Berita Terkini
Trending Tags

PDI Perjuangan Magetan Desak Pembentukan Satgasus dan Buka–Tutup Jalur di Area Rawan Longsor Sarangan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
  • visibility 49
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
), Ketua DPC PDI Perjuangan Magetan Diana Sasa, Foto : Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Magetan — Dua kejadian tanah longsor yang terjadi berdekatan di kawasan Wisata Telaga Sarangan, Kecamatan Plaosan, pada Kamis (15/1/2026) dan Sabtu (17/1/2026). Ketua DPC PDI Perjuangan Magetan Diana Sasa meminta Pemerintah Kabupaten Magetan mengambil langkah cepat dan terukur untuk menjamin keselamatan warga maupun wisatawan.

Menurutnya, kawasan Sarangan memasuki periode rawan bencana seiring tingginya curah hujan serta kondisi lereng yang labil. Karena itu, penanganan tidak cukup mengandalkan imbauan, namun membutuhkan kendali lapangan yang solid.

Diana mendesak Pemkab Magetan segera membentuk Satgasus Sarangan Aman, sebuah satuan tugas khusus yang bekerja 24 jam selama puncak musim hujan.

Satgasus ini diharapkan beranggotakan unsur BPBD, PUPR, Dishub, Polres/Polsek, Koramil, Dinkes, Dispar, DLH, Perhutani, serta relawan masyarakat.

“Satgasus ini harus punya mandat jelas dan kewenangan mengambil keputusan cepat. Jangan menunggu kejadian susulan baru bergerak. Keselamatan warga dan pengunjung adalah prioritas,” tegasnya.

Adapun tugas Satgasus mencakup asesmen titik rawan, penempatan personel di lokasi kritis, penyiapan jalur evakuasi, memastikan kesiapan layanan kesehatan, hingga menyediakan satu pintu informasi agar publik tidak menerima kabar simpang siur.

Selain pembentukan Satgasus, Diana juga meminta Pemerintah Kabupaten Magetan memberlakukan skema buka–tutup jalur pada segmen-segmen rawan longsor di kawasan Sarangan, terutama ketika hujan deras atau muncul tanda-tanda pergerakan tanah.

Menurutnya, kebijakan buka–tutup harus didasarkan pada indikator lapangan, dipublikasikan dengan jelas, dan disertai pengamanan fisik seperti barrier, rambu, serta penerangan.

“Langkah ini bukan untuk menghambat aktivitas ekonomi, tetapi agar wisata tetap berjalan dalam standar keselamatan. Lebih baik tidak kehilangan satu pun nyawa daripada memaksakan lewat dan menyesal,” ujarnya.

Diana juga menyoroti pentingnya kerja teknis di lapangan, seperti pembersihan material longsor, perbaikan drainase yang mengarah ke lereng, serta penutupan sementara titik-titik aktivitas warga yang berada tepat di bawah tebing rawan.

Langkah ini dianggap dapat menurunkan risiko bencana susulan yang kerap terjadi saat tanah jenuh air. Fraksi PDI Perjuangan Magetan di DPRD disebut siap mengawal koordinasi lintas OPD dan mendukung penguatan regulasi mitigasi bencana.(Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dua Pemotor Luka-Luka dalam Laka Lantas di Jalan Nasional Madiun-Ponorogo

    Dua Pemotor Luka-Luka dalam Laka Lantas di Jalan Nasional Madiun-Ponorogo

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di jalan nasional yang menghubungkan Madiun dan Ponorogo. Peristiwa yang melibatkan 2 kendaraan sepeda motor ini terjadi pada Selasa (20/05/2025) sekitar pukul 13.00 WIB di Jalan Raya Madiun–Ponorogo KM 186-187 PK 1-2, tepatnya di Desa Glonggong, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun. Berdasarkan pemeriksaan di lokasi kejadian, […]

    Bagikan
  • Tiyas Maulana, Perajin Barongan dari Magetan yang Tekun Merawat Warisan Budaya

    Tiyas Maulana, Perajin Barongan dari Magetan yang Tekun Merawat Warisan Budaya

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Di sudut Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, suara ketukan halus dari pahat kayu terdengar nyaris setiap hari. Dari rumah sederhana itulah Tiyas Maulana (22) menyalurkan ketekunan dan kecintaannya pada seni tradisi. Membuat singa barong, topeng besar ikonik kesenian Reog. Tidak pernah terlintas dalam benaknya bahwa keisengan masa remaja akan berubah […]

    Bagikan
  • Puluhan Ekor Sapi di Madiun Suspek PMK, Daerah Perbatasan Rawan Penularan

    Puluhan Ekor Sapi di Madiun Suspek PMK, Daerah Perbatasan Rawan Penularan

    • calendar_month Rabu, 1 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 27
    • 0Komentar

    KAB. MADIUN – Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Madiun mencatat telah menemukan sebanyak 29 ekor sapi suspek PMK di wilayahnya. Puluhan hewan tersebut terindikasi terinfeksi penyakit mulut dan kuku. “Kondisi itu terlihat dari ciri-ciri pada mulut sapi yang berbusa dan kakinya ditemukan luka-luka,” ungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Madiun, Paryoto, Selasa […]

    Bagikan
  • Menilik Kesiapsiagaan Tim ‘Drogba’ Polres Magetan di Tanjakan Ekstrem Sarangan

    Menilik Kesiapsiagaan Tim ‘Drogba’ Polres Magetan di Tanjakan Ekstrem Sarangan

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Arus wisatawan di kawasan Telaga Sarangan masih menunjukkan kepadatan menjelang berakhirnya masa liburan. Di tengah derasnya mobilitas masyarakat, Tim Drogba (Dorong Ganjal Ban) Polres Magetan tetap siap siaga menjadi garda terdepan dalam menjaga keselamatan pengendara di tanjakan ekstrem pertigaan depan Omah Jowo, Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan. Ini menjadi salah satu titik […]

    Bagikan
  • KPK Mengintai BKK 2024-2025 di Madiun, Sebanyak 1.400 Titik BKK Siap Dilaporkan

    KPK Mengintai BKK 2024-2025 di Madiun, Sebanyak 1.400 Titik BKK Siap Dilaporkan

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle Ndor
    • visibility 2.475
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Lembaga tiga huruf atau dikenal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nampaknya masih mengintai kegiatan anggaran Bantuan Keuangan Khusus (BKK) atau pokok-pokok pikiran (Pokir) milik DPRD Kabupaten Madiun tahun 2024-2025. Nyatanya, sebanyak 1.400 titik kegiatan yang menggunakan anggaran BKK, masuk dalam kegiatan Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention (MCSP). “Progres pencapaian kegiatan MCSP […]

    Bagikan
  • Harga Cabai dan Bawang Merah Naik Jelang Nataru, Pedagang PBM Keluhkan Sepi Pembeli

    Harga Cabai dan Bawang Merah Naik Jelang Nataru, Pedagang PBM Keluhkan Sepi Pembeli

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026, harga sejumlah bahan pokok di Kota Madiun mengalami kenaikan cukup signifikan. Kondisi tersebut terpantau di Pasar Besar Madiun (PBM), di mana beberapa komoditas utama mulai melejit dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan paling mencolok terjadi pada komoditas cabai rawit yang kini dijual dengan harga […]

    Bagikan
expand_less