Berita Terkini
Trending Tags

Rocky Gerung Bedah Marhaenisme di Magetan, Ajak Generasi Muda Bangun Tradisi Berpikir Kritis

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
  • visibility 209
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Rocky Gerung bedah Marhaenisme di hadapan peserta diskusi. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Gagasan Marhaenisme dinilai tetap relevan untuk menjawab berbagai persoalan bangsa di tengah perubahan zaman. Namun, pemikiran yang diwariskan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, tidak cukup dipahami sebagai sejarah perjuangan semata, melainkan harus menjadi metode berpikir dalam membaca persoalan sosial, ekonomi, politik, hingga lingkungan yang dihadapi generasi muda saat ini.

Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Soekarno Talk In yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bung Karno. Kegiatan yang dihadiri kader partai, mahasiswa, aktivis, hingga masyarakat umum itu menghadirkan filsuf Rocky Gerung, akademisi Universitas Airlangga Erlangga Pribadi Kusman, serta aktivis Kamisan Madiun Haidar Villa sebagai narasumber.

Forum diskusi tersebut sekaligus menjadi ajang bedah buku “Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z”, karya Rocky Gerung bersama Erlangga Pribadi Kusman. Buku itu mencoba menerjemahkan kembali pemikiran Bung Karno agar lebih mudah dipahami dan relevan dengan tantangan yang dihadapi Generasi Z.

Moderator diskusi, Saka Dio Prohansah, mengatakan Soekarno Talk In tidak dimaksudkan untuk membangkitkan romantisme sejarah terhadap Bung Karno. Sebaliknya, forum itu diharapkan menjadi ruang menguji apakah Marhaenisme masih mampu menjadi pijakan dalam menjawab persoalan masyarakat Indonesia saat ini.

“Kita tidak sedang bernostalgia terhadap ajaran Bung Karno. Yang ingin kita lakukan adalah menguji apakah Marhaenisme masih relevan menjadi cara membaca realitas sosial yang terus berubah,” ujarnya.

Akademisi Universitas Airlangga, Erlangga Pribadi Kusman, menjelaskan bahwa lahirnya Marhaenisme tidak terlepas dari kemampuan Bung Karno membaca persoalan konkret yang dihadapi rakyat Indonesia pada masa penjajahan.

Menurutnya, Bung Karno tidak membangun teori berdasarkan konsep-konsep abstrak semata. Ia menyusun gagasan Marhaenisme dari pengalaman nyata masyarakat yang hidup dalam kemiskinan meski memiliki alat produksi sendiri.

“Ketika Bung Karno berbicara tentang Marhaen, beliau sedang berbicara tentang problem yang benar-benar dialami rakyat Indonesia. Karena itu pemikirannya diterima masyarakat,” kata Erlangga.

Ia menambahkan, konteks tersebut harus terus diperbarui sesuai perkembangan zaman. Jika dahulu Marhaen identik dengan petani kecil yang memiliki lahan tetapi tetap miskin, kini sosok tersebut dapat ditemukan pada pekerja sektor digital. Mereka memiliki telepon genggam, sepeda motor, atau perangkat kerja lainnya sebagai alat produksi, tetapi tetap menghadapi ketidakpastian pendapatan dan kesulitan memenuhi kebutuhan hidup.

Selain itu, persoalan lain seperti mahalnya biaya pendidikan, sulitnya memperoleh pekerjaan yang layak, ketimpangan sosial, hingga perubahan iklim juga menjadi tantangan baru yang harus dijawab melalui pembaruan cara pandang Marhaenisme.

Sementara itu, Rocky Gerung menilai anggapan bahwa Indonesia sedang mengalami desukarnoisasi kurang tepat. Menurutnya, justru muncul gejala baru berupa meningkatnya minat generasi muda untuk kembali mempelajari pemikiran Bung Karno. Ia mengaku sering menjumpai mahasiswa yang mulai membaca karya-karya pemikir dunia, termasuk tulisan Soekarno, untuk memahami persoalan bangsa.

Karena itu, buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z disusun bukan untuk melawan desukarnoisasi, melainkan sebagai jawaban atas meningkatnya kebutuhan generasi muda terhadap bacaan yang mampu menghubungkan pemikiran Bung Karno dengan situasi kekinian.

“Buku ini bukan dibuat untuk menjawab desukarnoisasi. Justru karena ada gairah baru mempelajari Bung Karno, maka kami mencoba menghadirkan narasi yang relevan dengan kondisi hari ini,” ujar Rocky.

Ia menilai selama ini banyak orang mengenal Bung Karno sebatas sebagai orator ulung. Padahal kekuatan utama Presiden pertama RI itu justru terletak pada kemampuan membangun logika berpikir yang sistematis. Menurut Rocky, setiap pidato Bung Karno lahir dari proses membaca realitas sosial secara mendalam, kemudian diterjemahkan menjadi gagasan politik yang mudah dipahami rakyat.

“Belajar Bung Karno bukan hanya belajar retorika. Yang jauh lebih penting adalah belajar logikanya, cara beliau membangun argumentasi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Rocky juga mengingatkan pentingnya membangun budaya berpikir kritis di kalangan mahasiswa. Ia menilai gerakan mahasiswa tidak boleh berhenti pada aksi demonstrasi atau kritik spontan terhadap pemerintah. Sebaliknya, setiap kritik harus dibangun melalui argumentasi yang kuat agar mampu menawarkan solusi atas persoalan bangsa.

Menurutnya, kemampuan berpikir kritis merupakan warisan utama yang ditinggalkan Bung Karno kepada generasi penerus bangsa.

“Kalau ingin mengkritik pemerintah, bangun dulu argumentasinya. Jangan hanya marah. Marahlah secara akademis,” tegasnya.

Rocky juga mengingatkan bahwa demonstrasi tanpa dasar pemikiran yang kuat berpotensi kehilangan arah dan mudah dimanfaatkan oleh berbagai kepentingan politik. Karena itu, mahasiswa perlu memperkuat tradisi membaca, berdiskusi, serta mengembangkan analisis terhadap berbagai persoalan publik.

Pandangan serupa disampaikan aktivis Kamisan Madiun, Haidar Villa. Menurutnya, berbagai bentuk eksploitasi masih terjadi hingga sekarang meski wujudnya berbeda dibanding masa kolonial.

Ia mencontohkan persoalan ketimpangan ekonomi, akses pendidikan, hingga berbagai kebijakan publik yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada masyarakat kecil. Karena itu, ia menilai Marhaenisme tetap relevan sebagai alat membaca berbagai bentuk ketidakadilan sosial yang dialami masyarakat saat ini.

Haidar juga menyoroti menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap gerakan mahasiswa. Kondisi tersebut, menurutnya, harus dijawab melalui gerakan yang konsisten, berbasis data, dan benar-benar memperjuangkan kepentingan publik.

“Kita tidak bisa memaksa masyarakat percaya. Tetapi kita bisa membangun kepercayaan itu melalui kerja nyata dan gerakan yang berpihak kepada rakyat,” ujarnya.

Diskusi berlangsung interaktif. Sejumlah peserta memanfaatkan sesi tanya jawab untuk mengangkat isu komunikasi pemerintah, demokrasi, hingga masa depan gerakan mahasiswa.

Menutup kegiatan, para narasumber sepakat bahwa ruang-ruang diskusi intelektual seperti Soekarno Talk In perlu terus diperbanyak, terutama di kalangan generasi muda. Forum tersebut dinilai penting untuk membangun tradisi berpikir kritis sekaligus menjaga agar pemikiran Bung Karno tidak berhenti sebagai dokumen sejarah, melainkan terus berkembang sesuai kebutuhan zaman.

Rocky pun mengingatkan bahwa Indonesia membutuhkan generasi yang tidak sekadar mampu menghafal slogan perjuangan, tetapi juga memiliki kemampuan membaca realitas secara kritis.

“Gunakan buku ini sebagai tuntunan berpikir. Indonesia membutuhkan generasi yang mampu menghubungkan ide dengan kenyataan, bukan hanya pandai berteriak,” pungkasnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perdana di Jatim, 107.231 Warga Kabupaten Madiun Dapat Bantuan Pangan Beras 30 Kg

    Perdana di Jatim, 107.231 Warga Kabupaten Madiun Dapat Bantuan Pangan Beras 30 Kg

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Penyaluran bantuan pangan beras periode Juli–September 2026 resmi dimulai di Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Sebanyak 107.231 penerima manfaat di wilayah tersebut akan mendapatkan bantuan beras dengan total alokasi mencapai 3.216.930 kilogram atau sekitar 3.216 ton. Launching penyaluran bantuan pangan tersebut berlangsung di Desa Balerejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Senin (10/8/2026). Penyaluran […]

    Bagikan
  • Polres Magetan Bongkar Lokasi Diduga Arena Sabung Ayam di Tegalarum

    Polres Magetan Bongkar Lokasi Diduga Arena Sabung Ayam di Tegalarum

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 436
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Polres Magetan kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas praktik perjudian di wilayah hukumnya. Jajaran Polsek Bendo bersama pemerintah Desa Tegalarum menertibkan sebuah lokasi yang diduga digunakan sebagai arena sabung ayam pada Rabu (21/1/2026). Pembongkaran dilakukan setelah warga melaporkan adanya aktivitas mencurigakan yang diduga berkaitan dengan perjudian. Tim yang dipimpin Kapolsek Bendo, AKP […]

    Bagikan
  • Pemkab Magetan Usulkan Renovasi Pasar Sayur Jadi Pasar Induk Regional

    Pemkab Magetan Usulkan Renovasi Pasar Sayur Jadi Pasar Induk Regional

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan tengah mempersiapkan sejumlah kelengkapan administrasi untuk mendukung rencana renovasi Pasar Sayur Magetan yang akan dikembangkan menjadi Pasar Induk Magetan. Langkah ini dilakukan setelah adanya kunjungan dari Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PUPR sebagai tindak lanjut dari hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi DPR RI. Kepala Dinas Perindustrian […]

    Bagikan
  • Periksa 2 Orang Terkait Benda Mencurigakan, Kapolres Madiun : Isi Kardus Itu Petasan

    Periksa 2 Orang Terkait Benda Mencurigakan, Kapolres Madiun : Isi Kardus Itu Petasan

    • calendar_month Rabu, 29 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Jajaran Polres Madiun bersama tim Gegana Satbrimob Polda Jatim melakukan pemeriksaan terhadap 2 orang yang berkaitan dengan benda mencurigakan diduga berisi bahan peledak menyerupai bom. Diketahui, benda mencurigakan itu ditemukan di sekitar Exit Tol Dumpil Kecamatan/Kabupaten Madiun, Jawa Timur pada Rabu (29/1/2025) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Tim Gegana […]

    Bagikan
  • Kejari Magetan Sita Uang Rp1,1 Miliar dari Tiga Tersangka Kasus Pokir DPRD

    Kejari Magetan Sita Uang Rp1,1 Miliar dari Tiga Tersangka Kasus Pokir DPRD

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan, Jawa Timur, kembali menyita aset yang berkaitan dengan perkara dugaan korupsi anggaran Pokok-pokok Pikiran (Pokir) DPRD Magetan tahun anggaran 2020-2024. Kali ini, penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) mengamankan uang tunai sekitar Rp1,1 miliar dari tiga tersangka. Ketiga tersangka tersebut adalah Suratno, mantan Ketua DPRD Magetan periode 2019-2024, […]

    Bagikan
  • Ancaman El Nino Mengintai, Pemkab Madiun Putar Otak Selamatkan Sawah dari Krisis Air

    Ancaman El Nino Mengintai, Pemkab Madiun Putar Otak Selamatkan Sawah dari Krisis Air

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 317
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun mulai menyiapkan langkah antisipatif menghadapi ancaman fenomena El Nino yang diprediksi memicu kemarau panjang pada 2026. Fokus utama diarahkan pada upaya menjaga ketersediaan air untuk lahan pertanian, terutama di wilayah rawan kekeringan. Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, Zainul Aripin, […]

    Bagikan
expand_less