Selasa, 27 Okt 2026
Trending Tags

Menelisik Fee hingga Dana CSR, Ini Kesaksian Tiga Kontraktor Soal Mekanisme Proyek di DPUPR Kota Madiun

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
  • visibility 163
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Sidang ungkap mekanisme proyek DPUPR Kota Madiun. Foto : Istimewa

Sinergia | Surabaya – Dalam sidang lanjutan perkara dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif Maidi, mantan Kepala DPUPR Kota Madiun Thariq Megah, serta Direktur CV Sekar Arum Rochim Ruhdiyanto di Pengadilan Tipikor Surabaya, Kamis (23/7/2026) dibeberkan pola hubungan antara kontraktor, pejabat dinas, hingga dugaan aliran dana dalam proyek-proyek pemerintah.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan sepuluh saksi dari kalangan swasta. Tiga di antaranya merupakan kontraktor, yakni Untari Direktur CV Pangreksa Adi Karya, Rosiani Direktur CV Satria, dan Agung Srikayatin Direktur CV Mutiara.Mereka dicerca soal mekanisme commitment fee, praktik pinjam bendera perusahaan, hingga pencairan dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Namun ketiganya mengaku tidak pernah bersinggungan langsung dengan terdakwa Maidi. Di hadapan majelis hakim, Untari mengaku sejak awal mengetahui adanya pembicaraan mengenai commitment fee sebelum pekerjaan dimulai. Menurutnya, pembahasan itu berlangsung dalam koordinasi bersama jajaran DPUPR. Istilah yang digunakan saat itu adalah biaya operasional, meski tidak mengetahui pasti hal yang dimaksud.

“Arahan soal commitment fee. Bilangnya karena banyak operasional,”ujar Untari.

Menurut Untari, hal itu tersebut sudah berlangsung lama. Bahkan berlangsung sebelum Thariq Megah menjabat sebagai Kepala DPUPR Kota Madiun.

“Sebelum Pak Thariq juga memberikan fee. Menyerahkan ke DPUPR,” ungkapnya.

Penasehat hukum Maidi pun menanyakan terkait apakah dalam pertemuan sebelum pekerjaan dimulai pernah ada perintah langsung dari Maidi mengenai commitment fee maupun pelaksanaan proyek.

“Tidak ada,” jawab Untari singkat.

Sementara itu, terkuak soal pinjam pakai bendera kontraktor untuk mengerjakan proyek di DPUPR Kota Madiun. Hal itu sesuai kesaksian Direktur CV Satria, Rosiani yang mengaku perusahaannya beberapa kali dipinjam kontraktor lain yang memperoleh paket pekerjaan penunjukan langsung (PL), termasuk Aang Imam Subarkah alias Imam Pejel dan Untari.

“Misalnya ada yang dapat PL di DPUPR tetapi tidak punya persyaratan administrasi, lalu direkomendasikan dinas menggunakan perusahaan saya. Yang sering pinjam di antaranya Aang Imam Subarkah dan Bu Untari,” jelasnya.

Dalam kesaksiannya, Rosiani mengaku memiliki lebih dari satu perusahaan jasa konstruksi dan beberapa kali dimanfaatkan sebagai perusahaan pendukung administrasi oleh kontraktor lain. Rosiani tidak menampik adanya penyerahan uang setelah proyek selesai yang diberikan kepada pejabat di dinas sesuai kemampuan penyedia jasa.

“Dari awal memang ada arahan. Tapi kami sebagai penyedia memperhitungkan kemampuan sendiri. Kalau untung ya memberi sesuai commitment fee. Kalau pekerjaannya sulit, ya sesuai kemampuan kita. Tidak ada pressure, inisiatif sendiri,” katanya.

Tidak hanya di DPUPR, Rosiani juga mengerjakan proyek di Dinas Pendidikan maupun Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim).

“Di Dinas Pendidikan diserahkan ke Pak Sugianta (Fee-red). Setelah beliau pensiun diserahkan ke Pak Kusnadi. Kalau di Perkim diserahkan ke Pak Andianto,” ujarnya.

Dalam persidangan ini juga mencuat fakta soal pertemuan para kontraktor di kawasan TPA Winongo pada Januari 2026, termasuk Rosiani. Saat itu, Maidi mengajak para kontraktor ikut berpartisipasi membangun Kota Madiun, salah satunya melalui bantuan paving untuk penataan kawasan TPA Winongo. Meski hal itu tidak terlaksana.

“Yang disampaikan Pak Maidi, ‘Ayo kita sama-sama bangun Kota Madiun’. Kami diajak berkontribusi supaya TPA Winongo ini jadi. Diimbau untuk partisipasi paving. Tapi sampai sekarang belum terlaksana,” terangnya.

Sementara, kesaksian Srikayatin, Ditektur CV Mutiara Agung membuka perihal dana CSR. CV Mutiara Agung menerima transfer dana CSR sebesar Rp 600 juta dari PT Hemas Buana. Dana tersebut kemudian diserahkan ke Rochim Ruhdiyanto.

Padahal, berdasarkan dokumen pekerjaan, pelaksanaan program CSR melibatkan PT Hemas Buana bersama CV Mutiara Agung.

Saat didalami majelis hakim, Srikayatin menegaskan tidak ada pihak yang secara langsung memerintahkannya menyerahkan uang tersebut kepada Rochim.

“Tidak ada yang memerintahkan. Masalahnya Pak Rochim menelepon saya supaya dicairkan. Saya minta izin ke Pak Thariq dan Pak Afandie. Jawabannya, ‘monggo’,” ungkapnya. Bersambung… (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tragis! Usai Mengaji, Dua Bocah di Ponorogo Tenggelam

    Tragis! Usai Mengaji, Dua Bocah di Ponorogo Tenggelam

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 376
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Peristiwa tragis menimpa dua bocah laki-laki di Desa Madusari, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Rabu (8/4/2026) sore. Keduanya meninggal dunia setelah tenggelam di kubangan air yang berada di lahan kosong tak jauh dari masjid tempat mereka mengaji. Kedua korban diketahui berinisial MAJ (6), dan MA (6). Peristiwa nahas tersebut terjadi […]

    Bagikan
  • Produksi Telur Magetan Melimpah, SPPG Diminta Sajikan Menu Telur 2–3 Kali Sepekan

    Produksi Telur Magetan Melimpah, SPPG Diminta Sajikan Menu Telur 2–3 Kali Sepekan

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Produksi telur ayam di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, yang mencapai sekitar 79,2 ton per hari membuat pemerintah mendorong program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu instrumen untuk membantu menyerap kelebihan pasokan di tingkat peternak. Salah satu langkah yang didorong Badan Gizi Nasional (BGN) adalah meningkatkan penggunaan telur sebagai menu MBG. […]

    Bagikan
  • Nikmati Indahnya Telaga Ngebel Dari Bukit Ngambang Tirto Kencono

    Nikmati Indahnya Telaga Ngebel Dari Bukit Ngambang Tirto Kencono

    • calendar_month Rabu, 1 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 197
    • 0Komentar

    KAB. PONOROGO – Masih bingung tempat liburan tahun baru.? Yuks, mampir di Ponorogo dengan suguhan berbagai destinasi wisatanya. Salah satunya yakni Ngambang Tirto Kencono yang berada di Desa Gondowido Kecamatan Ngebel Ponorogo. Lokasinya hanya berjarak 3 hingga 4 kilometer dari telaga ngebel/ dengan akses jalan yang mulus dan mudah dilalui. Dikelola oleh Bumdes Gondowido, wisata […]

    Bagikan
  • Pria 32 Tahun di Ponorogo Ditemukan Tewas, Diduga Overdosis Miras

    Pria 32 Tahun di Ponorogo Ditemukan Tewas, Diduga Overdosis Miras

    • calendar_month Senin, 7 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Seorang pria ditemukan tewas dalam kondisi membusuk di kamar tidurnya, di Desa Madusari, Kecamatan Siman, Ponorogo, Minggu (6/4/2025) malam. Korban diketahui bernama Richi Zulkarim (32), yang tinggal seorang diri di rumah tersebut. Penemuan mayat ini berawal dari kecurigaan adik korban yang hendak menjenguk kakaknya. Saat membuka pintu rumah, ia mencium bau […]

    Bagikan
  • Sepanjang 2025, Kejari Kota Madiun Amankan Aset dan Keuangan Negara Lebih dari Rp2,5 Miliar

    Sepanjang 2025, Kejari Kota Madiun Amankan Aset dan Keuangan Negara Lebih dari Rp2,5 Miliar

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 311
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun mencatat capaian signifikan sepanjang 2025. Terhitung sejak Januari hingga 5 Desember 2025, Kejari berhasil menyelamatkan aset negara berupa objek tanah dan bangunan yang sebelumnya dikuasai pihak lain dengan nilai mencapai Rp2,256 miliar. Tidak hanya itu, Kejari Kota Madiun juga melakukan pemulihan keuangan negara sebesar Rp322,6 […]

    Bagikan
  • Usai Dilantik, Wali Kota Madiun Langsung Menuju Magelang Jateng Jalani Retreat 

    Usai Dilantik, Wali Kota Madiun Langsung Menuju Magelang Jateng Jalani Retreat 

    • calendar_month Kamis, 20 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 168
    • 0Komentar

     Sinergia | Jakarta – Dr. Maidi dan F Bagus Panuntun telah resmi dilantik sebagai Walikota dan Wakil Wali Kota Madiun. Prosesi pelantikan oleh Presiden Prabowo Subianto serentak kepada 961 kepala dan wakil kepala daerah di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (20/2/2025). Usai dilantik, Wali Kota Madiun, Maidi tidak langsung kembali ke Kota Pecel.  Maidi akan […]

    Bagikan
expand_less