Proyek Jembatan Klumutan Molor, Bupati Madiun Monev 3 Paket Pekerjaan Fisik
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month Rabu, 24 Des 2025
- visibility 53
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun — Proyek pembangunan Jembatan Klumutan di Desa Klumutan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, belum rampung meski melewati batas kontrak. Hal itu terungkap saat Bupati Madiun Hari Wuryanto melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pada Selasa (23/12/2025).
Jembatan senilai Rp9,1 miliar yang dikerjakan CV Dwi Tunggal Sejati tersebut seharusnya selesai pada 17 Desember 2025. Namun hingga 23 Desember, sejumlah pekerjaan seperti pasangan batu kali talud Jembatan dan pengaspalan masih berlangsung, dengan pekerja terlihat lembur mengejar ketertinggalan.
Bupati Hari Wuryanto menyebut proyek ini merupakan paket Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2025 sekaligus proyek fisik terakhir tahun ini. Ia menilai keterlambatan terjadi karena perencanaan awal yang belum matang.
“Seharusnya proyek diawali analisis menyeluruh. Sejak 2022 sudah mulai dipikirkan, tapi karena COVID tertunda. Saat pelaksanaan muncul persoalan tanah warga, erosi, dan tiang listrik,” ujar Bupati Hari.
Meski demikian, ia berharap jembatan yang telah lama dinantikan warga Desa Klumutan itu dapat segera difungsikan dan memberi manfaat nyata.
Pihak pelaksana, Direktur CV Dwi Tunggal Sejati Rio Wing Dinaryhadi, menegaskan komitmen menyelesaikan proyek sesuai kontrak hingga tanggal 28 Desember mendatang.
Kontraktor telah menandatangani adendum perpanjangan waktu dan bersedia menanggung denda keterlambatan sebesar Rp8,9 juta per hari sesuai perhitungan Dinas PUPR.
“Deviasi pekerjaan sempat 17 persen, sekarang tinggal di bawah 10 persen. Pekerjaan utama tersisa pengaspalan,” kata Rio.
Ia menyebut kendala utama berasal dari pembebasan lahan dan relokasi tiang listrik PLN yang tidak sepenuhnya terprediksi pada tahap perencanaan. Untuk mengejar target, kontraktor menambah jam kerja dan lembur.
Pemerintah Kabupaten Madiun berharap proyek ini segera rampung tanpa mengorbankan mutu, sekaligus menjadi evaluasi agar perencanaan infrastruktur ke depan lebih komprehensif dan minim keterlambatan.
Selain meninjau proyek jembatan Bupati Madiun bersama rombongan juga meninjau hasil pekerjaan fisik tiga proyek di RSUD Caruban dan proyek pekerjaan gedung di SMPN 2 Mejayan. (Tov/Krs).
- Penulis: Tova Pradana

