Kurangi Kantong Plastik, Yayasan Batu Hijau Gelar Lomba Melukis Tote Bag
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 50
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Kampanye pengurangan sampah plastik dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya melalui kegiatan kreatif yang melibatkan masyarakat secara langsung. Hal itulah yang dilakukan Yayasan Batu Hijau Ponorogo dengan menggelar lomba melukis tote bag di Pendopo Kabupaten Ponorogo, Sabtu siang.
Sebanyak 45 peserta dari berbagai kalangan, mulai pelajar hingga orang dewasa, mengikuti lomba tersebut dengan antusias. Mereka menuangkan kreativitas melalui beragam gambar bertema alam dan budaya di atas tote bag atau tas jinjing berbahan kain.
Berbeda dengan lomba melukis pada umumnya yang menggunakan media kanvas atau kertas, kali ini peserta ditantang melukis di atas tote bag. Selain menjadi media berkarya, tote bag yang telah dihias nantinya dapat digunakan kembali untuk berbagai kebutuhan sehari-hari, termasuk saat berbelanja.
Ketua Yayasan Batu Hijau, Eva Susanti, mengatakan penggunaan tote bag dipilih sebagai bagian dari kampanye mengurangi ketergantungan terhadap kantong plastik sekali pakai. Menurutnya, sampah plastik masih menjadi persoalan lingkungan karena membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak masyarakat membiasakan diri menggunakan tas yang dapat dipakai berulang kali. Kampanye pengurangan plastik sudah lama kami lakukan dan lomba ini menjadi salah satu bentuk kelanjutannya,” ujarnya.
Selain mengusung pesan lingkungan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi sekaligus wadah kreativitas bagi masyarakat. Beragam karya yang dihasilkan menampilkan keindahan alam, satwa, hingga budaya lokal Ponorogo yang dikemas secara menarik.
Salah satu peserta, Alesia Nihayatul, mengaku melukis di atas tote bag memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Permukaan kain yang mudah bergeser dan proses pewarnaan yang harus dilakukan berulang kali menjadi tantangan selama lomba berlangsung.
“Ini sangat bagus. Bisa untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dala mengurangi penggunaan kantong plastik. Jadi Tote bag hasil lomba ini dapat dimanfaatkan langsung dalam aktivitas sehari-hari,” jelasnya.
Melalui lomba ini, Yayasan Batu Hijau berharap semakin banyak masyarakat yang beralih menggunakan tas ramah lingkungan. Langkah sederhana tersebut diyakini dapat membantu mengurangi jumlah sampah plastik sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez





