Berita Terkini
Trending Tags

Tangis Haru Warnai Hari Pertama MPLS Sekolah Rakyat Ponorogo

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
  • visibility 28
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Tangis haru warnai pembukaan MPLS Sekolah Rakyat Ponorogo, Foto : Ega – Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Suasana haru mewarnai hari pertama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat (SR) Kabupaten Ponorogo, Jumat (01/08/2025). Tangis pecah saat para peserta didik harus berpisah dengan keluarga demi menempuh pendidikan berasrama di sekolah yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Sejak pagi, ratusan wali murid mengantar anak-anak mereka yang akan menempuh pendidikan dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas (SMA). Momen mengharukan terjadi ketika siswa-siswi berpamitan dan memohon doa restu kepada orang tua mereka sebelum memasuki lingkungan asrama.

Meski terasa berat, banyak wali murid yang bersyukur anak-anak mereka mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan secara gratis di Sekolah Rakyat. Program ini dinilai sangat membantu terutama bagi keluarga kurang mampu.

“Ya, sedikit terharu. Adik saya belum bisa mandiri. Tapi harapannya, dia di sini bisa lebih dewasa, mandiri, dan jadi pribadi yang lebih baik,” ujar Elis Setyawati, warga Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung, yang mengantar adiknya masuk kelas 1 SMA program SR.

Elis menambahkan, adiknya sempat tidak sekolah karena keterbatasan biaya. Namun, berkat adanya Sekolah Rakyat, adiknya kini bisa kembali menempuh pendidikan formal.

Kepala Sekolah SR Ponorogo, Devit Tri Candrawati, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai strategi untuk mengantisipasi rasa rindu mendalam atau homesick pada siswa, terutama yang masih di jenjang sekolah dasar. Salah satunya adalah melalui pendekatan personal dari 43 tenaga pendidik dan kependidikan yang bertugas.

“Mereka belum sepenuh hati melepaskan orang tuanya. Maka kami akan mengambil hati mereka terlebih dahulu, memahami keinginan mereka, baru secara bertahap kami kenalkan aturan sekolah,” ujar Devit.

Di awal masa pendidikan, para siswa akan menjalani MPLS selama dua pekan, termasuk tes kebugaran yang melibatkan petugas Dinas Kesehatan. Selain itu, siswa juga diperkenalkan dengan sistem asrama dan pembiasaan hidup mandiri sebelum mengikuti pembelajaran di kelas.

Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif pemerintah pusat sebagai upaya pemerataan akses pendidikan, terutama bagi masyarakat kurang mampu. Di Ponorogo, sekolah ini menjadi harapan baru bagi banyak keluarga untuk menggapai masa depan yang lebih baik bagi anak-anak mereka.

Ega Patria – Sinergia 

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gempa 2,8 Magnitudo Guncang Magetan! Berpusat di Darat

    Gempa 2,8 Magnitudo Guncang Magetan! Berpusat di Darat

    • calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kabupaten Magetan, Jawa Timur, diguncang gempa bumi pada Minggu (21/9/2025) dini hari sekitar pukul 01.32 WIB. Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan, gempa bermagnitudo 2,8 tersebut berpusat 17 kilometer barat daya Magetan, tepatnya di koordinat 7,71 LS dan 111,19 BT dengan kedalaman 10 kilometer. Meski episodenya terdeteksi cukup dekat, […]

    Bagikan
  • Seorang Peserta Seleksi PPPK Meninggal Sehari Sebelum Hari Ujian

    Seorang Peserta Seleksi PPPK Meninggal Sehari Sebelum Hari Ujian

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Seorang peserta seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2024 di Kabupaten Madiun dilaporkan meninggal dunia sehari sebelum pelaksanaan ujian kompetensi dimulai. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Madiun, Heru Kuncoro, mengatakan bahwa total peserta yang terdaftar mengikuti seleksi tahap dua ini mencapai 1.067 orang, dengan […]

    Bagikan
  • SPMB 2025, Ini Jawaban Cabdindik Jatim Soal Siswa Belum Tertampung di SMA Negeri

    SPMB 2025, Ini Jawaban Cabdindik Jatim Soal Siswa Belum Tertampung di SMA Negeri

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur wilayah Kota/Kabupaten Madiun Dan Ngawi angkat bicara terkait protes orang tua maupun wali murid terkait proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026. Diketahui, sejumlah orang tua siswa mendatangi kantor Cabdindik di Jalan Pahlawan Kota Madiun pada Senin (30/06/2025) lantaran anak mereka belum […]

    Bagikan
  • Dinkes Magetan Lakukan Penyelidikan Dugaan Keracunan Usai Santap MBG

    Dinkes Magetan Lakukan Penyelidikan Dugaan Keracunan Usai Santap MBG

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kasus dugaan keracunan makanan kembali terjadi. Kali ini menimpa belasan siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan. Dilaporkan sebanyak 11 siswa SDN Kediren 2 dan 1 siswa MI Nurul Dholam dilarikan ke Puskesmas setempat, Jumat (17/10/2025). Itu setelah mengalami gejala mual, pusing, hingga muntah usai menyantap menu program Makan Bergizi […]

    Bagikan
  • Sejumlah Sapi di Jimbe Ponorogo Mati Mendadak

    Sejumlah Sapi di Jimbe Ponorogo Mati Mendadak

    • calendar_month Kamis, 2 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 31
    • 0Komentar

    KAB.PONOROGO – Diduga terserang penyakit kulit dan mulut (PMK) sejumlah sapi di Desa Jimbe Kecamatan Jenangan Ponorogo mati mendadak. Seperti sapi milik purwoto (45) yang ditemukan mati mendadak pada Rabu 1 Januari 2025 lalu. Bahkan sebelumnya, juga ada 1 ekor sapi yang mati dengan gejala serupa. Menurut Ismiati, kerabat Purwoto menuturkan total kini 3 ekor […]

    Bagikan
  • Chromebook Bantuan Kemendikbud Banyak Menganggur, Ada yang Rusak dan Jarang Dipakai

    Chromebook Bantuan Kemendikbud Banyak Menganggur, Ada yang Rusak dan Jarang Dipakai

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Kejaksaan Agung RI tengah menelisik kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Ditengah sorotan publik itu, puluhan perangkat Chromebook bantuan Kemendikbudristek era kepemimpinan Nadiem Makariem yang disalurkan ke sejumlah Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, tak sepenuhnya dimanfaatkan. […]

    Bagikan
expand_less