Berita Terkini
Trending Tags

Pemkot Madiun Perkuat Langkah Percepatan Penanganan Stunting, Target Bebas Stunting 2027

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
  • visibility 110
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Rapat Koordinasi Pemkot Madiun perkuat Langkah Percepatan Penanganan Stunting. Foto: Surya Wibawa – Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun terus memperkuat langkah percepatan penanganan stunting melalui pemantauan rutin dan pendampingan lintas sektor. Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kota Madiun, dr. Denik Wuryani, menjelaskan bahwa pengukuran tinggi badan anak di posyandu menjadi indikator utama pemantauan setiap bulan.

“Stunting itu fokus utamanya tinggi badan yang tidak sesuai standar usia. Berat badan memang bukan indikator utama, tetapi jika rendah bisa mengarah pada stunting. Jadi semuanya tetap kami awasi,” ungkap Denik.

Dinkes meminta kader posyandu aktif menelusuri anak-anak yang absen saat penimbangan untuk memastikan kondisi mereka. Intervensi diberikan sesuai penyebab, mulai dari penanganan penyakit, pendampingan pola asuh, hingga edukasi pengolahan makanan bagi orang tua melalui tim pendamping keluarga.

Untuk itu penanganan stunting memerlukan kolaborasi banyak pihak. Jika penyebabnya terkait kondisi rumah, seperti lingkungan lembap atau tidak layak, Dinkes berkoordinasi dengan dinas terkait seperti Perkim. “Isu stunting tidak mungkin ditangani satu instansi. Harus ada kerja sama lintas sektor,” katanya.

Berdasarkan data Agustus 2025, terdapat 393 anak yang masuk kategori stunting. Saat ini pihaknya melakukan pembaruan data untuk November–Desember dengan pemetaan lebih rinci menurut usia, wilayah, dan tingkat risiko. “Yang akan kami tangani bukan hanya yang sudah stunting, tetapi juga anak yang menunjukkan masalah gizi,” tambahnya.

Ia juga menyebut mobilitas penduduk tinggi sebagai tantangan. Banyak warga ber-KTP Kota Madiun yang sering berpindah tempat tinggal. “Kadang saat sehat mereka tinggal di luar kota, tetapi ketika sakit atau mengalami stunting baru kembali,” ujarnya. Tantangan lain adalah pola asuh yang keliru dan masih adanya wilayah dengan sanitasi kurang baik. “Pola asuh ini yang paling sulit. Masih ada anggapan bahwa anak gemuk pasti sehat, padahal tidak selalu begitu,” jelasnya.

Untuk memastikan upaya berjalan maksimal, penguatan peran kader menjadi fokus selanjutnya. Mereka harus mampu mendampingi sejak masa pra-nikah, kehamilan, menyusui, hingga masa balita. “Pendampingan sudah berjalan, tapi harus lebih intensif. Kader harus membimbing ibu-ibu yang pola asuhnya belum tepat,” tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Madiun, Maidi, kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk menuntaskan stunting pada 2027. “Kalau bisa, Insyaallah 2027 bebas stunting. Tapi tentu harus sesuai indikator,” ujarnya.

Maidi memastikan seluruh anak yang teridentifikasi mengidap stunting akan mendapat perhatian penuh. Ia siap turun langsung ke lapangan untuk memastikan penanganan berjalan optimal. “Anak-anak yang stunting tahun ini akan kami tangani serius. Saya lihat sendiri apa kekurangannya,” tegasnya.

Ia juga menjanjikan penghargaan bagi kader jika target bebas stunting tercapai. “Saya beri waktu satu tahun. Kalau 2027 bisa bebas stunting, kader akan saya beri reward,” ujarnya.

Lebih jauh, penuntasan stunting masuk dalam target besar Pemkot Madiun. “Target 2027 itu zero sampah, zero stunting, pengangguran habis, dan kemiskinan tidak ada,” kata Maidi.

Ia menutup dengan penegasan bahwa pencapaian target bukan sekadar angka, tetapi bentuk tanggung jawab pemerintah. “Kalau ada laporan, berarti ada tugas yang harus diselesaikan. Karena itu 2027 harus bisa. Dalam setahun ini kita kejar,” pungkasnya. (Sur/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Semangat Kebangkitan Nasional, Korem 081/DSJ Bangkitkan Harapan Anak Panti di Pacitan

    Semangat Kebangkitan Nasional, Korem 081/DSJ Bangkitkan Harapan Anak Panti di Pacitan

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Hari Kebangkitan Nasional tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang semangat perjuangan bangsa, tetapi juga ajakan untuk terus berkarya dan memberikan sumbangsih nyata demi kemajuan negeri. Seperti yang dilakukan Korem 081/DSJ, semangat kebangkitan nasional diwujudkan melalui aksi sosial dalam merenovasi panti asuhan Citra Diri di Pacitan. Perjuangan ini bukan hanya sekadar tentang […]

    Bagikan
  • Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, 800 Petugas Siap Sisir Pelaku Usaha di Kabupaten Madiun

    Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, 800 Petugas Siap Sisir Pelaku Usaha di Kabupaten Madiun

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Sebanyak 800 petugas Sensus Ekonomi 2026 resmi diterjunkan untuk melakukan pendataan sektor usaha dan aktivitas ekonomi di seluruh wilayah Kabupaten Madiun. Pendataan yang digelar oleh Badan Pusat Statistik (BPS) tersebut berlangsung serentak mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Pelepasan petugas dilakukan langsung oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto dalam kegiatan Pencanangan […]

    Bagikan
  • Kepala Burung Merak Dipasang, Monumen Reog Sampung Masuki Tahap Akhir

    Kepala Burung Merak Dipasang, Monumen Reog Sampung Masuki Tahap Akhir

    • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Monumen Reog di Desa Sampung, Kecamatan Sampung, Ponorogo, mencapai tahap penting pembangunan dengan pemasangan kepala burung merak di puncak bangunan setinggi 126 meter, Senin (11/08/2025) sore. Pemasangan ini menandai selesainya konstruksi utama monumen yang menelan anggaran lebih dari Rp100 miliar. Soft launching tersebut dihadiri Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, yang […]

    Bagikan
  • Pengusaha Asal Mategal Viral Usai Perbaiki Jalan Desa dengan Dana Pribadi Play Button photo_camera 3

    Pengusaha Asal Mategal Viral Usai Perbaiki Jalan Desa dengan Dana Pribadi

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 311
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Aksi kepedulian seorang pengusaha lokal di Desa Mategal, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, menjadi sorotan warganet. Hal itu setelah sebuah video pendek memperlihatkan proses perbaikan jalan desa yang rusak bertahun-tahun. Dalam rekaman berdurasi kurang dari satu menit itu, perekam video memuji sosok pengusaha yang dinilai tetap peduli pada kampung halamannya meski telah […]

    Bagikan
  • Upacara Hari Santri di Pesantren, PCNU Magetan Serukan Solidaritas dan Persatuan

    Upacara Hari Santri di Pesantren, PCNU Magetan Serukan Solidaritas dan Persatuan

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Dalam rangka Hari Santri Nasional yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Magetan menggelar upacara di Pondok Pesantren Raudlatul Huda. Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus NU, santri, serta berbagai elemen masyarakat pada Selasa (22/10/2025). Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Magetan, Susanto Khairul Fatwa, menyampaikan bahwa tahun […]

    Bagikan
  • Petugas Gabungan OTT ODGJ yang Resahkan Warga

    Petugas Gabungan OTT ODGJ yang Resahkan Warga

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Petugas gabungan dari Dinas Sosial, TNI, Polri, dan pemadam kebakaran (Damkar) terpaksa berjibaku mengevakuasi seorang pria dengan gangguan jiwa di Desa Sidorejo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jumat (26/09/2025). Pria bernama Heri Dwi Setyawan (45) itu ditangkap setelah dilaporkan kerap membuat resah warga sekitar. Ia disebut beberapa kali melakukan penganiayaan terhadap tetangga […]

    Bagikan
expand_less