Berita Terkini
Trending Tags

Anak SMP Dianiaya Karena Diduga Curi Velg Truk, Aktivis Desak Penegakan Hukum

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 1 Des 2025
  • visibility 90
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Anak SMP Dianiaya Karena Diduga Curi Velg Truk, Foto : Istimewa

Sinergia | Magetan – Kasus penganiayaan terhadap seorang pelajar SMP di Kelurahan Lembeyan Kulon, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan menyita perhatian publik. Setelah rekaman video kekerasan itu beredar luas, sejumlah aktivis menyatakan siap memberikan pendampingan hukum kepada korban yang menjalani perawatan di rumah sakit.

Insiden terjadi pada Kamis malam (27/11/2025) sekitar pukul 22.00 WIB. Tiga remaja yang diduga masih berstatus pelajar SMP dipergoki warga saat hendak mengambil besi velg truk di sebuah bengkel. Dua remaja berhasil melarikan diri, sementara seorang anak BA, 14 tahun, tertangkap dan menjadi korban tindakan main hakim sendiri.

Dalam video amatir yang beredar, korban dipukul menggunakan besi dan selang, ditendang, diinjak kepalanya, hingga diikat menggunakan tali tambang. Tidak ada warga sekitar yang tampak mencoba menghentikan aksi kekerasan tersebut.

“Anak itu sudah meminta ampun, tetapi pukulan terus diberikan. Masyarakat seharusnya melerai, bukan membiarkan. Dugaan pencurian bisa diproses, tetapi begitu pula penganiayaannya,” ujar Aktivis Republik Damai Indonesia, Norman Susanto, Senin (01/12/2025).

Norman menambahkan, tindakan mengikat dan terus memukul korban setelah ia tidak berdaya menunjukkan bahwa kekerasan yang dilakukan warga sudah melampaui batas. “Anak seperti ini seharusnya dibina. Bila memang bersalah, ada jalur hukum dan pembinaan, bukan perlakuan kasar,” tegasnya.

Ia memastikan aktivis siap mendampingi korban, terutama karena peristiwa tersebut berpotensi menimbulkan trauma jangka panjang. Korban sempat dirujuk ke Rumah Sakit Umum dan Anak (RSUA) Aisyiyah Ponorogo.

Kabag Humas RSUA, Muh. Arbain, melalui sambungan telepon menjelaskan bahwa BA mengalami sejumlah luka memar pada bagian muka dan lengan atas, meski tidak ditemukan tanda-tanda tulang retak. “Anaknya mengalami lebam di beberapa bagian tubuh. Setelah dilakukan pemeriksaan, hari ini sudah kami perbolehkan pulang,” jelasnya.

Kini, kepolisian tengah menunggu hasil lengkap pemeriksaan medis sebagai dasar proses hukum. Polisi juga menelusuri dugaan tindak pidana ganda dalam peristiwa tersebut, yakni pencurian velg truk dengan nilai sekitar Rp. 120 ribu dan penganiayaan terhadap anak di bawah umur, yang diduga dilakukan pemilik bengkel. Proses penyelidikan terus berlangsung, dan publik kini menantikan langkah tegas aparat untuk menangani dua unsur pidana sekaligus dalam insiden tersebut.(Nan/Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Ponorogo, Sekda Dan Dirut RSUD dr. Harjono Dibawa Ke Gedung KPK

    Bupati Ponorogo, Sekda Dan Dirut RSUD dr. Harjono Dibawa Ke Gedung KPK

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Gelombang pemeriksaan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Ponorogo berujung terseretnya sejumlah pejabat Pemkab Ponorogo. Bahkan, Sabtu (08/11/2025) dini hari, 5 mobil yang diduga tim KPK dan pejabat Pemkab Ponorogo berangkat menuju ke Bandara Adi Soemarmo untuk menuju ke Jakarta. Tak hanya Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, KPK juga membawa Sekretaris […]

    Bagikan
  • Pemasungan ODGJ Masih Terjadi, Dinkes Magetan Lakukan Pendekatan Keluarga

    Pemasungan ODGJ Masih Terjadi, Dinkes Magetan Lakukan Pendekatan Keluarga

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Praktik pemasungan terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) masih terjadi di Kabupaten Magetan. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mencatat, hingga Juli 2025 terdapat sepuluh ODGJ yang dipasung oleh keluarganya karena dianggap membahayakan lingkungan sekitar. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Magetan, Suwantiyo, menjelaskan sepuluh ODGJ tersebut berada di enam kecamatan, […]

    Bagikan
  • Warga Sayutan Datangi DPRD Magetan, Tolak Jalan Kampung Jadi Akses Tambang

    Warga Sayutan Datangi DPRD Magetan, Tolak Jalan Kampung Jadi Akses Tambang

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Gelombang penolakan terhadap aktivitas tambang di Desa Sayutan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, masih terus berlanjut. Warga yang merasa terdampak mengaku kecewa lantaran hingga kini belum ada anggota DPRD Magetan yang datang menemui ataupun mendengar langsung keluhan masyarakat di lapangan. Sebagai bentuk protes sekaligus mencari perhatian pemerintah, dua warga terdampak, Dakun (60) […]

    Bagikan
  • Sapi Sultan Ponorogo Jadi Rebutan! Harganya Tembus Ratusan Juta

    Sapi Sultan Ponorogo Jadi Rebutan! Harganya Tembus Ratusan Juta

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Menjelang Hari Raya Idul Adha, sejumlah pedagang hewan kurban mulai bermunculan dengan berbagai strategi menarik perhatian calon pembeli. Salah satunya dilakukan Danang Saputro, peternak sapi kurban asal Desa Wagirkidul, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, yang menyediakan hewan kurban kelas premium atau “sapi sultan”. Tak hanya menyediakan sapi berukuran besar, Danang […]

    Bagikan
  • Cerita Penjual Kopi Di Ponorogo Berhasil Naik Haji Dari Hasil Menabung

    Cerita Penjual Kopi Di Ponorogo Berhasil Naik Haji Dari Hasil Menabung

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 254
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kisah inspiratif datang dari seorang penjual kopi di Ponorogo, Jawa Timur. Berbekal tekad dan konsistensi menabung selama bertahun-tahun, Wahyudi Gecol (61) akhirnya berhasil mewujudkan impiannya menunaikan ibadah haji bersama sang istri tahun ini. Wahyudi, warga Jalan Menur, Kelurahan Ronowijayan, Kecamatan Siman, telah menekuni usaha berjualan kopi sejak 2004. Dari usaha sederhana […]

    Bagikan
  • BMKG Prediksi Kemarau 2026 di Madiun Raya Lebih Panjang, Warga Diminta Hemat Air

    BMKG Prediksi Kemarau 2026 di Madiun Raya Lebih Panjang, Warga Diminta Hemat Air

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 di wilayah Madiun Raya akan berlangsung lebih panjang dan lebih kering dibandingkan kondisi normal. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh penguatan monsun Australia yang membawa massa udara kering serta potensi kemunculan fenomena El Niño pada semester kedua tahun ini. Pengamat Meteorologi dan Geofisika […]

    Bagikan
expand_less