Berita Terkini
Trending Tags

Gerakan Pangan Murah Digelar di 9 Kelurahan Kota Madiun, Warga Antusias Berburu Sembako Murah

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
  • visibility 193
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
DKPP Kota Madiun gelar Gerakan Pangan Murah 2026. (10/6/2026), Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga memanfaatkan kegiatan tersebut untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan di pasaran. Seperti yang terpantau di Lapangan Kelurahan Mojorejo Kecamatan Taman pada Rabu (10/6/2026).

Sriyani, warga Kelurahan Mojorejo, mengaku rutin berbelanja saat GPM digelar di wilayahnya. Menurutnya, harga sejumlah komoditas yang dijual lebih murah dibandingkan toko modern maupun pasar.

“Ya murah. Senang karena lebih murah dibandingkan di toko-toko modern. Kalau bisa ya diadakan lagi. Biasanya saya selalu beli kalau ada kegiatan seperti ini,” ujarnya.

Pemerintah Kota Madiun menggelar Gerakan Pangan Murah dalam rangka Hari Jadi Kota Madiun ke-108 Tahun 2026. Kegiatan berlangsung selama sembilan hari di sembilan lokasi yang tersebar di tiga kecamatan.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKPP Kota Madiun, Sumini, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus mendekatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

“Untuk stabilisasi pasokan serta harga pangan, kami mengadakan Gerakan Pangan Murah selama sembilan hari di sembilan lokasi. Kami bekerja sama dengan Koperasi Kelurahan Merah Putih dan juga ritel Samudra untuk menyediakan bahan pangan murah bagi masyarakat,” katanya.

Dalam GPM tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai komoditas pangan dengan harga di bawah pasaran. Di antaranya gula pasir Rp17.500 per kilogram, minyak goreng Rp21.500 per liter hingga telur ayam Rp25.000 per pack. Selain itu juga menyediakan bawang merah Rp9.000 per paket, beras SPHP Rp57.000 per 5 kilogram, MinyaKita Rp31.000 per 2 liter, serta beras premium Rp74.500 per 5 kilogram.

Menurut Sumini, program tersebut digelar sebagai upaya menjaga keterjangkauan harga pangan di tengah fluktuasi harga sejumlah komoditas, seperti minyak goreng, beras, dan bawang merah.

“Kami ingin menyediakan pangan yang terjangkau, baik dari sisi harga maupun lokasi. Masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke pasar karena layanan ini kami dekatkan ke lingkungan kelurahan,” ujarnya.

Meski tidak memberikan subsidi harga, DKPP memastikan seluruh komoditas yang dijual berada di bawah harga pasar. Sumini menegaskan Gerakan Pangan Murah terbuka untuk seluruh masyarakat tanpa persyaratan khusus. Pembeli tidak diwajibkan menunjukkan KTP karena kegiatan tersebut bukan program subsidi pemerintah.

“Siapa saja boleh membeli. Tidak ada syarat KTP, hanya pembelian kami batasi agar lebih banyak masyarakat yang bisa mendapatkan manfaat,” jelasnya.

Ia menambahkan, meskipun dampaknya terhadap pengendalian inflasi tidak bersifat langsung, keberadaan GPM dapat membantu meningkatkan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.

“Harapannya masyarakat bisa memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang lebih murah dan lokasi yang lebih dekat. Karena bahan pangan yang kami sediakan diperoleh langsung dari distributor maupun mitra seperti Bulog dan petani, sehingga harganya lebih terjangkau,” pungkasnya. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Magetan Siapkan Langkah Cepat Atasi Banjir, Normalisasi Saluran Hingga Sudetan Air Jadi Prioritas

    Pemkab Magetan Siapkan Langkah Cepat Atasi Banjir, Normalisasi Saluran Hingga Sudetan Air Jadi Prioritas

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bergerak cepat menangani persoalan banjir yang kembali melanda sejumlah wilayah. Berbagai langkah strategis mulai dari jangka pendek hingga jangka panjang telah disiapkan untuk mengurangi risiko banjir berulang. Kepala Dinas PUPR Magetan, Muhtar Wakid, mengungkapkan bahwa pihaknya bersama Bupati telah meninjau […]

    Bagikan
  • HLM TPID Kota Madiun 2026, Ancaman Cuaca dan Geopolitik Jadi Fokus Pengendalian Inflasi Pangan

    HLM TPID Kota Madiun 2026, Ancaman Cuaca dan Geopolitik Jadi Fokus Pengendalian Inflasi Pangan

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 315
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun memperkuat langkah pengendalian inflasi melalui High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), Rabu (29/4/2026). Forum strategis ini menyoroti potensi tekanan inflasi, khususnya dari sektor pangan akibat faktor cuaca dan dinamika global. Kegiatan yang digelar di Kota Madiun […]

    Bagikan
  • “Sarapan Pecel” Resmi Diluncurkan, Layanan Adminduk Madiun Kian Cepat, Gratis, dan Dekat

    “Sarapan Pecel” Resmi Diluncurkan, Layanan Adminduk Madiun Kian Cepat, Gratis, dan Dekat

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 358
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun meluncurkan inovasi layanan publik bertajuk “Sarapan Pecel” yang langsung menyita perhatian masyarakat. Program ini resmi diperkenalkan oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto di Pendopo Muda Graha, Senin (27/4/2026), dengan tujuan memangkas birokrasi dan mendekatkan layanan administrasi kependudukan hingga ke tingkat desa. Turut hadir Wakil Bupati Madiun, PLT Sekda sekaligus […]

    Bagikan
  • Panen Raya di Ngawi, Gubernur Khofifah Klaim Jawa Timur Menuju Kedaulatan Pangan

    Panen Raya di Ngawi, Gubernur Khofifah Klaim Jawa Timur Menuju Kedaulatan Pangan

    • calendar_month Senin, 7 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Jawa Timur merupakan lumbung pangan nasional dalam beberapa tahun terakhir. Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, produksi padi pada 2024 sebanyak 9,27 juta ton GKG (Gabah Kering Giling-red) dan produksi beras pada 2024 untuk konsumsi pangan penduduk mencapai 5,35 juta ton. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengklaim […]

    Bagikan
  • Jembatan Ponorogo–Trenggalek Putus, Warga Bertaruh Nyawa di Atas Kereta Gantung Darurat photo_camera 3

    Jembatan Ponorogo–Trenggalek Putus, Warga Bertaruh Nyawa di Atas Kereta Gantung Darurat

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 635
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Deru arus Sungai Jabak yang mengganas usai hujan lebat pada awal Januari 2026 menjadi saksi runtuhnya harapan warga Dusun Purworejo, Desa Gedangan, Kecamatan Ngrayun, Ponorogo. Jembatan penghubung utama antara Ponorogo dan Trenggalek yang selama puluhan tahun menjadi urat nadi kehidupan masyarakat, ambruk diterjang banjir pada 2 Januari 2026 lalu. Jembatan sepanjang […]

    Bagikan
  • Dua Rumah dan Kandang Kambing di Ngawi Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp. 500 Juta

    Dua Rumah dan Kandang Kambing di Ngawi Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp. 500 Juta

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kebakaran hebat melanda Dusun Bulak Pepe, Desa Banyu Biru, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi pada Kamis (28/8/2025) dini hari. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 00.10 WIB itu menghanguskan dua rumah dan satu kandang kambing milik warga setempat. Sejumlah warga yang terbangun akibat suara gaduh mendapati api sudah berkobar dari arah kandang kambing. […]

    Bagikan
expand_less