Berita Terkini
Trending Tags

Jelang Akhir Musim Giling, Gula Petani Masih Menumpuk di Gudang dan Belum Terbayar

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
  • visibility 213
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI), Soemitro Samadikoen saat berada di kantor Kementrian Perdagangan RI, Foto : Istimewa

Sinergia | Madiun – Menjelang musim giling tebu berakhir, ribuan ton gula milik petani masih menumpuk di gudang pabrik gula (PG) wilayah Madiun Raya, seperti di PG Purwodadi Magetan dan PG Pagotan. Kondisi ini membuat pembayaran hasil panen petani tertunda karena gula belum terserap pasar.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI), Soemitro Samadikoen, menyebut masalah tersebut menekan petani yang seharusnya sudah menerima pembayaran tebu. “Gula yang ada di gudang itu milik petani. Biarkan mereka menjual sendiri dengan cara melelang, mengundang pedagang, dan disaksikan pihak manajemen,” kata Soemitro kepada wartawan, Rabu (24/09/2025).

Soemitro menyarankan manajemen PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) meniru sistem PT Rajawali Nusantara Indonesia (ID Food), di mana gula hasil giling petani dilelang mandiri dengan pendampingan manajemen. Pola ini, menurutnya, bisa mempercepat distribusi dan menjaga harga di tingkat petani.

Image Not Found
Para pekerja tebang tebu terlihat bersemangat bekerja untuk mencari nafkah keluarga, Foto : Tim Liputan – Sinergia

Harga pokok penjualan (HPP) gula ditetapkan Rp14.500 per kilogram. Jika stok tak terserap pasar, Soemitro mendorong agar SGN membeli gula petani sesuai HPP. “Pasar gula sekarang rebutan. Konsumsi kita juga terinfeksi campuran gula rafinasi. Mekanisme pelelangan harus diubah agar petani tidak selalu menunggu uluran pabrik,” ujarnya.

Ia juga menyinggung rencana penggabungan PT SGN dengan ID Food yang memicu keresahan di kalangan petani. Menurut Soemitro, apakah dengan di gabungnya 2 BUMN ini akan menjadi lebih baik? Atau sebaliknya? Menurutnya biarkan dua BUMN berkompetisi yang sehat, saling berbenah ke arah yang lebih baik.

“Apapun skema yang dipilih, petani harus tetap diberi ruang menjual sendiri gulanya. Agar petani tidak kehilangan kendali,” kata dia.

Situasi gula menumpuk di gudang pabrik bukan sekadar problem teknis, tetapi menyangkut keberlangsungan ekonomi ribuan petani tebu di Madiun dan sekitarnya.

Tova Pradana – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana

Rekomendasi Untuk Anda

  • HUT ke-81 TNI, Warga Antusias Manfaatkan Pengobatan Gratis di Madiun

    HUT ke-81 TNI, Warga Antusias Manfaatkan Pengobatan Gratis di Madiun

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Ratusan masyarakat antusias memanfaatkan layanan Bakti Kesehatan (Baktikes) dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang diselenggarakan Korem 081/DSJ di Taman Bantaran, Kota Madiun, Minggu (20/9/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara serentak oleh satuan jajaran TNI di seluruh Indonesia tersebut tidak hanya menghadirkan pelayanan kesehatan gratis, tetapi […]

    Bagikan
  • Ini Wejangan Presiden RI ke-6, SBY Kepada Walikota-Wakil Walikota Madiun Terpilih

    Ini Wejangan Presiden RI ke-6, SBY Kepada Walikota-Wakil Walikota Madiun Terpilih

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan lawatan di Kota Madiun pada Senin (20/1/2025). Dalam kesempatan di Kota Pendekar, SBY singgah di kediaman Walikota Madiun terpilih, Maidi di Jalan Merpati Kelurahan Nambangan Lor Kecamatan Manguharjo. SBY turut disambut jajaran Forkopimda Kota Madiun serta para kader Partai Demokrat Kota Madiun. […]

    Bagikan
  • Panen Raya Bawang Merah, Pemkab Madiun Dorong Petani Kembangkan Komoditas Baru untuk Tekan Inflasi

    Panen Raya Bawang Merah, Pemkab Madiun Dorong Petani Kembangkan Komoditas Baru untuk Tekan Inflasi

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Bupati Madiun, Hari Wuryanto, memimpin panen raya bawang merah di lahan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Desa Kuwiran, Kamis (14/08/2025). Panen ini dilakukan sebagai langkah stimulan agar masyarakat memanfaatkan lahan pertanian untuk menanam bawang merah di tengah harga komoditas tersebut yang tengah tinggi di pasaran. Hari Wuryanto menegaskan pemerintah daerah mendorong […]

    Bagikan
  • Panen Tebu di Madiun, Ibas Dukung Petani Wujudkan Swasembada Gula 2026

    Panen Tebu di Madiun, Ibas Dukung Petani Wujudkan Swasembada Gula 2026

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), mendorong petani tebu di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, berkontribusi dalam mewujudkan target swasembada gula nasional pada 2026 sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Dorongan itu ia sampaikan saat menghadiri panen tebu rakyat di Desa Sambirejo, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Kamis (25/09/2025) sore. Panen […]

    Bagikan
  • PMII dan GMNI Tunda Audiensi dengan DPRD Kabupaten Madiun, Pertimbangkan Situasi Kondusif

    PMII dan GMNI Tunda Audiensi dengan DPRD Kabupaten Madiun, Pertimbangkan Situasi Kondusif

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Dua organisasi mahasiswa, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas PGRI Madiun (Unipma) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Madiun, menunda audiensi dengan DPRD Kabupaten Madiun yang semula dijadwalkan berlangsung pada Senin (1/9/2025). Keputusan ini disampaikan melalui rilis resmi kedua organisasi. Ketua GMNI Cabang Madiun, Nikolaus Leontin Ama Beta, […]

    Bagikan
  • Usai Dilantik 6 Februari, Mendagri Beri Lampu Hijau Merombak Pejabat Sesuai Chemistry

    Usai Dilantik 6 Februari, Mendagri Beri Lampu Hijau Merombak Pejabat Sesuai Chemistry

    • calendar_month Sabtu, 25 Jan 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Sinergia | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mempersilahkan kepala daerah terpilih hasil Pilkada Serentak 2024 untuk mengganti pejabat di lingkungan pemerin­tahan yang dipim­pinnya usai dilantik. Kepala Daerah yang akan dilantik pada 06 Februari mendatang, tidak harus menunggu lama atau enam (6) bulan setelah pelantikan apabila hendak merombak pejabat di organisasi perangkat daerah […]

    Bagikan
expand_less