5 KA Daop 7 Madiun Terlambat Imbas Kecelakaan di Perlintasan JPL 105 KM 128+630
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 14 jam yang lalu
- visibility 76
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Nganjuk – Kecelakaan lalu lintas terjadi di perlintasan sebidang JPL 105 KM 128+630, tepatnya di antara Stasiun Saradan dan Stasiun Bogor di Kabupaten Nganjuk pada Rabu (25/2/2026) pukul 03.07 WIB. Insiden tersebut berdampak pada terganggunya sejumlah perjalanan kereta api di wilayah kerja PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun.
Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan bahwa pihaknya sangat menyayangkan terjadinya kecelakaan di perlintasan sebidang tersebut.
“Kami sangat menyayangkan terjadinya kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang yang berdampak pada terganggunya perjalanan kereta api. Perlintasan sebidang merupakan titik rawan yang membutuhkan kedisiplinan dan kewaspadaan seluruh pengguna jalan,” ujar Tohari.
Kecelakaan itu terjadi saat petugas JPL 105 tengah melakukan pelayanan penutupan pintu perlintasan untuk mengamankan perjalanan KA 246B Majapahit. Naas, sebuah dump truk yang telah berhenti di depan perlintasan kemudian tertabrak truk tronton yang datang dari arah belakang sehingga kedua kendaraan menghalangi jalur kereta api.
Kecelakaan tersebut juga menyebabkan fasilitas perlintasan berupa palang pintu mengalami kerusakan. Hingga saat ini petugas masih melakukan proses perbaikan agar peralatan keselamatan di perlintasan dapat kembali berfungsi normal.
“Jalur kereta api sempat terhalang sehingga KAI melakukan langkah darurat berupa penghentian sementara perjalanan KA Majapahit di Km 129+8 serta koordinasi dengan pihak terkait untuk percepatan penanganan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, dampak akibat kejadian tersebut terdapat lima perjalanan kereta api yang mengalami keterlambatan, yakni KA Majapahit, KA Malabar, KA Gajayana, KA Jayakarta, dan KA Mutiara Selatan.
Selain itu, Tohari menambahkan bahwa JPL 105 saat ini tengah dalam proses perbaikan palang pintu perlintasan akibat dampak kecelakaan yang terjadi pada pagi hari. “Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api sekaligus meminimalkan dampak gangguan operasional,” katanya.
KAI Daop 7 Madiun kembali mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati dan disiplin saat melintasi perlintasan sebidang. Pengendara diminta berhenti ketika sinyal peringatan berbunyi dan palang pintu mulai ditutup serta tidak memaksakan diri menerobos perlintasan.
“Utamakan perjalanan kereta api. Jangan menerobos perlintasan karena dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun perjalanan kereta api,” pungkas Tohari. (Tim).
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Buyung


