Berita Terkini
Trending Tags

Wali Kota Maidi Genjot Penurunan Angka Kemiskinan, Minta Lurah Turun Cek Warga

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
  • visibility 134
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) di Gedung Graha Krida Praja,
Foto : Kris/Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Angka kemiskinan di Kota Madiun dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan. Namun, hal itu tetap menjadi atensi Pemerintah Kota Madiun untuk terus mengoptimalkan program daerah dalam pengentasan kemiskinan.

Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun, angka kemiskinan yang tercatat pada Maret 2025 sebesar 3,89 persen. Jumlah penduduk miskin mengalami penurunan 880 jiwa dan 7.840 jiwa. Jumlah itu turun dibandingkan tahun 2024 yang diangka 4,38 persen.

Meski turun, Wali Kota Madiun, Maidi meminta seluruh Lurah dan Camat untuk terjun ke masyarakat. Hal itu guna melakukan pendataan secara tepat jumlah penduduk miskin.

“Angka kemiskinan harus turun. Sudah kita buat beberapa program mulai dari sektor pendidikan, bantuan, hingga JKK-JKM (Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian),” ujarnya usai Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) di Gedung Graha Krida Praja, Selasa (30/12/2025).

Dengan terjun ke masyarakat, lanjut Maidi, Pemkot Madiun akan mendapatkan data by nama by address. Selain itu, kelurahan maupun kecamatan dapat melakukan pemetaan monografi wilayahnya.

“Kalau pegang data jadi kita bisa melakukan intervensi dengan tepat sasaran. Makanya Lurah harus bergerak. Saya tekankan dia harus tahu mappingnya kelurahan, yang miskin berapa, stunting berapa, pengangguran berapa. Supaya bisa di sinkorinisasi antar dinas untuk mengambil kebijakan di RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah),” tekannya.

Lebih lanjut, Pemkot juga akan menggandeng para investor dalam pengentasan kemiskinan. Sehingga, tidak hanya membebankan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Madiun. Salah satunya mendorong investor untuk mendukung Pro JKK-JKK pekerja formal ataupun informal.

“Jadi investor tidak hanya menyerap tenaga lokal, tetapi juga bisa mendukung program asuransi Pro JKK-JKM. Jadi ketika tulang punggung keluarga meninggal itu keluarga yang ditinggalkan akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 172 juta. Juga beasiswa bagi 2 orang anaknya. Jadi itu bisa mengatasi kemiskinan kedepannga,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun, Abdul Azis mengungkapkan garis kemiskinan di Kota Madiun mengalami kenaikan 2025 diangka Rp. 666.730 dibandingkan 2024 sebesar Rp. 637.838. Bahkan, Indeks Keparahan juga mengalami penurunan dari 0,09 di tahun 2024 menjadi 0,05 di tahun 2025.

“Artinya program yang selama ini dalam rangka pengentasan kemiskinan di Kota Madiun cukup efektif dan lebih bagus dan mulai bergerak tidak hanya sekedar intervensi tetapi juga mulai perbaikan,” terang Abdul Azis.

Lebih lanjut, keabsahan data menjadi titik krusial untuk melakukan intervensi. Pemkot perlu lebih memperhatikan sistem Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Inilah yang Pemerintah Kota Madiun yang harus mulai dipelihara dengan baik, di-update secara terus-menerus supaya intervensi program kebijakan pemerintah Kota Madiun tepat sasaran,” ujarnya.

Disisi lain, program bantuan kepada warga miskin juga perlu diperhatikan. Hal itu agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Nah, itu tepat sasaran, tepat waktu dan tepat bantuannya. Tidak sekedar memberi bantuan saja tetapi bantuan apa yang tepat untuk masing-masing individu rumah tangga. Bukan hanya sekedar beras, sekedar minyak goreng saja tetapi mungkin bantuan-bantuan lainnya seperti pemberdayaannya supaya mereka naik,” pungkasnya.(Kris).

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dinas Pendidikan Kota Madiun Bakal “Ngantor” di Lembaga Sekolah

    Dinas Pendidikan Kota Madiun Bakal “Ngantor” di Lembaga Sekolah

    • calendar_month Sabtu, 10 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dinas Pendidikan Kota Madiun bakal menggelar program “Ngantor di Lapangan” sebagai bagian dari tindak lanjut program Wali Kota Madiun. Kegiatan ini dilaksanakan selama satu bulan penuh dengan menyasar seluruh sekolah negeri di lingkup Kota Madiun. Program ini yang melibatkan seluruh jajaran Dinas Pendidikan ini ditugaskan secara bergiliran di sekolah-sekolah untuk […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Bentuk 27 Koperasi Merah Putih, Bagian dari Dukungan Program MBG

    Pemkot Madiun Bentuk 27 Koperasi Merah Putih, Bagian dari Dukungan Program MBG

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun telah mendirikan 27 Koperasi Merah Putih sebagai langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan warga dengan harga terjangkau serta mendukung operasional dapur makan bergizi gratis (MBG). Wali Kota Madiun, Maidi, menjelaskan bahwa kebutuhan bahan makanan untuk dapur MBG sangat besar, mengingat ada sekitar 51.000 pelajar yang setiap harinya menerima […]

    Bagikan
  • Harga Cabai Naik, Pengusaha Kuliner dan Produsen Sambal Tercekik

    Harga Cabai Naik, Pengusaha Kuliner dan Produsen Sambal Tercekik

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Harga cabai rawit di Ponorogo, Jawa Timur hingga kini masih tinggi. Bahkan sempat menyentuh angka Rp. 120 Ribu per kilogramnya. Meski kini turun di kisaran harga Rp. 85 Ribu per kilogram, namun itu masih jauh dari harga normal. Kondisi ini memberikan tekanan besar terhadap pelaku usaha kuliner dan produsen sambal […]

    Bagikan
  • Pasar Gula Macet, Petani Tebu Madiun Menjerit 13 Minggu Tak Terbayar

    Pasar Gula Macet, Petani Tebu Madiun Menjerit 13 Minggu Tak Terbayar

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Memasuki panen raya tebu, ratusan petani di Kabupaten Madiun terancam bangkrut karena tidak menerima pembayaran hasil panen selama 13 minggu. Sejak Juli 2025, gula petani tak terserap pasar akibat stok melimpah dan mandeknya program penyerapan pemerintah. “Petani tebu setengah mati tidak bisa hidup karena gula tidak laku. Sudah 13 minggu […]

    Bagikan
  • KBIHU Ulul Azmi Al Mukarromah Gelar Walimatus Safar Haji, 51 Jemaah Siap Berangkat ke Tanah Suci

    KBIHU Ulul Azmi Al Mukarromah Gelar Walimatus Safar Haji, 51 Jemaah Siap Berangkat ke Tanah Suci

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Menjelang musim haji tahun 2025, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Ulul Azmi Al Mukarromah Madiun menggelar acara Walimatus Safar Haji bersama 51 calon jemaah pada Senin (12/05/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk memantapkan persiapan spiritual dan logistik para jemaah sebelum berangkat menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci. Dari […]

    Bagikan
  • KA Madiun Jaya New Generation: Sudah 10.571 Penumpang, Kamu Kapan Coba?

    KA Madiun Jaya New Generation: Sudah 10.571 Penumpang, Kamu Kapan Coba?

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 959
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – KA Madiun Jaya yang beroperasi sejak 21 Maret 2025 lalu mulai menjadi pilihan para pelanggan. Terbukti, jumlah penumpang KA Madiun Jaya 10.571 pelanggan telah menikmati perjalanan dari Stasiun Madiun – Pasar Senen PP. Dengan rincian sebanyak 2.573 penumpang menggunakan kelas layanan eksekutif dan 7.998 penumpang menggunakan kelas ekonomi. KA Madiun […]

    Bagikan
expand_less