Berita Terkini
Trending Tags

13 Ribu Pelajar Alami Gangguan Penglihatan, Pemkab Magetan Siapkan Komite Khusus dan Skema Bantuan Kacamata

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
  • visibility 132
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pemkab Magetan bahas penanganan gangguan mata pelajar. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Tingginya angka gangguan penglihatan pada pelajar di Kabupaten Magetan menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Dari hasil skrining kesehatan yang dilakukan sepanjang 2025, tercatat sekitar 13.000 pelajar dari total 57.000 siswa yang diperiksa mengalami penurunan ketajaman penglihatan (visus) dan membutuhkan koreksi menggunakan kacamata.

Temuan tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan menyiapkan pembentukan komite khusus yang bertugas mengoordinasikan upaya pencegahan, penanganan, hingga pendampingan bagi siswa yang mengalami gangguan kesehatan mata.

Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, mengatakan pembentukan komite masih dalam tahap perumusan. Nantinya, lembaga tersebut akan melibatkan berbagai unsur mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa agar penanganan gangguan penglihatan pada anak dapat dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.

Menurutnya, program deteksi dini sebenarnya telah berjalan melalui sekolah-sekolah, terutama di jenjang SD dan SMP. Bahkan, sejumlah siswa dilibatkan sebagai kader kesehatan untuk membantu melakukan pemeriksaan awal terhadap teman sebaya.

“Dari hasil pemeriksaan di sekolah, siswa yang terindikasi mengalami gangguan penglihatan kemudian dirujuk ke puskesmas atau rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ke depan diperlukan sistem koordinasi yang lebih kuat agar penanganannya tidak berhenti di tahap skrining saja,” ujarnya, Selasa (23/6/2026).

Data tingginya angka gangguan mata tersebut menjadi sinyal meningkatnya risiko kesehatan penglihatan pada anak usia sekolah. Kondisi ini diduga dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kebiasaan membaca dengan pencahayaan yang kurang baik hingga meningkatnya penggunaan perangkat elektronik dalam aktivitas belajar maupun hiburan.

Namun, tantangan terbesar yang dihadapi pemerintah tidak hanya sebatas menemukan kasus. Banyak siswa yang telah terdeteksi mengalami gangguan penglihatan belum mendapatkan penanganan optimal karena keterbatasan ekonomi keluarga.

Suyatni mengungkapkan, biaya pemeriksaan lanjutan, transportasi menuju fasilitas kesehatan, hingga pembelian kacamata masih menjadi kendala bagi sebagian masyarakat. Di sisi lain, bantuan pengadaan kacamata melalui BPJS Kesehatan memiliki batasan tertentu, sementara kondisi mata anak-anak dapat berubah dalam waktu relatif cepat sehingga memerlukan evaluasi berkala.

“Kami sedang merumuskan solusi agar anak-anak yang membutuhkan kacamata atau pemeriksaan lanjutan tidak terkendala biaya. Jangan sampai mereka sudah terdeteksi mengalami gangguan penglihatan tetapi tidak memperoleh penanganan karena faktor ekonomi,” katanya.

Sebagai bagian dari solusi, Pemkab Magetan berencana memanfaatkan fasilitas mobil siaga desa untuk membantu proses rujukan pasien dari wilayah pedesaan menuju fasilitas kesehatan. Selain itu, peran Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) juga akan diperkuat agar mampu menjadi garda terdepan dalam deteksi dan pemantauan kesehatan mata pelajar.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat gangguan penglihatan yang tidak segera ditangani dapat berdampak pada prestasi belajar, konsentrasi di kelas, hingga perkembangan sosial anak. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut berpotensi menurunkan kualitas sumber daya manusia apabila tidak mendapatkan perhatian yang memadai.

Pemkab Magetan menargetkan sistem pengendalian dan pencegahan gangguan mata dapat segera disusun dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai tenaga kesehatan, sekolah, pemerintah desa, hingga keluarga siswa.

“Idealnya perkembangan mata anak dipantau secara berkala karena ukuran kacamata bisa berubah setiap enam bulan. Harapan kami, sistem yang sedang disusun ini mampu menjadi solusi yang inklusif sehingga seluruh anak yang mengalami gangguan penglihatan dapat memperoleh layanan kesehatan yang layak,” pungkasnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tanamkan Kedisiplinan, Dindik Kota Madiun Jalani Retret Re-Kalibrasi di Yonif Para Raider 501

    Tanamkan Kedisiplinan, Dindik Kota Madiun Jalani Retret Re-Kalibrasi di Yonif Para Raider 501

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dinas Pendidikan Kota Madiun menyelenggarakan kegiatan Retret Re-Kalibrasi bagi pengawas, kepala sekolah, serta tenaga pendidik berstatus P3K jenjang TK, SD, dan SMP negeri. Program ini dilaksanakan di Batalyon Infanteri Para Raider 501/Bajra Yudha, Jumat (03/10/2025). Retret yang dibagi dalam dua gelombang tersebut dirancang untuk menyegarkan kembali semangat para peserta sekaligus […]

    Bagikan
  • Kebakaran Hanguskan Ruang Server CCTV Dishub Kota Madiun, Pemantauan Lalu Lintas Lumpuh

    Kebakaran Hanguskan Ruang Server CCTV Dishub Kota Madiun, Pemantauan Lalu Lintas Lumpuh

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 380
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Ruang server CCTV di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Madiun terbakar pada Sabtu (13/6/2026) malam. Kebakaran yang diduga dipicu korsleting listrik tersebut mengakibatkan sistem pemantauan kamera pengawas lalu lintas di sejumlah persimpangan jalan Kota Madiun tidak dapat berfungsi sementara waktu. Api diketahui membesar sekitar pukul 19.30 WIB dan pertama kali […]

    Bagikan
  • Ratusan Personel Gabungan Amankan Doa Bersama HUT ke-103 PSHT di Magetan

    Ratusan Personel Gabungan Amankan Doa Bersama HUT ke-103 PSHT di Magetan

    • calendar_month Minggu, 5 Okt 2025
    • account_circle Buyung Wahyu
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Ribuan warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dari berbagai wilayah di Kabupaten Magetan memadati GOR Ki Mageti, Sabtu (4/10/2025), dalam acara Doa Bersama dan Tasyakuran memperingati Hari Ulang Tahun ke-103 PSHT. Untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar, Polres Magetan menerjunkan ratusan personel gabungan dari berbagai unsur. Sebanyak 521 personel Polres […]

    Bagikan
  • Presiden ke-6 RI SBY Ajak Mahasiswa UNESA Jadi Generasi Solutif dan Beretika

    Presiden ke-6 RI SBY Ajak Mahasiswa UNESA Jadi Generasi Solutif dan Beretika

    • calendar_month Sabtu, 18 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kampus 5 Universitas Negeri Surabaya (UNESA) di Magetan mendapat kehormatan atas kehadiran Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang memberikan kuliah umum bertema “Menjadi Bagian dari Solusi dan Kemajuan Bangsa”, Sabtu (18/10/2025). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor UNESA, Nurhasan, jajaran pimpinan universitas, mahasiswa, serta sejumlah tamu undangan. Dalam pemaparannya, […]

    Bagikan
  • Sepotong Cerita di Balik OTT KPK yang Menjerat Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko

    Sepotong Cerita di Balik OTT KPK yang Menjerat Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Suasana di kompleks Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo mendadak berubah mencekam pada Jumat (7/11/2025) sore. Sejumlah saksi mata mengisahkan detik-detik kedatangan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko. Menurut penuturan seorang saksi yang enggan menyebutkan nama, hanya beberapa jam setelah Bupati Sugiri […]

    Bagikan
  • Jelang Idul Fitri, Pemkab Ponorogo Berikan Kado Spesial Untuk Atlet Berprestasi Popda 14

    Jelang Idul Fitri, Pemkab Ponorogo Berikan Kado Spesial Untuk Atlet Berprestasi Popda 14

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, puluhan atlet berprestasi yang berlaga dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Timur ke-14 menerima hadiah spesial dari Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Sebagai bentuk apresiasi, para atlet dan pelatih mendapatkan tunjangan hari raya (THR) berupa uang prestasi atas kerja keras mereka dalam mengharumkan nama daerah. Besaran […]

    Bagikan
expand_less