Berita Terkini
Trending Tags

Warga Sayutan Gandeng LBH, Perjuangan Tolak Tambang Galian C Kini Tempuh Jalur Hukum

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 56
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Perwakilan warga konsultasi ke LBH terkait polemik tambang. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Perjuangan warga Desa Sayutan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, untuk menghentikan aktivitas tambang galian C memasuki babak baru. Setelah melakukan aksi demonstrasi di DPRD Magetan hingga mengawal pemindahan alat berat dari lokasi tambang, kini warga memilih memperkuat langkah mereka melalui jalur hukum dengan menggandeng lembaga bantuan hukum (LBH).

Sejumlah perwakilan warga mendatangi kantor LBH No Viral No Justice yang dikoordinatori Ahmad Setiawan. Kedatangan mereka bertujuan meminta pendampingan hukum terkait polemik tambang yang hingga kini masih memicu pro dan kontra di tengah masyarakat.

Pertemuan tersebut merupakan langkah awal untuk memetakan persoalan hukum sekaligus menentukan strategi yang akan ditempuh ke depan.

“Hari ini kami menerima beberapa perwakilan warga yang terdampak aktivitas tambang. Mereka meminta pendampingan agar perjuangan yang dilakukan tetap berada dalam koridor hukum dan memiliki dasar yang kuat,” ujar Ahmad.

Meski demikian, Wiryo sapaan akrabnya menegaskan pihaknya belum dapat menentukan langkah hukum yang akan diambil karena masih mempelajari berbagai dokumen dan informasi terkait aktivitas tambang tersebut.

Menurutnya, penolakan warga tidak muncul tanpa alasan. Berdasarkan keterangan yang diterima tim hukum, masyarakat mengaku merasakan dampak dari aktivitas tambang yang pernah beroperasi di wilayah tersebut. Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran apabila tambang baru kembali beroperasi.

“Warga ingin menghentikan tambang yang sekarang karena mereka merasa dampak dari aktivitas tambang sebelumnya baru dirasakan dalam beberapa tahun terakhir. Kekhawatiran itu yang kemudian mendorong penolakan,” kata Wiryo.

Seperti diketahui, warga selama ini menyuarakan sejumlah kekhawatiran, mulai dari ancaman terhadap sumber mata air, potensi longsor yang dapat membahayakan makam leluhur dan permukiman warga, hingga kerusakan lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.

Wiryo menambahkan, masyarakat tetap menghormati proses verifikasi lapangan yang akan dilakukan tim terpadu bersama instansi terkait. Namun di saat yang sama, warga juga merasa perlu memperkuat posisi mereka melalui pendampingan hukum.

“Sebelumnya mereka sudah melakukan berbagai upaya, mulai dari menyampaikan aspirasi dalam RDP hingga aksi-aksi penolakan. Sekarang mereka meminta pendampingan hukum untuk menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan,” tegasnya.

Dengan menggandeng LBH, perjuangan warga Sayutan kini tidak hanya dilakukan melalui aksi massa dan forum hearing, tetapi juga mulai diarahkan ke jalur hukum. Langkah tersebut ditempuh sebagai upaya memperjuangkan tuntutan penghentian tambang yang dinilai berpotensi mengancam lingkungan dan sumber kehidupan masyarakat setempat. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Ngawi Bongkar Diduga Makam Palsu Wali Lima

    Warga Ngawi Bongkar Diduga Makam Palsu Wali Lima

    • calendar_month Selasa, 14 Jan 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Warga yang tergabung dalam Perjuangan Wali Songo Indonesia (PWI) Ngawi melakukan pembongkaran terhadap lima makam yang selama ini dikenal sebagai makam Wali Lima. Pembongkaran dilakukan karena makam tersebut dinilai tidak memiliki bukti sejarah yang jelas dan bisa menyesatkan banyak orang. Pembongkaran makam dengan pengawalan pihak kepolisian berlangsung di Desa Guyung, Kecamatan […]

    Bagikan
  • Mayat Perempuan Ditemukan Mengambang di Bengawan Solo

    Mayat Perempuan Ditemukan Mengambang di Bengawan Solo

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Warga Desa Watualang, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan yang mengapung di aliran Sungai Bengawan Solo, Minggu (15/2/2026) siang. Penemuan tersebut pertama kali dilihat oleh seorang warga yang sedang memancing di tepi sungai, sebelum akhirnya dilaporkan ke pihak berwenang. Rekaman video warga memperlihatkan tubuh perempuan itu dalam […]

    Bagikan
  • Ribuan ASN Ponorogo Berdesak-desakan Saat Halal Bihalal

    Ribuan ASN Ponorogo Berdesak-desakan Saat Halal Bihalal

    • calendar_month Selasa, 8 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, memadati halaman rumah dinas bupati untuk mengikuti acara halal bihalal yang digelar pada Selasa pagi (08/04/2025). Acara silaturahmi dengan Bupati Sugiri Sancoko dan jajaran pejabat Pemkab itu diwarnai insiden desak-desakan saat para ASN mencoba masuk ke lokasi. Massa ASN yang […]

    Bagikan
  • KPK Ungkap Aliran Dana Rp. 1,25 Miliar dalam Skandal Suap Menyeret Bupati Ponorogo

    KPK Ungkap Aliran Dana Rp. 1,25 Miliar dalam Skandal Suap Menyeret Bupati Ponorogo

    • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Sinergia | Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mengembangkan kasus suap atau gratifikasi yang menyeret Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko serta Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo, Agus Pramono. Dalam kasus ini, Bupati dan Sekda Ponorogo ditetapkan sebagai tersangka beserta dr. Yunus Mahatma Direktur RSUD dr. Harjono Ponorogo dan Sucipto,pihak swasta atau kontraktor. Bahkan, KPK turut menyita […]

    Bagikan
  • Lambat Serap Anggaran, Puluhan OPD di Magetan Kena Sanksi TPP Ditunda

    Lambat Serap Anggaran, Puluhan OPD di Magetan Kena Sanksi TPP Ditunda

    • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 81
    • 1Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan mulai menerapkan sanksi tegas terhadap puluhan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang kinerjanya dinilai belum optimal dalam merealisasikan anggaran belanja. Hingga pertengahan Juli 2025, rata-rata serapan anggaran baru menyentuh angka 40 persen, jauh di bawah ekspektasi. Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Magetan, Muchtar Wahid, mengungkapkan bahwa keterlambatan ini berimbas  […]

    Bagikan
  • Antisipasi Barang Terlarang, Lapas I Madiun Gelar Sidak Kamar Hunian Napi

    Antisipasi Barang Terlarang, Lapas I Madiun Gelar Sidak Kamar Hunian Napi

    • calendar_month Minggu, 4 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban, Lapas Kelas I Madiun melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) pada kamar hunian warga binaan, Jumat (02/05/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Lapas I Madiun dalam memberantas peredaran barang terlarang di dalam lapas. Sidak oleh petugas gabungan ini melakukan pemeriksaan secara menyeluruh di sejumlah […]

    Bagikan
expand_less