Berita Terkini
Trending Tags

Wali Kota Maidi Genjot Penurunan Angka Kemiskinan, Minta Lurah Turun Cek Warga

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
  • visibility 206
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) di Gedung Graha Krida Praja,
Foto : Kris/Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Angka kemiskinan di Kota Madiun dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan. Namun, hal itu tetap menjadi atensi Pemerintah Kota Madiun untuk terus mengoptimalkan program daerah dalam pengentasan kemiskinan.

Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun, angka kemiskinan yang tercatat pada Maret 2025 sebesar 3,89 persen. Jumlah penduduk miskin mengalami penurunan 880 jiwa dan 7.840 jiwa. Jumlah itu turun dibandingkan tahun 2024 yang diangka 4,38 persen.

Meski turun, Wali Kota Madiun, Maidi meminta seluruh Lurah dan Camat untuk terjun ke masyarakat. Hal itu guna melakukan pendataan secara tepat jumlah penduduk miskin.

“Angka kemiskinan harus turun. Sudah kita buat beberapa program mulai dari sektor pendidikan, bantuan, hingga JKK-JKM (Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian),” ujarnya usai Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) di Gedung Graha Krida Praja, Selasa (30/12/2025).

Dengan terjun ke masyarakat, lanjut Maidi, Pemkot Madiun akan mendapatkan data by nama by address. Selain itu, kelurahan maupun kecamatan dapat melakukan pemetaan monografi wilayahnya.

“Kalau pegang data jadi kita bisa melakukan intervensi dengan tepat sasaran. Makanya Lurah harus bergerak. Saya tekankan dia harus tahu mappingnya kelurahan, yang miskin berapa, stunting berapa, pengangguran berapa. Supaya bisa di sinkorinisasi antar dinas untuk mengambil kebijakan di RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah),” tekannya.

Lebih lanjut, Pemkot juga akan menggandeng para investor dalam pengentasan kemiskinan. Sehingga, tidak hanya membebankan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Madiun. Salah satunya mendorong investor untuk mendukung Pro JKK-JKK pekerja formal ataupun informal.

“Jadi investor tidak hanya menyerap tenaga lokal, tetapi juga bisa mendukung program asuransi Pro JKK-JKM. Jadi ketika tulang punggung keluarga meninggal itu keluarga yang ditinggalkan akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 172 juta. Juga beasiswa bagi 2 orang anaknya. Jadi itu bisa mengatasi kemiskinan kedepannga,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun, Abdul Azis mengungkapkan garis kemiskinan di Kota Madiun mengalami kenaikan 2025 diangka Rp. 666.730 dibandingkan 2024 sebesar Rp. 637.838. Bahkan, Indeks Keparahan juga mengalami penurunan dari 0,09 di tahun 2024 menjadi 0,05 di tahun 2025.

“Artinya program yang selama ini dalam rangka pengentasan kemiskinan di Kota Madiun cukup efektif dan lebih bagus dan mulai bergerak tidak hanya sekedar intervensi tetapi juga mulai perbaikan,” terang Abdul Azis.

Lebih lanjut, keabsahan data menjadi titik krusial untuk melakukan intervensi. Pemkot perlu lebih memperhatikan sistem Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Inilah yang Pemerintah Kota Madiun yang harus mulai dipelihara dengan baik, di-update secara terus-menerus supaya intervensi program kebijakan pemerintah Kota Madiun tepat sasaran,” ujarnya.

Disisi lain, program bantuan kepada warga miskin juga perlu diperhatikan. Hal itu agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Nah, itu tepat sasaran, tepat waktu dan tepat bantuannya. Tidak sekedar memberi bantuan saja tetapi bantuan apa yang tepat untuk masing-masing individu rumah tangga. Bukan hanya sekedar beras, sekedar minyak goreng saja tetapi mungkin bantuan-bantuan lainnya seperti pemberdayaannya supaya mereka naik,” pungkasnya.(Kris).

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gempa 2,8 Magnitudo Guncang Magetan! Berpusat di Darat

    Gempa 2,8 Magnitudo Guncang Magetan! Berpusat di Darat

    • calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kabupaten Magetan, Jawa Timur, diguncang gempa bumi pada Minggu (21/9/2025) dini hari sekitar pukul 01.32 WIB. Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan, gempa bermagnitudo 2,8 tersebut berpusat 17 kilometer barat daya Magetan, tepatnya di koordinat 7,71 LS dan 111,19 BT dengan kedalaman 10 kilometer. Meski episodenya terdeteksi cukup dekat, […]

    Bagikan
  • Usai Lebaran, Plt Wali Kota Madiun Minta ASN Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

    Usai Lebaran, Plt Wali Kota Madiun Minta ASN Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Madiun diminta segera kembali fokus meningkatkan kualitas pelayanan publik setelah libur panjang Lebaran 2026. Hal tersebut ditegaskan Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun usai menghadiri acara halal bihalal Pemerintah Kota Madiun bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan ASN. […]

    Bagikan
  • Nikmatnya Nasi Menok, Kuliner Warisan Raja yang Kini Jadi Santapan Rakyat

    Nikmatnya Nasi Menok, Kuliner Warisan Raja yang Kini Jadi Santapan Rakyat

    • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 383
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Dahulu menjadi menu santapan para raja Mataram, kini Sego Menok justru menjadi favorit masyarakat di sudut pelataran Pasar Penampungan Sayur Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Adalah Mbah Rubinah, seorang nenek berusia 83 tahun, yang mempertahankan kuliner klasik ini agar tetap hidup dan akrab di lidah rakyat. Setiap sore, Mbah Rubinah […]

    Bagikan
  • Tambang di Magetan, Izin Dari Provinsi Jateng, Operasi di Jatim

    Tambang di Magetan, Izin Dari Provinsi Jateng, Operasi di Jatim

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Aktivitas Tambang Parang Magetan Tuai Protes Warga Sinergia | Kab. Magetan – Aktivitas tambang seluas lebih dari 10 hektar di Desa Sayutan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, mendadak menjadi sorotan. Pasalnya, kegiatan pertambangan yang dijalankan oleh CV Putra Anugerah tersebut diduga belum mengantongi izin resmi dari Provinsi Jawa Timur, meski telah beroperasi di wilayah Magetan. Kondisi […]

    Bagikan
  • Polres Magetan Terima Audiensi PHRI, Tegaskan Larangan Pesta Kembang Api Saat Malam Tahun Baru 2026

    Polres Magetan Terima Audiensi PHRI, Tegaskan Larangan Pesta Kembang Api Saat Malam Tahun Baru 2026

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Suasana hangat menyelimuti Lobi Atas Setia Polres Magetan saat Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa menerima audiensi dan silaturahmi dari jajaran Pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Magetan, Selasa (30/12/2025). Ketua PHRI Magetan Lulik Baroto hadir bersama pengurus lainnya untuk berdialog langsung terkait imbauan perayaan Tahun Baru. Pertemuan […]

    Bagikan
  • Semua Fraksi Setujui Raperda Pembentukan Lima Desa Baru dengan catatan

    Semua Fraksi Setujui Raperda Pembentukan Lima Desa Baru dengan catatan

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pembentukan lima desa baru di Kabupaten Ponorogo terus berlanjut. Dalam rapat paripurna DPRD Ponorogo dengan agenda pandangan umum fraksi-fraksi, Rabu (17/6/2026), seluruh fraksi menyatakan sepakat agar pembahasan lima Raperda pembentukan desa tersebut diteruskan ke tahap berikutnya. Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo, Dwi Agus Prayitno, mengatakan secara […]

    Bagikan
expand_less