Sabtu, 7 Nov 2026
Trending Tags

Tak Patut Ditiru! Batu Ditaruh di Atas Rel, Perjalanan KA di Tulungagung Terganggu

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
  • visibility 163
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Dua perjalanan KA terdampak akibat batu yang diletakkan di atas rel. Foto : Istimewa

Sinergia | Tulungagung — Perjalanan kereta api di wilayah Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun sempat terganggu setelah ditemukan batu yang diduga sengaja diletakkan di atas rel oleh orang tidak dikenal (OTK), Minggu (20/9/2026).

Benda tersebut ditemukan di KM 147+7/9, petak jalan antara Stasiun Sumbergempol dan Stasiun Ngunut, Kabupaten Tulungagung, sekitar pukul 09.45 WIB. Batu diketahui berada di atas jalur rel berdasarkan laporan masinis KA 302 atau KA Barang Parcel Tengah.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun Tohari mengatakan, tindakan meletakkan batu maupun benda asing lainnya di atas rel sangat membahayakan keselamatan perjalanan kereta api, penumpang, dan petugas.

“Kereta api adalah aset negara yang digunakan untuk kepentingan masyarakat luas. Tindakan meletakkan batu atau benda lain di atas rel bukan hanya merugikan KAI, tetapi juga mengancam keselamatan publik,” ujar Tohari, Minggu (20/9/2026).

Setelah menerima laporan dari masinis KA 302, KAI Daop 7 Madiun langsung melakukan penanganan. Pada pukul 09.46 WIB, petugas berkoordinasi dengan petugas keamanan Stasiun Sumbergempol dan Stasiun Ngunut.

Tim pengamanan kemudian tiba di lokasi sekitar pukul 09.55 WIB. Selanjutnya, pada pukul 10.08 WIB, batu berhasil disingkirkan dari jalur dan rel dinyatakan aman untuk kembali dilalui kereta api.

“Ada dua perjalanan kereta api yang terdampak akibat kejadian tersebut, yakni KA 302 dan PLB 269B atau KA Matarmaja,” imbuhnya.

KAI menegaskan bahwa tindakan yang merusak maupun membahayakan sarana dan prasarana perkeretaapian dapat diproses secara hukum.

Ketentuan tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Pasal 180 melarang setiap orang menghilangkan, merusak, atau melakukan perbuatan yang mengakibatkan rusak dan/atau tidak berfungsinya prasarana dan sarana perkeretaapian.

Sementara itu, Pasal 197 mengatur ancaman pidana bagi pelanggaran tersebut, dengan hukuman penjara mulai tiga tahun hingga paling lama 15 tahun, sesuai ketentuan yang berlaku.

KAI Daop 7 Madiun mengimbau masyarakat, khususnya warga yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar jalur rel, tidak melakukan kegiatan yang dapat membahayakan perjalanan kereta api.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila melihat aktivitas mencurigakan di sekitar jalur perkeretaapian kepada petugas terdekat atau melalui Contact Center KAI 121.

“Keselamatan perjalanan kereta api adalah tanggung jawab bersama. Dengan kepedulian masyarakat, kami optimis layanan transportasi massal berbasis rel dapat terus berjalan aman, nyaman, dan berkelanjutan,” pungkas Tohari. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolres Magetan Pimpin Panen Raya Jagung Serentak, Tegaskan Dukungan terhadap Swasembada Pangan 2026

    Kapolres Magetan Pimpin Panen Raya Jagung Serentak, Tegaskan Dukungan terhadap Swasembada Pangan 2026

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 179
    • 0Komentar

    SInergia | Magetan – Upaya memperkuat ketahanan pangan digencarkan Polres Magetan. Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa memimpin kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 yang digelar di lahan pertanian Desa Ngunut, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan. Agenda nasional ini merupakan bagian dari program percepatan swasembada pangan 2026. Pelaksanaan panen digelar serentak di […]

    Bagikan
  • Permohonan Ganti Kelamin di Kabupaten Madiun Ditolak Pengadilan

    Permohonan Ganti Kelamin di Kabupaten Madiun Ditolak Pengadilan

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Madiun untuk pertama kalinya menolak permohonan perubahan jenis kelamin yang diajukan seorang warga berinisial A. Permohonan yang diajukan sejak Agustus 2025 itu diputuskan ditolak majelis hakim pada Selasa (23/09/2025). Juru Bicara PN Kabupaten Madiun, Agung Nugroho, membenarkan adanya perkara tersebut. Ia menyebut, pemohon mengajukan perubahan status […]

    Bagikan
  • Strategi Pemkab Madiun Putar Roda Ekonomi Desa, Borong 1.000 Nasi Bungkus Warung Warga

    Strategi Pemkab Madiun Putar Roda Ekonomi Desa, Borong 1.000 Nasi Bungkus Warung Warga

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 339
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Ada pemandangan menarik dalam gelaran Bakti Harmoni Madiun Bersih Sehat dan Sejahtera (Bahana Bersahaja) 2026 di Desa Bodag, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Rabu (13/5/2026). Tak tanggung-tanggung, sebanyak 1.000 porsi nasi bungkus dibagikan gratis untuk warga yang mengikuti kerja bakti. Menariknya, ribuan nasi bungkus tersebut bukan dipesan dari katering besar atau vendor […]

    Bagikan
  • Bulog Madiun Pastikan Suplai Beras SPHP Aman di Pasar Tradisional

    Bulog Madiun Pastikan Suplai Beras SPHP Aman di Pasar Tradisional

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Perum Bulog Kantor Wilayah Madiun memastikan ketersediaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di sejumlah pasar tradisional masih aman. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Bulog Madiun, Agung Sarianto, saat melakukan monitoring di Pasar Besar Kota Madiun (PBM). “Alhamdulillah, di Pasar Besar ketersediaan beras SPHP tercukupi. Beberapa kios memiliki […]

    Bagikan
  • Lima Jabatan Kepala OPD Kosong, Pemkab Magetan Siapkan Skema Pengisian

    Lima Jabatan Kepala OPD Kosong, Pemkab Magetan Siapkan Skema Pengisian

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 342
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan bergerak cepat menyiapkan strategi pengisian jabatan setelah sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama memasuki masa purna tugas. Langkah ini dilakukan guna memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal tanpa kekosongan kepemimpinan di organisasi perangkat daerah (OPD). Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Magetan, Masruri, menyebutkan sedikitnya […]

    Bagikan
  • Hujan Deras Picu Luapan Air di Ngariboyo, Pemkab Magetan Evaluasi Sistem Drainase

    Hujan Deras Picu Luapan Air di Ngariboyo, Pemkab Magetan Evaluasi Sistem Drainase

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 274
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Selasa (3/3/2026) petang, menyebabkan air meluap hingga menutup badan jalan. Arus yang cukup deras membuat sejumlah pengendara sepeda motor terpaksa berhenti, bahkan beberapa di antaranya terseret aliran air saat mencoba melintas. Tak hanya mengganggu arus lalu lintas, luapan air juga berdampak pada […]

    Bagikan
expand_less