Berita Terkini
Trending Tags

DPRD Ponorogo Siapkan Enam Propemperda 2026, Dua Diantaranya Inisiatif Dewan

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Senin, 8 Des 2025
  • visibility 164
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Gedung DPRD Kabupaten Ponorogo, Foto : Ega Patria – Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Sebagai lembaga legislasi, DPRD Ponorogo berupaya memastikan proses pembentukan Peraturan Daerah (Perda) berjalan terarah dan berkualitas. Menyongsong tahun 2026, para wakil rakyat telah menyiapkan enam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) untuk dibahas bersama Eksekutif. Dari jumlah tersebut, dua di antaranya merupakan Rancangan Perda (Raperda) inisiatif DPRD Ponorogo.

Ketua DPRD Ponorogo, Dwi Agus Prayitno, mengungkapkan bahwa penyusunan propemperda dilakukan sebelum penetapan APBD 2026. Dari enam agenda pembentukan Perda, empat merupakan regulasi tahunan yang wajib dirampungkan. Keempatnya meliputi Raperda APBD 2027, Laporan Pertanggungjawaban Bupati tahun 2025, perubahan APBD 2026, serta Perda tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) yang rencananya direvisi oleh Pemkab Ponorogo.

“Dua lainnya merupakan Perda inisiatif hasil kajian DPRD yang diserap dari aspirasi masyarakat dan dibahas di masing-masing komisi,” jelasnya.

Dua Raperda inisiatif tersebut tentang pelayanan bidang pangan, pertanian, dan perikanan yang menjadi pembahasan Komisi B serta tentang penyelenggaraan pendidikan bagi peserta didik penyandang disabilitas yang dibahas oleh Komisi D. Dwi berharap tiap tahun setidaknya dua komisi dapat melahirkan regulasi baru yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

“Kami tidak mengejar kuantitas Raperda inisiatif, tetapi kualitas dan sejauh mana aturan ini mampu memberi dampak positif bagi masyarakat,” tegas politisi yang akrab disapa Kang Wi tersebut.

Ia menambahkan, Raperda inisiatif harus memiliki implikasi langsung terhadap kebutuhan daerah. Sebagai contoh, aturan tentang pangan diharapkan mampu menyambung prioritas program ketahanan pangan yang saat ini tengah menjadi fokus pemerintah pusat. “Pemerintah pusat sedang konsen pada isu ketahanan pangan, dan tentu kami di daerah ikut mendorongnya melalui regulasi yang relevan,” pungkasnya. (Ega/Krs)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • Arus Mudik Lebaran 2026, Lonjakan Signifikan Penumpang dan Armada Bus di Terminal Purboyo Madiun

    Arus Mudik Lebaran 2026, Lonjakan Signifikan Penumpang dan Armada Bus di Terminal Purboyo Madiun

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Arus mudik Lebaran 2026 mulai menunjukkan peningkatan signifikan di Terminal Tipe A Purboyo, Kota Madiun. Berdasarkan data yang dihimpun sejak 13 – 18 Maret 2026, tercatat sebanyak 5.002 armada bus baik angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP) dan antarkota dalam provinsi (AKDP) yang memasuki terminal tersebut. Jumlah kedatangan penumpang angkutan AKAP dan […]

    Bagikan
  • KAI Daop 7 Madiun Tutup Akses Jalan di Stasiun Tulungagung untuk Tingkatkan Keselamatan KA

    KAI Daop 7 Madiun Tutup Akses Jalan di Stasiun Tulungagung untuk Tingkatkan Keselamatan KA

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Sinergia | Tulungagung – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun melakukan sterilisasi jalur dengan menutup akses jalan di emplasemen Stasiun Tulungagung, Kamis (9/4/2026). Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan masyarakat di sekitar rel. Penutupan dilakukan di KM 156+5/6 pada petak jalan antara Stasiun Tulungagung (TA) dan Stasiun Sumbergempol […]

    Bagikan
  • Diduga Rem Blong, Truk Bermuatan Hebel Tabrak Gapura di Parang Magetan

    Diduga Rem Blong, Truk Bermuatan Hebel Tabrak Gapura di Parang Magetan

    • calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sebuah truk bermuatan hebel mengalami kecelakaan tunggal di Jalan umum Sayutan–Sampung, tepatnya Desa Sayutan RT 18 RW 06, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Kamis (10/4/2025) pukul 09.30 WIB. Sebuah truk Mitsubishi bernomor polisi S 8693 UC menabrak gapura di sisi timur jalan. Diduga kecelakaan itu akibat mengalami gangguan pada sistem pengereman. Kanit […]

    Bagikan
  • Temuan Mayat Dalam Koper, Polres Ngawi Amankan Berbagai Barang dan Aksesoris

    Temuan Mayat Dalam Koper, Polres Ngawi Amankan Berbagai Barang dan Aksesoris

    • calendar_month Jumat, 24 Jan 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Jajaran Polres Ngawi harus kerja keras dalam mengungkap kasus temuan mayat perempuan dalam koper di Desa Dadapan Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi pada Kamis (23/2/2025) kemarin. Sejumlah barang dan aksesoris mewah diamankan Polres Ngawi, pasca otopsi mayat dalam koper di RSUD Dr Soeroto. Aksesori atau pakaian yang ditemukan di dalam koper […]

    Bagikan
  • DPRD Kabupaten Madiun Panggil Pihak Terkait Soal Dugaan Penahanan Ijazah Karyawan

    DPRD Kabupaten Madiun Panggil Pihak Terkait Soal Dugaan Penahanan Ijazah Karyawan

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 303
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Komisi D DPRD Kabupaten Madiun menjadwalkan pemanggilan terhadap sejumlah pihak guna mengklarifikasi dugaan penahanan ijazah oleh perusahaan produsen plastik CV Sukses Jaya Abadi yang berada di Desa Wonoasri Kecamatan Wonoasri Kabupaten Madiun terhadap karyawannya. Langkah ini diambil untuk memahami duduk perkara terkait komitmen kontrak kerja yang dikeluhkan oleh pekerja. Ketua Komisi […]

    Bagikan
  • Petani Magetan Keluhkan Pupuk Subsidi Masih Mahal, Diduga Ada “Kreasi Harga” di Kelompok Tani

    Petani Magetan Keluhkan Pupuk Subsidi Masih Mahal, Diduga Ada “Kreasi Harga” di Kelompok Tani

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kebijakan pemerintah yang menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sejak 22 Oktober 2025 seharusnya menjadi angin segar bagi para petani. Namun di lapangan, realitas justru berbanding terbalik. Di sejumlah wilayah Kabupaten Magetan, harga pupuk masih melambung. Petani pun mengeluh belum dapat merasakan manfaat dari kebijakan tersebut. Alih-alih menurun, harga pupuk […]

    Bagikan
expand_less