Bimtek Event Nasional Dorong Penguatan Daya Saing Pariwisata Magetan
- account_circle Kusnanto
- calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
- visibility 25
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Upaya penguatan sektor pariwisata di Kabupaten Magetan kembali mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Hal ini terlihat dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyelenggaraan Event Nasional yang berlangsung di Hotel Bukit Bintang, Sabtu (15/11/2025). Kegiatan tersebut menghadirkan Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini Mochamad, yang sekaligus melakukan kunjungan kerja dan menjalin silaturahmi dengan pemangku kepentingan daerah.
Dalam sesi pemaparan, Novita menilai Bimtek ini menjadi ruang penting untuk memetakan potensi wisata Magetan secara lebih mendalam. Ia menyebut bahwa sejumlah daerah di Jawa Timur bagian barat-selatan memiliki karakter wisata yang saling melengkapi dan dapat dikembangkan melalui kolaborasi.
“Wilayah-wilayah seperti Magetan, Ponorogo, Trenggalek sampai Pacitan punya hubungan yang kuat dalam hal pariwisata. Pacitan dan Trenggalek unggul di wisata bahari, Ponorogo dengan kekayaan budayanya yang kini sudah diakui UNESCO, dan Trenggalek sedang mempersiapkan diri mengikuti pameran internasional di Korea pada 2026,” ungkapnya.
Novita menambahkan, Magetan memiliki kekayaan lokal yang perlu dipetakan secara lebih rinci. Ia berkomitmen menjalin komunikasi dengan legislatif dan eksekutif di tingkat kabupaten untuk menindaklanjuti sejumlah isu strategis.
“Koordinasi pusat, provinsi, dan kabupaten harus berjalan sejalan agar manfaat pembangunan dirasakan warga. Saya juga menerima beberapa aspirasi, termasuk persoalan lahan wisata yang dikelola Perhutani. Ini akan saya pelajari lebih jauh sebelum dibawa ke tingkat pusat,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Magetan, Joko Trihono, menilai hadirnya Novita memberi angin segar bagi upaya penyelesaian kendala pengelolaan destinasi wisata utama seperti Telaga Sarangan.
Joko menjelaskan bahwa sebagian kawasan Sarangan berada dalam kewenangan Perhutani serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, sehingga pemerintah daerah tidak dapat sepenuhnya melakukan pengembangan.
“Kami sudah mengajukan permohonan agar pengelolaan Telaga Sarangan dapat diberikan kepada Pemkab Magetan. Dengan kehadiran Bu Novita, kami berharap proses tersebut bisa mendapat dorongan lebih kuat dari pusat,” katanya.
Ia menegaskan, dukungan pemerintah pusat sangat diperlukan untuk mempercepat pengembangan potensi pariwisata Magetan yang besar namun terhambat oleh keterbatasan kewenangan lahan. (Nan/Krs)
- Penulis: Kusnanto

