Serunya Kakek Nenek di Ponorogo Lomba Baca Berita Layaknya Presenter TV
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 46
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo — Ada pemandangan unik dalam perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Ketro, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Puluhan warga lanjut usia mendadak menjajal kemampuan menjadi presenter televisi. Mereka mengikuti lomba membaca berita yang digelar di Balai Desa Ketro, Minggu (23/8/2026) siang.
Dengan mengenakan pakaian sehari-hari, para peserta berusia di atas 60 tahun harus membacakan naskah berita layaknya presenter profesional. Tak jarang, mereka tampak kebingungan, salah membaca, hingga belepotan saat melafalkan kalimat.
Meski begitu, suasana lomba justru berlangsung meriah dan penuh tawa. Para peserta tetap bersemangat menyelesaikan naskah hingga akhir.
Uniknya, peserta seolah-olah benar-benar berada di dalam studio televisi. Mereka membaca berita di balik layar berbahan kardus yang dibuat menyerupai layar kaca.
Di balik keseruan lomba, kegiatan ini juga membawa pesan penting di tengah derasnya arus informasi di media sosial. Masyarakat diajak tidak mudah percaya begitu saja terhadap informasi yang beredar, terutama kabar yang belum jelas sumber dan kebenarannya.
Informasi yang diterima melalui media sosial perlu dikroscek kembali dengan sumber terpercaya, termasuk media mainstream yang memiliki proses jurnalistik dalam menyajikan berita.
Sebab, seperti halnya para peserta yang harus membaca dan memahami naskah sebelum menyampaikannya, masyarakat juga perlu memastikan fakta sebelum ikut menyebarkan sebuah informasi.
Salah seorang peserta, Hartini, yang sehari-hari berprofesi sebagai bidan desa, mengaku menjadi presenter jauh lebih sulit dibandingkan pekerjaannya sehari-hari.
“Sulit sekali. Saya pilih nyuntik 100 orang daripada jadi presenter. Ternyata sulit menjadi pembaca berita,” ujar Hartini.
Kepala Desa Ketro, Mursyid Hidayat, mengatakan lomba tersebut tidak hanya bertujuan menghibur masyarakat, tetapi juga memberikan pengalaman kepada warga lanjut usia untuk memahami bagaimana sulitnya menjadi seorang pembaca berita.
“Kita memberikan pengalaman kepada ibu-ibu ataupun bapak-bapak untuk memahami bagaimana kesulitan seorang presenter membaca sebuah berita. Selain itu juga untuk hiburan masyarakat dalam rangka HUT RI ke-81,” jelas Mursyid.
Menurutnya, kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk menguji daya ingat dan kemampuan berpikir warga lanjut usia. Hasil kegiatan diharapkan dapat menjadi masukan dalam memahami kondisi dan kebutuhan lansia, termasuk melalui kegiatan posyandu lansia.
Selain lomba baca berita, rangkaian perayaan kemerdekaan di Desa Ketro juga diisi lomba membaca puisi bagi anak-anak dan remaja, pertunjukan kesenian, serta berbagai hiburan lainnya.
Kegiatan ini pun menjadi hiburan sekaligus edukasi bagi masyarakat. Semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan perlombaan, tetapi juga dengan membangun masyarakat yang lebih cerdas menerima informasi, tidak mudah termakan hoaks, dan selalu melakukan cek fakta sebelum mempercayai maupun menyebarkan berita. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez



