Rabu, 28 Okt 2026
Trending Tags

Serangan Ulat Bulu di SDN Patihan, Sejumlah Siswa Alami Gatal-Gatal

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
  • visibility 385
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Serangan Ulat Bulu menyerang di SDN) Patihan di Kecamatan Manguharjo Kota Madiun. Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Kegiatan belajar mengajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Patihan di Kecamatan Manguharjo Kota Madiun, Jawa Timur terganggu pada Jumat (05/02/2026). Hal ini dikarenakan sejumlah siswa mengalami gatal-gatal akibat ulat bulu. Ternyata ratusan ulat bulu banyak ditemukan di 9 pohon yang berada di halaman telah sekolah.

Seperti yang dialami oleh Arjuna Faisal Putra Handoko, siswa kelas 6B yang mengalami gatal-gatal di beberapa bagian tubuh. Rasa gatal itu dirasakan usai mengikuti senam pagi bersama para siswa lainnya. “Ini gatal-gatal di tangan sampai di bagian leher. Tadi habis mengikuti kegiatan senam di halaman tadi,” ujarnya.

Sumilan Widodo, Guru SDN Patihan mengatakan bahwa keberadaan ulat bulu itu sudah diketahui sejak 4 hari terakhir. Sejumlah siswa juga mengeluh gatal-gatal. Sekolah pun melaporkan hal tersebut ke Dinas Pendidikan yang diteruskan kepada BPBD Kota Madiun.

“Tadi kegiatan senam di bawah pohon itu. Setelah itu banyak siswa yang merasa gatal-gatal. Kasihan, gatal-gatal dan panas di kulit. Sudah kami laporkan ke BPBD,” ujar Sumilan.

Pihak sekolah memberikan pertolongan pertama pada siswa yang mengalami gatal-gatal dengan pemberian bedak salicyl. Untuk penanganan lebih lanjut dilakukan penyemprotan obat serangga dan deterjen oleh petugas BPBD.

“Ya semoga tidak ada lagi ulat bulu ini. Selama penanganan penyemprotan siswa dipulangkan lebih awal,” tutupnya.

Sementara itu, regu 3  TRC BPBD Kota Madiun bersama DKPP melakukan penyemprotan di beberapa pohon yang menjadi sarang ulat bulu. Jumlahnya pum terpantau cukup banyak.

“Volumenya agak banyak yang ada di pohon halaman tengah. Ini mengganggu aktivitas belajar mengajar di sekolah. Ulat ini kan kalau bulunya rontok dan menempel di kulit itu bisa langsung gatal-gatal,” jelas Moch. Subchan, Kasi Rehabilitasi Dan Rekonstruksi BPBD Kota Madiun.

Pihaknya melakukan penyemprotan desinfektan serangga dan deterjen. Hal ini agar penyebaran ulat bulu dapat ditekan dan tidak lagi mengganggu aktivitas di lingkungan sekolah.

“Kalau musim hujan ini memang banyak ulat yang berkembangbiak. Jadi harus tetap diwaspadai. Ini setelah disemprot ulat tidak langsung jatuh. Biasanya masih menempel tetapi sudah mati dan jatuh sendirinya,” katanya.

Untuk itu, BPBD menghimbau masyarakat untuk tetap waspada di lingkungan sekitar. Jika menemukan populasi ulat bulu yang banyak dapat segera melaporkan ke instansi terkait agar dapat ditangani. (Kris).

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Buyung

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cuaca Ekstrem Terjang Tiga Kecamatan di Ngawi, Tiga Rumah Warga Rusak Parah

    Cuaca Ekstrem Terjang Tiga Kecamatan di Ngawi, Tiga Rumah Warga Rusak Parah

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 467
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Cuaca ekstrem kembali melanda Kabupaten Ngawi. Hujan deras yang berlangsung lama disertai angin kencang menerjang tiga kecamatan sekaligus pada Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi mencatat wilayah terdampak meliputi Kecamatan Widodaren, Kecamatan Ngawi, dan Kecamatan Kedunggalar. Kasi Kedaruratan BPBD Ngawi, Partoyo, mengonfirmasi bahwa peristiwa itu […]

    Bagikan
  • Warga Ngrayun Seberangi Sungai Naik Gondola, Pemkab Usulkan Pembangunan Jembatan Permanen

    Warga Ngrayun Seberangi Sungai Naik Gondola, Pemkab Usulkan Pembangunan Jembatan Permanen

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Aksi warga Desa Gedangan, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo yang menyeberangi sungai menggunakan gondola sempat viral di media sosial. Aktivitas tersebut dilakukan setiap hari, termasuk oleh anak-anak sekolah, meski dinilai berisiko dan membahayakan keselamatan. Kondisi ini terjadi setelah jembatan penghubung menuju wilayah Kabupaten Trenggalek putus. Warga terpaksa menggunakan gondola sebagai akses tercepat […]

    Bagikan
  • Jalur Sarangan Bikin Bus Mundur Massal, Pemkab Magetan Baru Mau Pasang Rambu

    Jalur Sarangan Bikin Bus Mundur Massal, Pemkab Magetan Baru Mau Pasang Rambu

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 360
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Jalur alternatif wisata di Kabupaten Magetan kembali menjadi sorotan publik setelah sejumlah bus pariwisata dilaporkan mengalami kesulitan melintas di Jalan Kresno, Kelurahan Kebonagung. Ruas jalan yang sempit dengan tikungan tajam membuat kendaraan besar tak bisa bergerak leluasa hingga harus mundur secara bergantian. Peristiwa tersebut viral di media sosial setelah warga mengunggah […]

    Bagikan
  • Dampak Kemarau Panjang Kekeringan Meluas di Ngawi, 4.403 Jiwa Kesulitan Air Bersih

    Dampak Kemarau Panjang Kekeringan Meluas di Ngawi, 4.403 Jiwa Kesulitan Air Bersih

    • calendar_month Sabtu, 10 Okt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kekeringan akibat kemarau panjang mulai membebani ribuan warga di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Sebanyak 4.403 jiwa yang tersebar di 21 desa pada tujuh kecamatan terdampak kekeringan dan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Warga kini mengandalkan bantuan distribusi air dari berbagai pihak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut dirasakan warga Desa Cantel, […]

    Bagikan
  • Talud Jembatan Selorejo Longsor, BPBD Magetan Pasang Terpal dan Rambu Peringatan

    Talud Jembatan Selorejo Longsor, BPBD Magetan Pasang Terpal dan Rambu Peringatan

    • calendar_month Senin, 16 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 228
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang mengguyur wilayah Kecamatan Kawedanan pada Minggu (15/06/2025) sore mengakibatkan talud sayap Jembatan Selorejo di Dukuh Ponggok, Desa Selorejo, longsor. Peristiwa terjadi sekitar pukul 18.00 WIB dan menyebabkan kerusakan cukup signifikan. Kepala Seksi Darurat dan Logistik BPBD Kabupaten Magetan, Eka Wahyudi, menyampaikan bahwa longsor […]

    Bagikan
  • Tiga Kelas Rusak, Siswa SDN Glonggong Belajar di Perpustakaan dan Rumah Penjaga

    Tiga Kelas Rusak, Siswa SDN Glonggong Belajar di Perpustakaan dan Rumah Penjaga

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sudah hampir satu tahun, siswa kelas 1, 2, dan 3 SDN Glonggong 01, Kecamatan Balerejo, harus berpindah-pindah tempat belajar. Bukan karena program rotasi, melainkan karena atap tiga ruang kelas mereka rusak parah. “Sebagian gentengnya melorot, kayunya patah dan lapuk. Terlalu berisiko kalau tetap dipakai,” kata Kepala SDN Glonggong 01, Anita […]

    Bagikan
expand_less