Puluhan Siswa Sakit, Pihak SMKN 1 Sine Tunggu Pemeriksaan Lab dari Dinkes Ngawi
- account_circle Kusnanto
- calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
- visibility 28
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ngawi – Suasana upacara Hari Kesaktian Pancasila di SMKN 1 Sine, Kabupaten Ngawi, Rabu (01/10/2025), berubah panik ketika puluhan siswa tiba-tiba mengalami gejala sakit perut, pusing, hingga sesak napas. Sejumlah siswa harus mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas Sine, Puskesmas Ngrambe, dan RS Aisyiyah.
Kepala SMKN 1 Sine, Agus Setyabudi, menjelaskan bahwa awalnya hanya ada beberapa siswa yang mengeluh sakit, namun jumlahnya terus bertambah dalam waktu singkat.
“Setelah upacara selesai, siswa masuk ke kelas. Tidak lama kemudian ada yang izin ke belakang, lalu menyusul lainnya mengalami keluhan serupa. Ada yang jatuh, ada juga yang sesak napas, sehingga harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan. Hingga kini jumlah pastinya masih kami data,” terangnya.
Agus menegaskan pihak sekolah belum bisa memastikan penyebab kejadian tersebut. “Apakah karena makanan atau faktor lain, kami belum tahu. Dinas Kesehatan masih melakukan pemeriksaan laboratorium,” jelasnya.
Terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), Agus menyebut distribusi makanan pada hari kejadian tidak dibagikan karena siswa sudah dipulangkan. “Makanannya sebenarnya tetap datang, tetapi karena anak-anak dipulangkan maka tidak dibagikan dan rencananya dikembalikan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sekolah sudah menerima distribusi MBG sekitar delapan hari terakhir. Namun Agus tidak mengetahui secara rinci menu yang diberikan pada hari sebelumnya. “Untuk menu harian ada tim yang mengurus. Saya sendiri kemarin tidak masuk, jadi tidak tahu detailnya. Ada guru yang sempat mencicipi, tetapi sebagian makanan tidak dimakan,” katanya.
Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, memastikan pemerintah daerah memantau langsung kondisi para siswa. “Langkah pertama kami adalah memastikan seluruh pasien, terutama adik-adik yang mengalami keluhan, ditangani dengan baik. Saya sudah mengecek langsung, semuanya mendapat perawatan,” ungkapnya.
Antok, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa kejadian ini tidak hanya dialami satu sekolah. “Ternyata bukan hanya SMKN 1 Sine, ada beberapa sekolah lain di wilayah Sine yang juga melaporkan gejala serupa,” jelasnya.
Meski demikian, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal. Sebagian siswa hanya dipulangkan lebih awal karena kondisi kesehatan dan agenda ulangan harian. “Tidak ada penghentian sekolah. Hanya teknis di sekolah yang menyesuaikan, bukan keputusan pemerintah daerah,” tegasnya.
Antok menekankan, hingga kini belum ada kesimpulan resmi terkait penyebab gejala massal tersebut. Pemerintah daerah bersama tim medis masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
“Belum bisa disebut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Evaluasi dan uji sampel sedang dilakukan. Yang terpenting sekarang, keselamatan anak-anak dulu agar segera pulih,” pungkasnya.
Kusnanto – Sinergia
- Penulis: Kusnanto







