Rabu, 21 Okt 2026
Trending Tags

Imbas Program Makan Bergizi Gratis, Petani Sayur Magetan Ketiban Untung

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
  • visibility 269
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kebutuhan pasokan sayur Program Makan Bergizi Gratis meningkat membawa dampak positif bagi petani di Ds. Pacalan, Kec. Plaosan,Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah membawa dampak positif yang sangat terasa bagi petani di Desa Pacalan, Kecamatan Plaosan. Kebutuhan pasokan sayur untuk memenuhi program tersebut membuat harga sejumlah komoditas pertanian naik signifikan, bahkan mencapai hampir dua kali lipat.

Ketua Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Pacalan, Puriyanto, mengungkapkan bahwa MBG memberi efek ekonomi yang luar biasa bagi masyarakat, terutama para petani sayur. “Dampaknya luar biasa. Dengan adanya MBG, kebutuhan sayur meningkat dan harga panen petani bisa naik hampir 80 persen,” ujarnya Sabtu (22/11/2025).

Saat ini Kopdes Merah Putih Pacalan telah menjadi salah satu pemasok tetap program MBG, dengan dua titik dapur besar tujuan pengiriman. “Kami sudah memasok dua dapur, di Ngawi dan Surabaya. Pengirimannya seminggu dua kali, karena kalau setiap hari kami justru rugi di biaya transport,” jelas Puriyanto.

Program MBG membuat permintaan terhadap beberapa jenis sayuran melonjak drastis. Dua komoditas yang mengalami kenaikan harga paling tajam adalah wortel dan buncis. Kedua sayur tersebut menjadi bahan utama menu harian dapur MBG. “Wortel itu setiap hari dibutuhkan, jadi harganya langsung meroket,” kata Puriyanto.

Harga wortel yang sebelumnya hanya Rp8.000 kini menembus Rp15.000 per kilogram. Sementara buncis yang semula Rp6.000 kini berada di kisaran Rp14.000–Rp15.000 per kilogram. Komoditas lain seperti timun dan sawi putih juga ikut terdongkrak harganya, meski tidak setinggi wortel dan buncis. Adapun kubis menjadi salah satu jenis sayur yang tidak ikut merasakan lonjakan permintaan karena tidak banyak digunakan dalam menu MBG.

“Harga kubis ya rendah, sekitar dua ribu sampai dua ribu lima ratus per kilo,” jelasnya.

Manfaat terbesar dari lonjakan harga ini dirasakan langsung oleh petani yang kini mendapatkan keuntungan lebih baik dari hasil panennya. “Alhamdulillah petani bisa menikmati harga sekarang. Mereka senang dengan adanya MBG,” tutur Puriyanto.

Ia berharap program MBG dapat terus berlanjut dan memberi ruang yang lebih besar bagi petani lokal untuk terlibat dalam pasokan kebutuhan bahan pangan. “Harapannya ke depan MBG tetap berlanjut dan semakin melibatkan petani,” pungkasnya.

Program Makan Bergizi Gratis terbukti tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi pelajar sekolah, tetapi juga memberikan dorongan besar bagi sektor pertanian desa. Dengan harga yang meningkat dan permintaan yang konsisten, petani Pacalan kini menikmati hasil kerja yang lebih sepadan.(Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Suspek Campak di Magetan Capai 10 Orang, Dinkes Perketat Pemantauan

    Kasus Suspek Campak di Magetan Capai 10 Orang, Dinkes Perketat Pemantauan

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan meningkatkan kewaspadaan setelah mendapati 10 warga berstatus suspek campak di awal tahun 2026. Mereka tersebar di delapan kecamatan dan kini berada dalam pemantauan intensif fasilitas kesehatan setempat. Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Magetan, Suwantyo, menyebut temuan tersebut tercatat hingga pekan ke-9 tahun ini. Ia menegaskan […]

    Bagikan
  • Penuh Luka Lebam, Visum Ungkap Dugaan Kekerasan pada Jenazah Warga Sukorejo Play Button

    Penuh Luka Lebam, Visum Ungkap Dugaan Kekerasan pada Jenazah Warga Sukorejo

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Hasil visum dan autopsi terhadap jenazah Nur Aini (55), warga Desa Golan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mengungkap adanya sejumlah luka lebam di beberapa bagian tubuh korban. Luka tersebut diduga akibat kekerasan benda tumpul. Visum dan autopsi dilakukan oleh tim medis forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara Kediri Polda Jawa Timur […]

    Bagikan
  • Menikmati Kelezatan Nila Jumbo Asam Manis di Pinggir Telaga Ponorogo

    Menikmati Kelezatan Nila Jumbo Asam Manis di Pinggir Telaga Ponorogo

    • calendar_month Jumat, 11 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Telaga Ngebel Ponorogo tidak hanya menyuguhkan keindahan alam yang sejuk nan asri. Namun, aneka kuliner yang menggoda yang khas di Telaga Ngebel patut disantap. Apalagi kalau bukan olahan ikan Nila. Lokasinya berada di tepi telaga, rumah makan bernama Pos Ketan. Kenapa ikan nila, hal ini lantaran di area Telaga Ngebel banyak […]

    Bagikan
  • Begini Kondisi Bengkel Yang Tertabrak Mobil Penyanyi Cantika Davinca

    Begini Kondisi Bengkel Yang Tertabrak Mobil Penyanyi Cantika Davinca

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Dampak kecelakaan maut yang melibatkan mobil penyanyi dangdut Imelda Naisya Ayudya Cantika alias Cantika Davinca masih terasa hingga Sabtu (04/10/2025). Tidak hanya menewaskan dua pelajar SMP, insiden di Desa Tulung, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan itu juga menyebabkan kerusakan parah pada bengkel warga di tepi jalan. Bengkel milik Eko Susanto (48) menjadi […]

    Bagikan
  • Tertimpa Longsoran Batu Raksasa, Rumah dan Kios Milik Narto Hancur

    Tertimpa Longsoran Batu Raksasa, Rumah dan Kios Milik Narto Hancur

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Sebuah batu raksasa dengan diameter sekitar 4 meter jatuh akibat longsor dan menghancurkan rumah milik Narto warga di Desa Ngilo Ilo, Kecamatan Slahung, Ponorogo, Jawa Timur pada Sabtu (22/2/2025) sore. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Rumah dan kios milik Narto (50) […]

    Bagikan
  • 1.818 Honorer Ponorogo Resmi Kantongi SK PPPK Paruh Waktu

    1.818 Honorer Ponorogo Resmi Kantongi SK PPPK Paruh Waktu

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 256
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kabar baik datang bagi ribuan tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Sebanyak 1.818 honorer kini resmi menyandang status Aparatur Sipil Negara (ASN) setelah menerima Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu pada awal tahun 2026. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, menegaskan bahwa penyerahan SK tersebut […]

    Bagikan
expand_less