Kamis, 5 Nov 2026
Trending Tags

DPRD Magetan Soroti SILPA Rp135,8 Miliar, Desak Pemkab Tuntaskan Kelebihan Bayar Proyek

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
  • visibility 143
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
DPRD Magetan soroti SILPA APBD 2025 Rp135,82 miliar. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – DPRD Kabupaten Magetan menyoroti besarnya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) Tahun Anggaran 2025 yang mencapai Rp135,82 miliar. Besarnya SILPA dinilai menjadi indikator masih rendahnya penyerapan anggaran serta belum optimalnya pelaksanaan program oleh organisasi perangkat daerah (OPD).

Sorotan tersebut disampaikan Badan Anggaran DPRD dalam rapat paripurna pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Magetan Tahun Anggaran 2025.

Dalam laporannya, Badan Anggaran mengungkapkan pendapatan daerah justru berhasil melampaui target. Realisasi pendapatan mencapai Rp2,072 triliun atau 102,52 persen dari target yang ditetapkan dalam Perubahan APBD 2025. Namun, capaian tersebut tidak diikuti dengan optimalnya realisasi belanja yang hanya mencapai 96,02 persen, sehingga menghasilkan SILPA sebesar Rp135,82 miliar atau sekitar 6,5 persen dari dana yang tersedia.

Plt Ketua DPRD Kabupaten Magetan Sujatno mengatakan tingginya SILPA harus menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah daerah. Menurutnya, anggaran yang tidak terserap secara maksimal berpotensi menghambat manfaat pembangunan yang seharusnya dirasakan masyarakat.

Image Not Found
DPRD minta kelebihan bayar proyek segera dikembalikan. Foto : Kus-Sinergia

“Pendapatan daerah memang melampaui target, namun tingginya SILPA menunjukkan masih ada program yang belum terlaksana secara optimal. Ke depan, perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan kegiatan harus lebih cermat agar anggaran benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Sujatno.

Selain tingginya SILPA, DPRD juga menyoroti sejumlah temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang harus segera ditindaklanjuti Pemerintah Kabupaten Magetan. Salah satunya adalah adanya kelebihan pembayaran akibat kekurangan volume pekerjaan pada proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) senilai Rp29,88 juta. Badan Anggaran meminta kelebihan pembayaran tersebut segera diproses agar dikembalikan ke kas daerah.

Temuan lain juga ditemukan pada belanja hibah pekerjaan konstruksi dengan kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp30,56 juta. DPRD meminta pemerintah daerah memperketat pengawasan pelaksanaan proyek sekaligus memproses pengembalian kelebihan pembayaran sesuai rekomendasi BPK.

Tidak hanya itu, BPK juga menemukan kekurangan volume dan ketidaksesuaian spesifikasi teknis pada pekerjaan jalan, jaringan, dan irigasi di lingkungan DPUPR dengan nilai mencapai Rp387,39 juta. DPRD meminta seluruh temuan tersebut segera ditindaklanjuti agar tidak menimbulkan kerugian daerah.

Banggar juga mencatat adanya kesalahan penganggaran belanja barang dan jasa sebesar Rp51,98 miliar pada Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Kesehatan. DPRD meminta pemerintah daerah memperbaiki penggunaan kode rekening belanja agar sesuai dengan ketentuan serta mencegah persoalan serupa terulang pada tahun anggaran berikutnya.

Sujatno menegaskan, seluruh rekomendasi hasil audit BPK harus menjadi perhatian serius seluruh OPD. Menurutnya, penyelesaian temuan bukan hanya berkaitan dengan administrasi keuangan, tetapi juga menjadi tolok ukur akuntabilitas pemerintah daerah dalam mengelola anggaran publik.

“Seluruh temuan BPK harus segera ditindaklanjuti. Pengembalian kelebihan bayar wajib diselesaikan dan pengawasan terhadap proyek fisik harus diperketat agar kesalahan serupa tidak kembali terjadi. Akuntabilitas pengelolaan APBD harus terus ditingkatkan,” tegasnya.

DPRD berharap evaluasi terhadap tingginya SILPA dan penyelesaian seluruh temuan BPK menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Magetan untuk memperbaiki kualitas perencanaan, mempercepat penyerapan anggaran, serta meningkatkan efektivitas pengawasan pelaksanaan program sehingga APBD benar-benar memberikan dampak nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pilkades Serentak Magetan 2027 Dibayangi Polemik Syarat Calon Kades Dua Periode

    Pilkades Serentak Magetan 2027 Dibayangi Polemik Syarat Calon Kades Dua Periode

    • calendar_month Senin, 2 Nov 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Persyaratan pencalonan kepala desa dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2027 di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mulai menuai sorotan. Perbedaan penafsiran regulasi terkait kepala desa yang telah menjabat dua periode berpotensi memicu persoalan dalam tahapan verifikasi administrasi bakal calon. Polemik tersebut berkaitan dengan penerbitan surat keterangan (suket) bagi bakal calon kepala […]

    Bagikan
  • Bupati Madiun Pimpin Apel ASN, Sinkronkan Program Asta Cita dengan Program Kerja Harmonis

    Bupati Madiun Pimpin Apel ASN, Sinkronkan Program Asta Cita dengan Program Kerja Harmonis

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Bupati Madiun, Hari Wuryanto, memimpin apel Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Madiun yang digelar di Halaman Pendopo Ronggo Jumeno, Caruban, Senin pagi (3/3/2025). Apel perdana ini digelar seusai Bupati Madiun mengikuti retret di Akademi Militer (AKMIL) Magelang beberapa waktu lalu. Dalam apel ini turut dihadiri oleh Ketua Tim […]

    Bagikan
  • Pos 2 Damkar Madiun Perlu Pindah ke Lokasi Lebih Strategis

    Pos 2 Damkar Madiun Perlu Pindah ke Lokasi Lebih Strategis

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 346
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kabupaten Madiun mewacanakan pemindahan Pos 2 Damkar yang selama ini berada di lingkungan Pendopo Muda Graha. Lokasi baru yang dipertimbangkan berada di wilayah Desa Tiron atau Desa Nglames, Kecamatan Madiun. Namun demikian, rencana tersebut masih berada pada tahap awal dan belum menjadi kebijakan resmi pemerintah […]

    Bagikan
  • Kejari Ngawi Sita Mobil hingga Sertifikat Tanah Dalam Pusaran Dugaan Korupsi PT GFT Indonesia Investment

    Kejari Ngawi Sita Mobil hingga Sertifikat Tanah Dalam Pusaran Dugaan Korupsi PT GFT Indonesia Investment

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Kejaksaan Negeri (Kejari) Ngawi terus mendalami kasus dugaan korupsi dalam proses pembebasan lahan milik PT GFT Indonesia Investment. Dugaan korupsi ini mencakup gratifikasi dan manipulasi penerimaan pajak daerah terkait proyek pembangunan pabrik mainan oleh investor asal Tiongkok di atas lahan seluas 19 hektare. Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari […]

    Bagikan
  • Wali Kota Madiun Ajak Stakeholder Tangani Persoalan Sampah

    Wali Kota Madiun Ajak Stakeholder Tangani Persoalan Sampah

    • calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 298
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun mengadakan kegiatan “Coffee Morning” bersama Wali Kota Maidi, jajaran Forkopimda, DPRD, serta perwakilan dari rumah sakit, perbankan, media, dan pelaku usaha. Acara ini berlangsung pada Selasa (05/08/2025) di Kayana Ballroom, Votel Kartika Madiun. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Maidi menyinggung sejumlah isu krusial yang tengah dihadapi kota, […]

    Bagikan
  • 79 Siswa Jalani Observasi Usai Diduga Keracunan Menu MBG

    79 Siswa Jalani Observasi Usai Diduga Keracunan Menu MBG

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Puluhan siswa dari sejumlah sekolah di Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, sedang menjalani observasi medis di Puskesmas Gemarang pada Rabu (26/11/2025). Mereka mengalami gejala mual, muntah, hingga pusing setelah menyantap hidangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat jam istirahat. Data yang dihimpun menunjukkan sedikitnya 79 murid dirawat. Mereka berasal dari beberapa […]

    Bagikan
expand_less