Berita Terkini
Trending Tags

Usai Kejadian Dugaan Keracunan MBG, Pemkot Madiun Perketat Monitoring SLHS 24 SPPG

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
  • visibility 195
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Sekda Kota Madiun, Soeko Dwi Handianto, menegaskan bahwa Pemkot akan memperkuat monitoring SPPG. (20/4/2026), Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun mengambil langkah tegas menyikapi dugaan keracunan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi beberapa waktu lalu. Fokus utama diarahkan pada pengetatan pengawasan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Madiun.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun, Soeko Dwi Handianto, menegaskan bahwa Pemkot akan memperkuat monitoring sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi), terutama terkait pemenuhan standar kesehatan makanan.

“Kami dari Pemkot Madiun sesuai tupoksi akan lebih memperketat monitoring, khususnya terkait SLHS,” ujarnya Senin (20/4/2026).

Menurutnya, Pemkot memiliki peran memberikan masukan kepada SPPG yang belum memenuhi standar, termasuk yang belum mengantongi SLHS. Saat ini, dari total 24 SPPG yang ada, masih terdapat beberapa yang belum memiliki sertifikat tersebut.

“SPPG yang belum ada SLHS akan kami dorong. Karena SLHS itu harus dipenuhi sebelum operasional bisa berjalan optimal,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan Kota Madiun juga telah mengembangkan aplikasi bernama Kuda Lumpung untuk memperkuat sistem pemantauan keamanan pangan dan mencegah kejadian serupa.

Terkait insiden yang sempat terjadi, Soeko memastikan bahwa penanganan terhadap siswa yang terdampak telah dilakukan secara maksimal.

“Alhamdulillah sudah ditangani, siswa-siswa sudah mendapatkan penanganan optimal,” katanya.

Namun demikian, hasil uji laboratorium atas dugaan keracunan tersebut hingga kini masih belum keluar. Pemkot masih menunggu laporan resmi dari instansi terkait.

“Hasil lab belum keluar, saya belum menerima laporan. Nanti akan saya cek ke Dinkes,” imbuhnya.

Sebagai tindak lanjut, seluruh pengelola SPPG akan dikumpulkan untuk dilakukan evaluasi menyeluruh. Evaluasi tersebut mencakup kekurangan dalam pelaksanaan program hingga upaya optimalisasi ke depan.

“Kita kumpulkan SPPG, kita evaluasi apa yang kurang, kita optimalkan. Termasuk fungsi koordinasi, harapan dari SPPG seperti apa, keluhan siswa juga akan kita rumuskan,” jelasnya.

Pemkot menegaskan bahwa seluruh pelaksanaan Program MBG harus mengacu pada regulasi yang telah ditetapkan pemerintah pusat, termasuk pedoman dari Badan Gizi Nasional (BGN).

“Semua sudah ada rujukan aturannya, dan itu akan kita ikuti secara lengkap,” pungkasnya.

Hingga saat ini, proses penyelidikan dan evaluasi masih terus berlangsung guna memastikan kejadian serupa tidak terulang serta kualitas layanan gizi bagi siswa tetap terjaga. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Awal Tahun 2026, Pupuk Bersubsidi Sudah Bisa Ditebus, Petani Jatim Manfaatkan Awal Tahun

    Awal Tahun 2026, Pupuk Bersubsidi Sudah Bisa Ditebus, Petani Jatim Manfaatkan Awal Tahun

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 301
    • 0Komentar

    Sinergia | Bangkalan – PT Pupuk Indonesia (Persero) mulai menyalurkan pupuk bersubsidi kepada petani di Jawa Timur sejak hari pertama 2026. Sejumlah petani tercatat telah melakukan penebusan pupuk hanya beberapa menit setelah pergantian tahun, menandai kesiapan distribusi pupuk subsidi sejak awal tahun. Petani yang berhasil menebus pupuk bersubsidi pada 1 Januari 2026 berasal dari sejumlah […]

    Bagikan
  • Nurisha Kitana Tepati Janji Pulang Kampung, Siap Bangun Magetan Lewat Pendidikan dan Gerakan Sosial

    Nurisha Kitana Tepati Janji Pulang Kampung, Siap Bangun Magetan Lewat Pendidikan dan Gerakan Sosial

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Nama Nurisha “Risha” Kitana, mahasiswi Universitas Indonesia (UI) sekaligus aktivis muda asal Magetan, kembali menjadi sorotan publik. Kehadirannya di Magetan Campus Expo 2026 di GOR Ki Magetan, Sabtu (24/1/2026), menjadi bukti bahwa ia tak pernah lupa janji untuk kembali dan berkontribusi bagi daerah kelahirannya. Risha, putri asli Maospati, datang bukan sekadar […]

    Bagikan
  • Ketua DPRD Magetan Pastikan Proses PAW Gus Wakid Sesuai Putusan Mahkamah Partai

    Ketua DPRD Magetan Pastikan Proses PAW Gus Wakid Sesuai Putusan Mahkamah Partai

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Ketua DPRD Kabupaten Magetan, Suratno, memastikan proses pergantian antar waktu (PAW) terhadap anggota DPRD Magetan dari Fraksi PKB, Nur Wakhid atau Gus Wahid, berjalan sesuai ketentuan yang berlaku di internal partai. Proses tersebut merujuk pada keputusan Mahkamah Partai serta mandat dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai. Suratno menjelaskan, keputusan pemberhentian Gus […]

    Bagikan
  • Limbah Kotoran Sapi di Pudak Ponorogo Kini Dikelola Jadi Pupuk dan Gas

    Limbah Kotoran Sapi di Pudak Ponorogo Kini Dikelola Jadi Pupuk dan Gas

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Limbah kotoran sapi yang selama ini menjadi persoalan lingkungan di Kecamatan Pudak, Kabupaten Ponorogo, kini mulai dikelola secara modern. Dukungan pemerintah daerah yang menggandeng investor membuat limbah tersebut tidak lagi mencemari sungai, melainkan bisa diolah menjadi produk yang bermanfaat. Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, menjelaskan bahwa saat ini telah dibangun tempat pengelolaan […]

    Bagikan
  • Kandang Ayam di Magetan Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp. 900 Juta

    Kandang Ayam di Magetan Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp. 900 Juta

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kebakaran hebat melanda kandang ayam di Desa Bibis, Sukomoro, Magetan milik P. Gigih Bakti Laksana, warga Desa Mejayan RT 02/RW 01, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun. Kebakaran pada Minggu (04/01/2026) petan ini, tidak hanya membakar bangunan, namun sejumlah fasilitas pendukung dan persediaan peralatan ternak turut hangus terbakar. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, […]

    Bagikan
  • Kemenhaj Kota Madiun Catat 1 Jemaah Haji Meninggal Dunia, 1 Jemaah Dirawat di ICU

    Kemenhaj Kota Madiun Catat 1 Jemaah Haji Meninggal Dunia, 1 Jemaah Dirawat di ICU

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kota Madiun telah menerima laporan terkait kondisi terkini 227 jemaah haji Kota Madiun. Tercatat, 1 jemaah haji meninggal dunia atas nama Djurianto warga Jalan Pagu Indah, Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman pada Sabtu (30/5/2026) di RS King Faisal Makkah, Arab Saudi. Sementara itu, 1 jemaah yakni […]

    Bagikan
expand_less