pembina upacara dan memberikan pengarahan kepada ratusan siswa. […]

    Bagikan
  • Pembentukan Satgas TPPO, Fokus Lindungi Perempuan dan Anak

    Pembentukan Satgas TPPO, Fokus Lindungi Perempuan dan Anak

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Upaya pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kabupaten Magetan terus diperkuat. Polres Magetan menggandeng Pemerintah Kabupaten Magetan bersama sejumlah instansi terkait dalam kegiatan Advokasi Satgas TPPO yang digelar di Gedung Pesat Gatra Polres Magetan Rabu (17/12/2025). Wakapolres Magetan Kompol Dodik Wibowo menyampaikan bahwa kasus perdagangan orang perlu mendapat perhatian serius. […]

    Bagikan
  • Bupati Madiun Dorong Penurunan Kemiskinan Lewat Kolaborasi Pilar Sosial dan Data Tunggal Nasional

    Bupati Madiun Dorong Penurunan Kemiskinan Lewat Kolaborasi Pilar Sosial dan Data Tunggal Nasional

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 287
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun — Pemerintah Kabupaten Madiun menargetkan angka kemiskinan di wilayahnya turun di bawah rata-rata provinsi pada akhir 2025. Target itu disampaikan Bupati Madiun Hari Wuryanto dalam pertemuan bersama para pilar sosial, Selasa (28/10/2025), sebagai bentuk apresiasi atas peran mereka dalam memperkuat sistem perlindungan dan pemberdayaan sosial. “Kami berterima kasih karena pilar sosial menjadi […]

    Bagikan
expand_less