Berita Terkini
Trending Tags

Rocky Gerung Bedah Marhaenisme di Magetan, Ajak Generasi Muda Bangun Tradisi Berpikir Kritis

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
  • visibility 158
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Rocky Gerung bedah Marhaenisme di hadapan peserta diskusi. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Gagasan Marhaenisme dinilai tetap relevan untuk menjawab berbagai persoalan bangsa di tengah perubahan zaman. Namun, pemikiran yang diwariskan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, tidak cukup dipahami sebagai sejarah perjuangan semata, melainkan harus menjadi metode berpikir dalam membaca persoalan sosial, ekonomi, politik, hingga lingkungan yang dihadapi generasi muda saat ini.

Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Soekarno Talk In yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bung Karno. Kegiatan yang dihadiri kader partai, mahasiswa, aktivis, hingga masyarakat umum itu menghadirkan filsuf Rocky Gerung, akademisi Universitas Airlangga Erlangga Pribadi Kusman, serta aktivis Kamisan Madiun Haidar Villa sebagai narasumber.

Forum diskusi tersebut sekaligus menjadi ajang bedah buku “Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z”, karya Rocky Gerung bersama Erlangga Pribadi Kusman. Buku itu mencoba menerjemahkan kembali pemikiran Bung Karno agar lebih mudah dipahami dan relevan dengan tantangan yang dihadapi Generasi Z.

Moderator diskusi, Saka Dio Prohansah, mengatakan Soekarno Talk In tidak dimaksudkan untuk membangkitkan romantisme sejarah terhadap Bung Karno. Sebaliknya, forum itu diharapkan menjadi ruang menguji apakah Marhaenisme masih mampu menjadi pijakan dalam menjawab persoalan masyarakat Indonesia saat ini.

“Kita tidak sedang bernostalgia terhadap ajaran Bung Karno. Yang ingin kita lakukan adalah menguji apakah Marhaenisme masih relevan menjadi cara membaca realitas sosial yang terus berubah,” ujarnya.

Akademisi Universitas Airlangga, Erlangga Pribadi Kusman, menjelaskan bahwa lahirnya Marhaenisme tidak terlepas dari kemampuan Bung Karno membaca persoalan konkret yang dihadapi rakyat Indonesia pada masa penjajahan.

Menurutnya, Bung Karno tidak membangun teori berdasarkan konsep-konsep abstrak semata. Ia menyusun gagasan Marhaenisme dari pengalaman nyata masyarakat yang hidup dalam kemiskinan meski memiliki alat produksi sendiri.

“Ketika Bung Karno berbicara tentang Marhaen, beliau sedang berbicara tentang problem yang benar-benar dialami rakyat Indonesia. Karena itu pemikirannya diterima masyarakat,” kata Erlangga.

Ia menambahkan, konteks tersebut harus terus diperbarui sesuai perkembangan zaman. Jika dahulu Marhaen identik dengan petani kecil yang memiliki lahan tetapi tetap miskin, kini sosok tersebut dapat ditemukan pada pekerja sektor digital. Mereka memiliki telepon genggam, sepeda motor, atau perangkat kerja lainnya sebagai alat produksi, tetapi tetap menghadapi ketidakpastian pendapatan dan kesulitan memenuhi kebutuhan hidup.

Selain itu, persoalan lain seperti mahalnya biaya pendidikan, sulitnya memperoleh pekerjaan yang layak, ketimpangan sosial, hingga perubahan iklim juga menjadi tantangan baru yang harus dijawab melalui pembaruan cara pandang Marhaenisme.

Sementara itu, Rocky Gerung menilai anggapan bahwa Indonesia sedang mengalami desukarnoisasi kurang tepat. Menurutnya, justru muncul gejala baru berupa meningkatnya minat generasi muda untuk kembali mempelajari pemikiran Bung Karno. Ia mengaku sering menjumpai mahasiswa yang mulai membaca karya-karya pemikir dunia, termasuk tulisan Soekarno, untuk memahami persoalan bangsa.

Karena itu, buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z disusun bukan untuk melawan desukarnoisasi, melainkan sebagai jawaban atas meningkatnya kebutuhan generasi muda terhadap bacaan yang mampu menghubungkan pemikiran Bung Karno dengan situasi kekinian.

“Buku ini bukan dibuat untuk menjawab desukarnoisasi. Justru karena ada gairah baru mempelajari Bung Karno, maka kami mencoba menghadirkan narasi yang relevan dengan kondisi hari ini,” ujar Rocky.

Ia menilai selama ini banyak orang mengenal Bung Karno sebatas sebagai orator ulung. Padahal kekuatan utama Presiden pertama RI itu justru terletak pada kemampuan membangun logika berpikir yang sistematis. Menurut Rocky, setiap pidato Bung Karno lahir dari proses membaca realitas sosial secara mendalam, kemudian diterjemahkan menjadi gagasan politik yang mudah dipahami rakyat.

“Belajar Bung Karno bukan hanya belajar retorika. Yang jauh lebih penting adalah belajar logikanya, cara beliau membangun argumentasi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Rocky juga mengingatkan pentingnya membangun budaya berpikir kritis di kalangan mahasiswa. Ia menilai gerakan mahasiswa tidak boleh berhenti pada aksi demonstrasi atau kritik spontan terhadap pemerintah. Sebaliknya, setiap kritik harus dibangun melalui argumentasi yang kuat agar mampu menawarkan solusi atas persoalan bangsa.

Menurutnya, kemampuan berpikir kritis merupakan warisan utama yang ditinggalkan Bung Karno kepada generasi penerus bangsa.

“Kalau ingin mengkritik pemerintah, bangun dulu argumentasinya. Jangan hanya marah. Marahlah secara akademis,” tegasnya.

Rocky juga mengingatkan bahwa demonstrasi tanpa dasar pemikiran yang kuat berpotensi kehilangan arah dan mudah dimanfaatkan oleh berbagai kepentingan politik. Karena itu, mahasiswa perlu memperkuat tradisi membaca, berdiskusi, serta mengembangkan analisis terhadap berbagai persoalan publik.

Pandangan serupa disampaikan aktivis Kamisan Madiun, Haidar Villa. Menurutnya, berbagai bentuk eksploitasi masih terjadi hingga sekarang meski wujudnya berbeda dibanding masa kolonial.

Ia mencontohkan persoalan ketimpangan ekonomi, akses pendidikan, hingga berbagai kebijakan publik yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada masyarakat kecil. Karena itu, ia menilai Marhaenisme tetap relevan sebagai alat membaca berbagai bentuk ketidakadilan sosial yang dialami masyarakat saat ini.

Haidar juga menyoroti menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap gerakan mahasiswa. Kondisi tersebut, menurutnya, harus dijawab melalui gerakan yang konsisten, berbasis data, dan benar-benar memperjuangkan kepentingan publik.

“Kita tidak bisa memaksa masyarakat percaya. Tetapi kita bisa membangun kepercayaan itu melalui kerja nyata dan gerakan yang berpihak kepada rakyat,” ujarnya.

Diskusi berlangsung interaktif. Sejumlah peserta memanfaatkan sesi tanya jawab untuk mengangkat isu komunikasi pemerintah, demokrasi, hingga masa depan gerakan mahasiswa.

Menutup kegiatan, para narasumber sepakat bahwa ruang-ruang diskusi intelektual seperti Soekarno Talk In perlu terus diperbanyak, terutama di kalangan generasi muda. Forum tersebut dinilai penting untuk membangun tradisi berpikir kritis sekaligus menjaga agar pemikiran Bung Karno tidak berhenti sebagai dokumen sejarah, melainkan terus berkembang sesuai kebutuhan zaman.

Rocky pun mengingatkan bahwa Indonesia membutuhkan generasi yang tidak sekadar mampu menghafal slogan perjuangan, tetapi juga memiliki kemampuan membaca realitas secara kritis.

“Gunakan buku ini sebagai tuntunan berpikir. Indonesia membutuhkan generasi yang mampu menghubungkan ide dengan kenyataan, bukan hanya pandai berteriak,” pungkasnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sugiri Sancoko Pantau CFD di Jalan Cokroaminoto – Jalan Jenderal Sudirman

    Sugiri Sancoko Pantau CFD di Jalan Cokroaminoto – Jalan Jenderal Sudirman

    • calendar_month Minggu, 9 Feb 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab, Ponorogo – Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko menilai pelaksanaan uji coba car free day (CFD) di Jalan HOS Cokroaminoto hingga Jalan Jenderal Sudirman pada Minggu (9/2/2025) berjalan sukses. Kegiatan ini menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin berolahraga dan bersantai bersama keluarga di ruang publik yang lebih luas. “Uji coba CFD ini cukup baik. […]

    Bagikan
  • Video Mapping Show Meriahkan Pembukaan Grebeg Suro Ponorogo

    Video Mapping Show Meriahkan Pembukaan Grebeg Suro Ponorogo

    • calendar_month Senin, 16 Jun 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo terus berinovasi dalam memeriahkan gelaran tahunan Grebeg Suro. Tahun ini, untuk menghindari kesan monoton, Pemkab menghadirkan pertunjukan Video Mapping Show sebagai bagian dari pembukaan acara. Pertunjukan video mapping ini diklaim menjadi yang pertama kali digelar dalam sejarah perayaan Grebeg Suro. Tak tanggung-tanggung, tampilan visual spektakuler tersebut […]

    Bagikan
  • Polres Madiun Kota Buru Tersangka Baru Kasus Narkotika Libatkan Iptu BS

    Polres Madiun Kota Buru Tersangka Baru Kasus Narkotika Libatkan Iptu BS

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kasus dugaan peredaran dan penyalahgunaan narkoba yang menjerat seorang perwira polisi Polsek Manguharjo, Kota Madiun, memasuki babak baru. Dalam tahap penyidikan, Polres Madiun Kota menduga Iptu BS memiliki jaringan peredaran narkoba di Surabaya. Hal itu disampaikan Kapolres Madiun Kota, AKBP Wiwin Junianto Supriyadi, usai apel jam pimpinan di halaman Mako […]

    Bagikan
  • Uji Coba Rekayasa Lalu Lintas Kota Magetan Dimulai 13 April, Dishub Siapkan Evaluasi Bertahap

    Uji Coba Rekayasa Lalu Lintas Kota Magetan Dimulai 13 April, Dishub Siapkan Evaluasi Bertahap

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Magetan akan mulai menerapkan uji coba rekayasa arus lalu lintas di kawasan Kota Magetan pada 13 April mendatang. Kebijakan ini merupakan hasil koordinasi lintas instansi yang telah dilakukan secara intensif sejak beberapa bulan terakhir. Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Dishub Magetan, Achmad Fauzi Ichsan, mengungkapkan bahwa […]

    Bagikan
  • Berbagi dari Kebun Sendiri, Kisah Keteladanan Sederhana Letda Isdayun

    Berbagi dari Kebun Sendiri, Kisah Keteladanan Sederhana Letda Isdayun

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Di tengah rutinitas militer yang sering identik dengan kedisiplinan dan ketegasan, ada sisi lain yang jarang terlihat dari sosok seorang prajurit. Seperti halnya Letda Cke Isdayun, Paur Penrem 081/DSJ, yang menunjukkan bahwa kepemimpinan juga bisa tumbuh dari kesederhanaan — dan dari sepetak kebun di belakang rumah. Selasa (21/10/2025), selepas olahraga bersama, […]

    Bagikan
  • Tersandung Kasus Korupsi Dana Pokir, Segini Laporan Kekayaan Ketua DPRD Magetan Suratno

    Tersandung Kasus Korupsi Dana Pokir, Segini Laporan Kekayaan Ketua DPRD Magetan Suratno

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 390
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Nama Ketua DPRD Kabupaten Magetan periode 2024–2029, Suratno, menjadi sorotan publik setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana hibah pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD tahun anggaran 2020–2024 oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan. Dalam perkara ini, Suratno tidak sendiri. Penyidik juga menetapkan lima tersangka lain, terdiri dari dua anggota DPRD aktif […]

    Bagikan
expand_less